Polder Alabio Jadi Ruang Kolaborasi ULM dan Pemkab HSU

peristiwa.info – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan Polder Alabio melalui kerja sama di tingkat internasional. Kolaborasi ini menjadi bagian dari konferensi internasional INTAN-HANDIL 2026 yang membahas pengembangan pertanian lahan basah dan infrastruktur dataran rendah secara berkelanjutan.

Konferensi INTAN-HANDIL 2026 menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, profesional, dan mahasiswa untuk bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan wilayah lahan basah. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Advancing Sustainable Wetland Agriculture and Lowland Infrastructure through Innovation, Hydrodynamic Engineering, and Global Collaboration” yang menyoroti pentingnya inovasi dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan di kawasan lahan basah.

Dalam kegiatan tersebut, Polder Alabio menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian. Polder yang berada di Kabupaten HSU ini memiliki peran dalam pengelolaan tata air serta mendukung aktivitas pertanian di wilayah rawa. Kondisi tersebut membuat Polder Alabio menjadi lokasi yang relevan untuk dikaji dalam pengembangan pengelolaan lahan basah secara berkelanjutan.

Peserta konferensi juga dijadwalkan mengikuti Field Community Service di Polder Alabio. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung kondisi kawasan lahan basah sekaligus mengenal sistem pengelolaan tata air yang diterapkan di wilayah tersebut. Kegiatan ini juga membuka ruang interaksi antara akademisi, peneliti, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kolaborasi ULM dan Pemkab HSU tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga menjadi upaya untuk memperkenalkan potensi daerah kepada komunitas internasional. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam pengelolaan Polder Alabio serta kawasan lahan basah lainnya di Kalimantan Selatan.

Melalui INTAN-HANDIL 2026, ULM dan Pemkab HSU berupaya menjadikan Polder Alabio sebagai bagian dari pembahasan pengelolaan lahan basah di tingkat internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi dan solusi yang dapat mendukung pengelolaan wilayah rawa secara lebih berkelanjutan di masa mendatang.

Peliput: Muhammad Fauzan Ar Rosyid

Editor : Muhammad Raditya Maulani