Alat Pendeteksi COVID-19 Terbaru Buatan UGM?

peristiwa.info – Indonesia termasuk diantara beberapa negara yang mengembangkan alat tes pendeteksi COVID-19, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil menciptakan alat tersebut yang mendeteksi lewat pernapasan dengan hasil tes yang bisa diketahui dalam waktu dua menit.

Alat tersebut dinamakan GeNose dengan prediksi dapat mengetahui hasil dalam kurun waktu 80 detik, tingkat keakuratannya pun menyentuh nilai 90 persen. Diharapkan kedepannya dapat meningkatkan jumlah pengetesan di Indonesia.

Selain di Indonesia, beberapa negara lainnya juga ikut mengembangkan alat pendeteksi COVID-19 lewat pernapasan dengan teknologi yang sama atau mirip.

Dikutip dari jpnn.com alat yang menggunakan kecerdasan buatan, atau artificial intelligence (AI), dalam bentuk “hidung elektronik” akan bisa menganalisa sampel pernapasan dan mencari tahu apakah terdapat unsur yang hanya ada dalam virus COVID-19.

Di Indonesia sendiri, GeNose C-19 sekarang telah diproduksi dan disetujui akan digunakan oleh Pemerintah Indonesia. Alat ini diperkirakan akan dapat digunakan mulai Februari 2021.

Menariknya, biaya tes COVID-19 dengan alat tersebut diperkirakan jauh lebih murah dibandingkan rapid test dan swab test karena hanya Rp15 ribu per tes. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan dengan proyeksi biaya tersebut, GeNose menjadi alat tes covid-19 termurah sekaligus memberi hasil akurat.

“Perkiraan biaya per pemeriksaan dengan menghitung, tentunya harus ada operator dan plastiknya sendiri, yang mereka perhitungkan sekitar Rp7.000-Rp8.000 per plastik sekali pakai, itu maka perkiraannya per tes Rp15 ribu,” ujarnya dalam diskusi Kebangkitan Ekonomi Nasional Melalui Inovasi, Pangan, dan Reforma Agraria, Jumat (11/12).

Sementara itu, untuk satu unit alat GeNose dibanderol harga Rp60 juta. Namun, alat tersebut bisa digunakan untuk 100 ribu pemeriksaan serta masih bisa diperbaiki untuk dipakai ulang. Selain itu, Bambang menegaskan jika akurasi hasil tes GeNose sebesar 90 persen terhadap hasil swab test.

“Waktu pemeriksaan juga relatif cepat saya coba sendiri di bawah 3 menit dan kemudian tingkat akurasinya sejauh ini dalam validasi mereka di beberapa RS mencapai di atas 90 persen. Jadi, 90 persen yang mencoba GeNose itu hasilnya konsisten dengan hasil yang dilakukan dengan swab PCR,” terangnya.

Peliput: Adzra Rana Azizah & Ristiana Fitria Azizah

Berita terkait COVID-19
https://peristiwa.info/8367/vaksin-covid-19-moderna-dan-pfizer-biontech-mana-yang-lebih-unggul/
https://peristiwa.info/8487/positif-covid-19-semakin-bertambah-masihkah-masyarakat-peduli/