Positif COVID-19 Semakin Bertambah, Masihkah Masyarakat Peduli?

peristiwa.info – Awal tahun 2020 ini manusia di seluruh dunia digegerkan dengan virus corona atau COVID-19 yang membuat kepanikan dimana-mana. Terhitung hampir satu tahun sejak COVID-19 pertama kali menyerang China pada 17 November 2019, tercatat kurang lebih 59,8 jt kasus untuk di seluruh dunia saat ini. Amerika Serikat menduduki peringkat pertama dengan angka 12,7 jt kasus. Sedangkan Indonesia saat ini menduduki peringkat 21 seluruh dunia dengan jumlah 512 rb kasus.

Jumlah kasus akumulatif COVID-19 di Indonesia telah melewati angka 500.000 dengan jumlah kematian menembus 16.000 kasus. Kasus tersebut tersebar di 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota di Indonesia. Berkaca pada hal tersebut pemerintah melalui jajaran kementrian kesehatan telah mensosialisasikan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol-protokol kesehatan yang ada, seperti karantina mandiri, menjaga jarak dan memakai masker.

Seiring dengan berjalannya tatanan hidup new normal tampaknya terjadi banyak kesalahpahaman mengenai konsep new normal tersebut. Masyarakat cenderung menganggap di saat new normal sudah tidak ada lagi virus corona, sehingga masyarakat merasa dirinya bebas dari terserangnya virus ini.

Aktivitas yang dilakukan masyarakat sekarang semakin longgar dan tidak memperdulikan protokol kesehatan yang ada. Masyarakat terkesan mulai cuek dan masa bodoh dengan adanya pandemi COVID-19.Padahal setiap harinya tanpa mereka sadari kasus penambahan pasien yang positif COVID-19 semakin meningkat. Contohnya di Kalimantan Selatan sendiri yang menjadi penyumbang angka terbesar, sampai pada angka 12.934 kasus.

Oleh karena itu sepatutnya kita sebagai masyarakat tetap menganggap adanya virus pandemi ini dengan cara menerapkan protokol-protokol kesehatan yang berlaku dan dianjurkan oleh pihak pemerintah dalam upaya pengurangan penambahan kasus terbaru di Indonesia, salah satunya dengan menjaga jarak serta mencuci tangan, tetap menggunakan masker saat bepergian atau ke tempat tempat umum, dan melakukan karantina mandiri.

Peliput: Muhammad Al Habsyie & Fadya Risqita Wulandari