Semarak Ogoh-Ogoh 2025, Warga Bali Usir Energi Negatif
Peristiwa.info – Bali, sebagai pulau yang kaya akan tradisi dan budaya, kembali merayakan Hari Raya Nyepi dengan berbagai prosesi unik, salah satunya adalah pawai Ogoh-Ogoh. Setiap tahunnya, pada malam menjelang Nyepi, warga Bali memamerkan kreativitas mereka dalam membuat patung-patung raksasa yang menggambarkan roh jahat, sebagai simbol pembersihan diri dan alam dari energi negatif.
Ogoh-Ogoh, yang terbuat dari bambu, kertas, dan bahan lainnya, biasanya berbentuk makhluk mitologi atau karakter-karakter yang menakutkan. Setiap desa berlomba untuk menciptakan Ogoh-Ogoh terbaik dan kemudian membawanya dalam pawai keliling desa. Pada malam tersebut, masyarakat dan wisatawan menyaksikan pawai yang penuh warna dan kemeriahan, yang diakhiri dengan pembakaran Ogoh-Ogoh sebagai simbol pengusiran kekuatan jahat dan energi negatif.
Prosesi ini tak hanya menjadi ajang untuk menampilkan seni dan budaya Bali, tetapi juga mengajarkan makna mendalam tentang pembersihan dan persiapan diri untuk memasuki tahun baru. Setelah pawai selesai, keesokan harinya, umat Hindu Bali menjalani Nyepi, hari penuh kesunyian yang bertujuan untuk introspeksi diri dan menjaga keharmonisan dengan alam semesta.
Ogoh-Ogoh dan Nyepi bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga ajakan untuk merenung dan menjaga keseimbangan dalam hidup. Perayaan ini menunjukkan bahwa meski dunia ramai dengan aktivitas, terkadang kita perlu berhenti sejenak untuk membersihkan diri dan alam sekitar agar bisa memulai lembaran baru dengan semangat yang lebih baik.
Peliput : Valentina Halim & Vincent Ho
