100 Hari Pemerintahan Prabowo, BMKG Terkena Efisiensi Anggaran Ini Penjelasannya

peristiwa.info – Dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah kebijakan pro dan kontra telah mencuat, diawali dengan pendidikan menjadi prioritas pendukung pembangunan nasional hingga salah satu kebijakan yang mendapat sorotan adalah upaya efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, yang berdampak pada sejumlah sektor, termasuk anggaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang sempat diblokir. Tidak hanya itu Isu ini turut memunculkan kekhawatiran setelah beredar kabar tentang pemotongan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebesar 50 persen, yang imbasnya akan menurunkan akurasi deteksi gempa dan tsunami.

Namun, Istana Kepresidenan membantah adanya pemotongan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebesar 50 persen. Kepala Komunikasi Kepresidenan RI, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat dan meminta masyarakat untuk mengecek data terbaru dari pemerintah. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Komunikasi Kepresidenan pada 11 Februari 2025.

Isu pemotongan anggaran BMKG mencuat setelah beredar kabar bahwa instansi tersebut mengalami efisiensi belanja yang signifikan. BMKG sempat mengkhawatirkan bahwa pengurangan anggaran dapat berdampak pada layanan informasi cuaca, iklim, gempa, dan tsunami. Sebelumnya, BMKG mengajukan permohonan dispensasi atas pemotongan anggaran sebesar Rp. 1,423 triliun atau 50,35% yang diterimanya dari anggaran semula senilai Rp. 2,825 triliun. Namun, Istana menegaskan bahwa anggaran untuk BMKG tetap dialokasikan sesuai kebutuhan agar operasionalnya tidak terganggu.

Pemerintah memastikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menghambat kinerja BMKG dalam memberikan informasi meteorologi dan geofisika yang akurat. Hasan Nasbi juga mengimbau masyarakat untuk mengandalkan informasi resmi dari pemerintah guna menghindari kesalahpahaman. Dengan klarifikasi ini, pemerintah berharap isu pemotongan anggaran tidak lagi menimbulkan keresahan di masyarakat.

Peliput: Chalsea Angelina Jolie Effendi & Cicilia Laurencia