peristiwa.info – tagar #JUSTICEFORDEVITA menggema di berbagai media sosial. Media lokal pun ikut mengawal kasus ini. Berbagai akun besar menyuarakan pendapatnya mengenai kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum polisi kepada salah satu mahasiswi FH ULM.
Salah satunya adalah akun @bangsamahasiswa yang mengecam pelaku agar ditindak seadil-adilnya. Meskipun postingan mereka sebelumnya telah di take down oleh pihak Instagram, namun tidak mengurungkan niatnya untuk tetap mendukung keadilan bagi korban. “Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Menjadi Korban Pemerkosaan Dari Polisi Tempat Magangnya” merupakan template feed yang berisi kronologi bagaimana terjadinya tindakan bejat tersebut. Postingan tersebut juga menyertai informasi detail perkara yang diambil langsung dari website Pengadilan Negeri Banjarmasin dengan nomor perkara 892/Pid.B/2021/PN Bjm.
“Orang yang dipercaya untuk melindungi dan mengayomi masyarakat, eh malah dia yang merusak masyarakat. Tapi ini katanya cuman ‘oknum’ kok. #onedayoneoknum” komentar @dinamaulida018 di postingan tersebut.
Akun @kalseltimes turut serta menyertakan kronologis singkat bagaimana kasus tersebut terjadi. Dalam story Instagramnya juga memuat kolom pertanyaan “Hukuman Paling Pantas Untuk Pemerkosa?”.
Tak hanya itu, salah satu akun yang fokus pada dialog dan edukasi perempuan @mimbarpuan juga mendukung kasus ini agar diusut sampai tuntas. “Lunak Terhadap Pelaku Pelecehan Seksual” bunyi pernyataan di feed Instagram mereka.
“Begitu lunak terhadap pelaku pelecehan seksual dan solusi yang diberikan juga tambal sulam. Maraknya kasus kekerasan, kejahatan, penyimpangan dan pelecahan seksual bukan hanya masalah individu yang tak mampu menjaga diri. Bukan juga masalah ketidaksetaraan dan ketimpangan gender. Namun, karena penerapan sistem sekularisme liberal. Sehingga dari kasus ini, menunjukkan kemerosotan moral individu saat ini diakibatkan pemisahan agama dari kehidupan. #justicefordevita” bunyi cuitan melalui caption feednya.