Rencana Kurikulum Baru di Tahun 2022, Bagaimana Kebijakannya?

peristiwa.info – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berencana menawarkan kurikulum baru yang lebih fleksibel di tahun 2022. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asasmen Pendidikan Kemendikbud Ristek, Anandito Aditomo.

Ia mengaku, kurikulum yang ditawarkan lebih berfokus kepada materi esensial dan tidak terlalu padat materi, karena hal itu dinilai penting, agar guru punya waktu untuk pengembangan karakter dan kompetensi. Dijelaskan bahwa kurikulum prototipe ini sedang diterapkan secara terbatas di 2.500 sekolah yang ada di seluruh Indonesia melalui program Sekolah Penggerak.

Dalam hal ini, Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyatakan sekolah tidak akan dipaksa untuk menggunakan kurikulum tersebut. Karena itu, Nadiem meminta tidak ada lagi kekhawatiran dari sekolah terkait keharusan menjalankannya.

“Kita tidak akan melakukan pemaksaan apapun dalam bentuk kurikulum.
Setiap sekolah yang ingin mencoba kurikulum baru atau yang masih ingin memakai kurikulum sekarang ini pilihan ada pada sekolah tersebut,” ujar Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Rabu, (1/12/2021).

Nadiem menambahkan, “Kita akan melakukan secara bertahap, secara tenang dengan kemerdekaan full sekolah tanpa paksaan. Dalam waktu dua tahun ini akan dilakukan monitoring dan obeservasi,”

Karena menurut Nadiem, kebijakan pemaksaan bagi sekolah untuk menjalankan kurikulum pasti tidak akan menuai hasil yang optimal. Ia juga menyebut pemerintah akan menyediakan platform teknologi untuk membimbing sekolah dalam proses transisi.

“Apapun yang dipaksakan, probabilitas suksesnya sangat rendah. Karena kemauan dari kepala sekolah dan guru untuk berubah adalah kriteria terpenting kesuksesan,” ujarnya.

Peliput : Zulfadilla Putri