Tak Kunjung Surut, Gubernur Kalbar Ungkap Kerusakan Alam Penyebab Banjir Kalbar

peristiwa.info – (18/11) Sudah hampir 4 pekan banjir di Sintang Kalimantan Barat tak kunjung surut. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang menyebut air masih menggenangi Kabupaten Sintang di 12 kecamatan yaitu Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Sintang, Binjai hulu, Tempunak, Kelam Permai, Sei Tebelian, Ketungau Hilir, Sepauk, Sedai, Serawai dan Ambalau. Akibatnya kurang lebih 140.468 orang terdampak dan 35.117 rumah terendam banjir dengan ketinggian hingga 3 meter.

Dikutip dari iNews.id, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa banjir di Sintang diakibatkan oleh kerusakan alam yang sudah bertahun-tahun.

“Kondisi alam kita saat ini memang banyak yang sudah rusak. Sebagian dikarenakan penebangan hutan dan benerapa aktivitas perkebunan dan pertambangan,“ kata Sutarmidji yang menyampaikan laporan kepada Presiden Jokowi secara virtual.

Presiden Jokowi sebelumnya menyebutkan kalau banjir di Sintang terjadi karena rusaknya daerah tangkapan banjir yang telah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Sutarmidji melanjutkan, sebagian besar perusahaan telah memanfaatkan kayu yang ada. Namun setelah ditebang habis hanya dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya untuk menanam pohon kembali.

“Saat air hujan turun, alam sudah mengaturnya. Berawal dari air jatuh ke daun lalu diserap ke dalam tanah. Kalau sekarang jatuh tapi tidak menyerap dan langsung mengalir ke sungai. Daya tampung sungai terbatas akhirnya tidak terkendali dan terjadilah banjir,” katanya.

Peliput: Fikri Wilman