Jalan Trans-Kalimantan Lumpuh Total, LAPAN Turut Respon Penyebab Banjir
peristiwa.info – (9/9) Dua pekan sudah banjir masih terus merendam Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah yang mengakibatkan ruas jalan Trans Kalimantan lumpuh total. Tingginya curah hujan membuat debit air terus meningkat dan meluap, sehingga merendam jalan dan sedikitnya 250 desa dengan ketinggian banjir yang mencapai antara 1-2 meter lebih.

IPDA Divani selaku Kasubdit Regident Polres Katingan mengatakan, “Situasi saat ini, debit air meningkat dari yang semula 1 m menjadi 110 cm. Untuk jalan penghubung antara Palangkaraya menuju Sampit ataupun sebaliknya terputus di gorong-gorong. Dan saat ini para pengendara harap memutar balikan kendaraannya karena jalan yang tidak bisa dilewati,” ujar IPDA Divani di tengah-tengah banjir tersebut.
Sementara itu dilansir dari Borneo24.com, Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan Pusat Sains dan Teknologi Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (TReAK PSTA–LAPAN), telah memprakirakan adanya potensi hujan yang menerus di wilayah Kalimantan.
Peneliti Klimatologi TReAK PSTA–LAPAN, Erma Yulihastin mengatakan potensi hujan deras tepatnya di Kalimantan Tengah dan Timur telah diprediksi oleh Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA) LAPAN, karena adanya pembentukan pusat-pusat konveksi yang dipicu oleh anomali sirkulasi angin di Kalimantan.
“Penguatan angin dari selatan mengalami pembelokan ke arah timur laut di sekitar bagian barat Sumatera dan bertemu dengan angin dari selatan di wilayah Kalimantan memicu terbentuknya pusat konveksi di Kalimantan,” ujar Erma.
Erma menuturkan suplai kelembapan yang tinggi juga terkonsentrasi di Kalimantan karena adanya penjalaran gelombang Kelvin dari barat, yang bertemu dengan Rossby dari timur. Hal tersebut berkontribusi terhadap peningkatan intensitas curah hujan di Kalimantan sehingga menyebabkan banjir. “Pola pertemuan kedua gelombang ini merupakan pengulangan pada saat banjir di Kalimantan barat pertengahan 14 Juli lalu,” tutup Erma.
Itulah penyebab banjir yang telah merendam Kabupaten Katingan, Kalimantan Selatan selama dua pekan ini. Selain menghambat jalur transportasi, banjir juga menyulitkan warga dalam beraktivitas seperti bekerja dan mengharuskan warga untuk mencari tempat pengungsian.
Peliput: Andrea Zahra
