Puluhan Warga Meninggal Usai Divaksin, Ini Penjelasan Komnas KIPI
peristiwa.info – Dilansir dari Kompas.com, Kamis, (20/05/2021). Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Safari mengungkapkan dari ratusan laporan KIPI, ada 30 kasus meninggal dunia usia vaksinasi Covid-19. Ketua Komnas KIPI mengatakan, tercatat ada 27 kasus meninggal dunia setelah divaksinasi menggunakan Sinovac. “Yang meninggal dari Sinovac ada 27,” kata Hindra dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX yang disiarkan kanal YouTube DPR RI, Kamis (20/5/2021).
Berdasarkan pernyataan Ketua Komnas KIPI bahwa dari 27 orang yang meninggal, 10 orang meninggal karena terinfeksi virus corona, 14 orang karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Kemudian 1 orang karena gangguan fungsi ginjal secara mendadak dan 2 orang karena diabetes mellitus serta hipertensi tidak terkontrol. “Kenapa kami bisa membuat diagnosis itu? Karena datanya lengkap. Diperiksa, dirawat di-rontgen, diperiksa lab, di CT-scan, dapat diagnosisnya,” ujarnya.

Kemudian untuk vaksin AstraZeneca terdapat 3 kasus meninggal dunia usai vaksinasi. Pertama, pemuda asal Jakarta usia 22 Tahun yang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Gelora Bung Karno (GBK). Usai divaksin, dia merasakan efek samping vaksinasi berupa pusing hingga demam. Pemuda tersebut menolak dibawa ke rumah sakit saat suhu tubuhnya 39 Celcius. Lalu, esok harinya kondisi semakin lemah dan meninggal dunia di klinik. Ketua Komnas KIPI mengatakan, pihaknya kekurangan data untuk menyatakan bahwa pemuda tersebut meninggal terkait vaksinasi. Kasus kedua juga terjadi di Jakarta oleh lansia berusia 60 tahun. Lansia tersebut bekerja sebagai tukang ojek dan diyakini meninggal dunia karena radang paru-paru. Terakhir, Ketua Komnas KIPI mengatakan, satu kasus meninggal dunia setelah divaksinasi AstraZeneca dialami oleh salah seorang warga Ambon berusia 45 tahun. Mulanya, ia mengeluhkan demam, batuk dan pilek. Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa positif Covid-19.

Mahasiswa ULM, Yunida Nisa Sholeha, menyampaikan pendapatnya tentang meninggalnya puluhan warga usai vaksinasi “Menurut saya orang-orang yang di beritakan meninggal disana tidak dapat di ambil kesimpulan bahwa vaksin yang di gunakan berbahaya karena masih sangat banyak orang-orang yang tidak bergejala setelah menerima vaksin tersebut. Masyarakat sangat banyak yang menolak di vaksin karena sejak awal sudah ada berita simpang siur mengenai vaksin yang masuk di indonesia, jadi dengan ada nya berita seperti itu bisa saja semakin memperkuat argumen mereka tentang vaksin bahwa sebenarnya baik untuk pencegahan penularan virus covid-19.”
Peliput : Ahmad Ilham Anwar
