Menilik Tragedi 23 Tahun Lalu di Indonesia
peristiwa.info – Tepat 23 tahun silam, terjadi beberapa tragedi besar di bulan Mei 1998 yang sempat menggemparkan tanah air, diantaranya adalah penjarahan, kerusuhan, pemerkosaan, Tragedi Trisakti, hingga mundurnya Presiden Soeharto yang mengakhiri era Orde Baru. Pada masa pemerintahan era Orde Baru, Jakarta menjadi ibu kota yang paling sering dilanda kerusuhan. Tercatat selama Presiden Soeharto menjabat telah terjadi 3 kerusuhan besar di Jakarta, yaitu pada tahun 1974, 1996 dan 1998.
Gerakan mahasiswa tercatat berawal sejak pertengahan 1997 saat terjadinya krisis ekonomi. Berbagai aksi yang dilakukan mahasiwa untuk mengkritik pemerintah ini pada akhirnya mencapai puncaknya pada tanggal 18 Mei 1998 dengan aksi mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR.

Aksi damai yang dilakukan ribuan mahasiswa Trisakti di depan kantor Walikota Jakarta Barat yang pada awalnya direncanakan di Gedung DPR/MPR, berubah karena adanya aparat yang menghadang. Aksi yang awalnya berlangsung tenang berubah menjadi mencekam saat terdengar suara tembakan dari para aparat, yang membuat para mahasiswa berlarian untuk menyelamatkan diri. Para aparat pun terus menembakkan gas air mata hingga kedalam kampus tempat para mahasiswa berlarian.
Setidaknya ada 6 mahasiswa tewas dalam kejadian tersebut. Tragedi berdarah ini memicu munculnya kemarahan dan terbentuknya aksi solidaritas mahasiswa.

Kondisi tanah air yang genting membuat Presiden Soeharto mempercepat kepulangannya dari Mesir yang mana pada saat itu Ia sedang menghadiri KTT G-15 disana. Suasana semakin panas ketika mahasiswa dan rakyat turun ke jalan di berbagai kota pada 20 Mei 1998. Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan siap berdiri di barisan depan Bersama rakyat untuk memperjuangkan reformasi.
Presiden Soeharto semakin terdesak untuk mengundurkan diri setelah para menteri nya mengundurkan diri dari kabinet, dan pada 21 Mei 1998, pukul 09.00 WIB, Soeharto menyatakan mundur disusul dengan pengangkatan BJ Habibie sebagai Presiden RI ke 3. Pernyataan pengunduran diri Soeharto ini sekaligus menutup era Orde Baru dan membuka era reformasi yang sudah di elu-elukan para mahasiswa dan rakyat.
Peliput : Aditya Maulana
