Banjir Bandang Terjang NTT, Korban Jiwa Terus Bertambah
peristiwa.info– Banjir bandang dan longsor akibat hujan deras melanda sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 April 2021 dini hari. Bencana itu menimbulkan korban jiwa dan ribuan orang terdampak.
Menurut data terakhir yang didapatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin, 5 April pukul 14.00 WIB, korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 10 kabupaten dan 1 kota di NTT bertambah menjadi 68 orang. Angka ini merupakan jumlah keseluruhan dari 11 daerah terdampak. Selain itu, BNPB juga mencatat sebanyak 70 orang hilang dengan rincian 26 orang di Flores Timur, 16 orang Lembata dan 28 orang dari Alor.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan penyebab terjadinya bencana alam banjir bandang di NTT tersebut dipicu cuaca buruk akibat badai atau siklon tropis Seroja.
Dikutip dari Kompas.com, sejumlah desa yang terdampak bencana ini antara lain, Desa Nelemadike dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng), Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Wotan Ulu Mado), dan Desa Duwanur, Waiwadan dan Daniboa (Adonara Barat). Pendataan dan verifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur, masih terus dilakukan. Selain itu, BPBD Flores TImur menyebutkan beberapa kendala yang dihadapi dalam mendukung upaya penanganan darurat. Kendala itu di antaranya, akses utama melalui penyeberangan laut, sedangkan kondisi hujan, angin dan gelombang membahayakan pelayaran kapal.
Samapai saat ini, sejumlah kota/kabupaten di NTT mengalami pemadaman listrik. Pemadaman terjadi karena tiang listrik yang rusak akibat banjir bandang.
Tagar #PrayForNTT mulai menduduki Trending Topic Twitter Indonesia dengan cuitan sebanyak lebih dari 206.000 tweet. Banyak warganet dari berbagai wilayah di Indonesia yang memanjatkan doa keselamatan bagi masyarakat NTT hingga meminta bantuan kepada pemerintah.
