Jangan Terlewatkan, Kompetisi Debat Hukum Diesna FH ULM ke-62

peristiwa.info – Diesnatalis Fakultas Hukum Ke – 62 Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan Kompetisi Debat Hukum 2020 dengan tema “Restorasi Nilai Pancasila dalam Penyelesaian Problematika Hukum”.

Pendaftaran dibuka dari tanggal 07-01 Desember 2020 dan telah diketahui terdapat enam tim dengan jumlah delapan belas peserta yang mengikuti kompetisi debat ini.

Acara ini akan diselenggarakan selama tiga hari, dimulai dengan technical meeting pada tanggal 4 Desember 2020 dan kompetisi dilanjutkan pada tanggal 5-6 Desember 2020 yang bertempat di Ruang 2 Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat.

Kompetisi ini akan dibagi menjadi tiga babak, untuk babak penyisihan terdapat tiga mosi yang akan didebatkan. 

“Mosi yang pertama ialah Undang- Undang Cipta Kerja sebagai bentuk upaya pensejahteraan buruh, mosi yang kedua adalah penunjukan jabatan wakil kepala desa melalui pengangkatan dan yang ketiga usul pembubaran partai politik oleh masyarakat,” ujar Nensy selaku penanggung jawab kompetisi debat ini.

“Dilanjutkan dengan babak semifinal dengan mosi pertama penyelenggara pilkada disaat pandemik, dilanjutkan dengan mosi kedua yaitu pengesahan rancangan uu penghapusan kekerasan seksual pada perempuan dan mosi yang ketiga adalah penempatan kursi bagi perempuan di parlemen harus di atur didalam undang-undang. Kemudian peserta yang lolos akan lanjut ke babak final dengan mosi kriminalisasi  mahasiswa saat mengeluarkan pendapat didepan umum,” jelasnya kembali. 

Pada kompetisi debat ini, akan mendatangkan alumni dari LP2DH FH ULM sebagai dewan juri. Dan pada tahun ini terdapat perbedaan dari kompetisi debat sebelumnya.

“Kompetisi debat tahun ini terdapat sedikit perbedaan karena dapat diikuti oleh semua fakultas yang ada di Universitas Kalimantan Selatan. Kenapa kami memperuntukkan ke semua fakultas? Karena kita hidup di Indonesia dimana terdapat restorasi Pancasila, bukan hanya orang hukum saja yang dapat memulihkan nilai nilai Pancasila tapi orang orang pada umumnya,” tutupnya.

Peliput: Akhmad Ramadhani dan Yuni Ogi Ani