Awas! Penipuan Modus Baru “Dosen Minta Pulsa”

Modus penipuan semakin hari semakin beragam pula rupanya. Kali ini ada modus penipuan baru yang terjadi di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (FH ULM), modus yang dilakukan pelaku yaitu mengirimkan pesan singkat dengan mengaku sebagai dosen pengajar FH dan meminta untuk diisikan pulsa dengan nominal yang cukup besar, yang akan dibayarkan nanti kepada korban. Parahnya penipu ini tidak hanya meminta diiisikan pulsa pada satu nomor saja tetapi tiga nomor sekaligus.

Malangnya, sudah ada mahasiswa FH yang menjadi korban penipuan ini. Awalnya korban merasa sangat kesal, karena telah tertipu dan mengalami kerugian sebesar Rp. 462.000, namun akhirnya menganggap hal tersebut sebagai pelajaran agar lebih teliti dan tidak mudah percaya untuk ke depannya. Berikut kronologis kejadian yang diceritakan oleh korban,

“Awalnya si penipu ini menghubungi salah satu teman di kelas saya dan menanyakan siapa mahasiswa yang menjual pulsa, kemudian diberikanlah nomor telepon saya kepada penipu yang mengaku sebagai dosen ini. Awalnya saya juga curiga, karena banyak sekali nomor yang harus diisikan pulsa, tetapi teman saya meyakinkan bahwa itu memang dosen kami dan saat itu pun si penipu terus mendesak saya untuk mengisikan pulsa. Saya pikir mungkin dosen saya sedang sangat memerlukan pulsa, karena itu langsung saya kirimkan sesuai permintaan. Setelah saya mengirimkan pulsa yang diminta, barulah nomor si penipu tidak bisa dihubungi dan disitu saya baru menyadari bahwa saya telah ditipu,” tuturnya.

“Modus seperti itu kan memang sudah sering terjadi seharusnya mahasiswa jangan cepat percaya. Dulu juga pernah terjadi penipuan yang mengatasnamakan dosen seperti itu dan yang saya sesalkan kenapa mahasiswa bisa cepat sekali mempercayai modus penipuan seperti itu. Pesan saya untuk mahasiswa jangan cepat percaya tanpa cek and ricek dulu,” ujar salah satu dosen FH ULM yang namanya digunakan oleh penipu.

Jadi untuk teman – teman, sebaiknya jangan mudah percaya dan lakukanlah pengecekkan dulu sebelum bertindak.

#peristiwanews

Peliput: Isaura

Editor: Alifa