Terlibat Skandal Penyelundupan, Direktur Utama Garuda Indonesia Resmi Diberhentikan
peristiwa.online – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara resmi mengumumkan pemberhentian Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara pada Kamis (5/12/2019) kemarin. Diketahui menjabat semenjak September 2018, pria yang kerap disapa Ari Askhara (AA) ini diberhentikan dengan alasan penyelundupan onderdil motor Harley Davidson melalui pesawat Airbus 330-900 yang dipesan oleh Garuda Indonesia dari Perancis.
Terungkapnya tindakan ilegal yang dilakukan AA merupakan hasil pemeriksaan internal perusahaan. Pemeriksaan itu dilakukan oleh Komite Audit dan Dewan Komisaris PT. Garuda Indonesia. Hasil pemeriksaan menunjukkan Ari didapati memerintahkan bawahannya pada 2018 mencari motor dengan jenis Harley-Davidson Shovelhead keluaran 1970-an.

Selanjutnya, pembelian dilakukan sejak April 2019 dibantu orang berinisial LJ untuk mengurus pengiriman. Lalu uang dibayarkan melalui finance manager Garuda di Amsterdam, Belanda. Ari Askhara juga diketahui menjadi salah satu direksi Garuda yang mengikuti penerbangan pesawat Airbus 330-900 dari Toulouse, Perancis ke Bandara Soekarno-Hatta, sebagaimana disebut dalam manifes penumpang penerbangan bernomor GA 9721.
Dilihat dari sudut pandang hukum, kasus ini telah melanggar Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 76/2019 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru (BMTB). Merujuk pada lampiran Permendag tersebut, Kode HS (Harmonized System) untuk onderdil Harley-Davidson Shovelhead — yaitu kode 87.11, tidak terdapat dalam daftar BMTB yang diizinkan untuk diimpor oleh pemerintah. Artinya, pemasukan onderdil motor gede bekas ini telah melanggar ketentuan yang telah diatur dalam Permendag tersebut.

Terungkapnya skandal penyelundupan ini menambah catatan buruk Garuda Indonesia di bawah kepemimpinan Ari Askhara. Sebelumnya, pada tahun 2018 manipulasi laporan keuangan perusahaan sempat mencuat ke permukaan. Saat itu, sempat muncul petisi untuk mendesak pencopotan Ari Askhara dari posisi Direktur Utama.
“Saya sangat sedih ketika kita ingin mengangkat citra BUMN, membangun kinerja BUMN, tapi kalau oknum-oknum di dalamnya tidak siap ini yang terjadi,” ungkap Erick Thohir dalam konferensi pers. Rencananya, Erick juga akan merombak jajaran direksi PT. Garuda Indonesia yang dicurigai terlibat dan menempatkan figur-figur baru yang dinilai memiliki integritas.
(Dikutip dari berbagai sumber.)
Peliput: Satria P.
