Hasil Konferensi Pers BEM ULM Terkait Isu yang Beredar

peristiwa.online – Kamis, 05 September 2019, telah diadakan press conference mengenai isu-isu yang beredar tentang BEM Universitas Lambung Mangkurat. Dihadiri oleh Akhmad Jamaludin selaku wakil ketua BEM, Ahdiat Zairullah selaku sekretaris jendral dan segenap jajaran pengurus Kabinet ACC, kegiatan ini berlangsung di sekretariat BEM ULM pada pukul 16.30 WITA, juga hanya dikhususkan untuk dihadiri oleh Pers Mahasiswa se-ULM.

  • Apa alasan pihak BEM ULM mengundang Pers Mahasiswa?

Akhmad Jamaludin : “Kami akan menceritakan semuanya di sini, berharap teman-teman pers mahasiswa bisa membantu menyebarluaskan dan membuka mata teman-teman yang lain tentang kebenaran ini.
Karena adanya isu-isu dari internal maupun eksternal, maka dibentuklah tim audit untuk meneliti sampai ke akarnya dan membandingkan dengan laporan-laporan yang ada. Saat rapat bulanan setelah PKKMB, di sana dibuka semua isu yang beredar dan sudah disinggung ke ketua. Dana yang ada di ketua sebesar Rp 7.100.000,00 beserta laporan mengenai UKM mana saja yang mendapatkannya. Sudah ditanyakan pada ketua tentang rincian dana, UKM mana saja yang dapat dan kelanjutannya karena dana itu tidak masuk ke pendataan bendahara. Yang disampaikan ketua di rapat bulanan BEM sama persis dengan apa yang disampaikan ke UKM lain bahwa dana itu ketua-lah yang menginisiasi, membuat proposal, merancang anggaran dengan pihak kemahasiswaan rektorat dan lain sebagainya.

Dengan hal itu, anggota BEM mempersilakan ketua untuk mengelolanya karena dana sebagian sudah dibagikan dan apabila dikembalikan ke bendahara umum, maka proses harus diulang dari awal. Namun tidak lama setelah rapat bulanan diadakan, terjadilah aksi pertama dari para UKM-U yang menanyakan tentang dana tersebut karena jumlah yang seharusnya diterima tidak sesuai dengan jumlah yang dibagikan. Untuk dana tersebut, anggota dan pengurus inti yang lain baru mengetahuinya setelah dibuka saat rapat bulanan (21/8) sehingga para pengurus yang lain tidak berani ikut campur dalam pengelolaan dana tersebut.

Pengurus inti beserta ketua departemen mewakili anggota departemennya mengadakan rapat mendadak sehari setelah aksi pertama karena dirasa sangat genting, dan memutuskan untuk membekukan ketua BEM secara internal. Tidak bisa membekukan secara penuh karena itu merupakan kewenangan DPM. Harapan kami dengan dibekukannya ketua BEM saat itu adalah agar mengamankan program kerja yang akan dilakukan oleh BEM ke depannya. Disepakati juga oleh ketua BEM sendiri. Keesokan harinya saat aksi kedua, ketua BEM malah meminta waktu 3 × 24 jam untuk mengundurkan diri.”

Ahdiat Zairullah : “Kami dari BEM Kabinet ACC tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam kisruh dana PKKMB. Kami ingin teman-teman mahasiswa bijak dalam melihat permasalahan ini, bahwasanya yang melakukan atau bersalah atas hal ini hanya satu orang saja, bukan satu lembaga. Permasalahan ini pun akhirnya berdampak pada kinerja BEM sendiri. BEM sendiri akan tetap berjalan dengan program-program kerjanya meskipun satu oknum dari BEM sedang bermasalah.”

  • Apakah pengurus mempertanyakan latar belakang Ketua BEM melakukan itu?

Akhmad Jamaludin : “Sebenarnya kami pun mempertanyakan hal yang sama, namun kami tidak mengambil pusing atas hal itu karena memang dari ketuanya sendirilah yang dari awal sudah menginisiasi itu.”

  • Bagaimana tanggapannya terhadap pernyataan dari ketua BEM yang ingin mengundurkan diri?

Ahdiat Zairullah : “Memang sebenarnya tidak boleh mengundurkan diri, karena apabila mengundurkan diri artinya lari dari masalah. Masalah ini harus dikupas tuntas. Pilihannya hanya ada 2, lanjut atau berhenti. Silakan lanjut apabila merasa memiliki dalih bahwa dia benar, apabila tidak maka sejarah harus mencatat bahwa ketua BEM ini diturunkan bukan mengundurkan diri.”

  • Apakah BEM sudah mengusut kemana saja sisa dananya?

Akhmad Jamaludin : “Dari BEM sendiri sebenarnya sudah menyelidiki hal tersebut setelah teman-teman dari UKM-U melakukan aksi dua kali karena kami juga tidak ingin menjadi kambing hitam. Kami coba menyelidiki kepada pihak UKM-U dan rektorat. Sisa dari dana PKKMB untuk UKM-U telah dibayarkan semuanya, sudah tidak ada lagi sisa di pihak BEM.

Mengembalikan kepercayaan mahasiswa kepada BEM ULM, dan klarifikasi ini merupakan salah satu upaya kami untuk memberi kejelasan dan menekankan bahwa yang terlibat dalam masalah tersebut hanya satu orang, bukan BEM secara keseluruhan.”

  • Bagaimana dengan isu mengenai penyelewangan dana relawan?

Akhmad Jamaludin : “Untuk penyelewengan dana relawan daftar ulang mahasiswa baru memang semua Hendrawan yang mengelolanya, karena dia sendiri yang terjun ke lapangan dan mengetahui massanya. Hendrawan sempat menanyakan ke ketua BEM, apakah dana relawan ini langsung dibagikan saja atau ditampung dulu ke bendahara. Setelah itu ketua BEM mengambil alih untuk memegang dana relawan tersebut, baru setelah itu dibagikan. Namun untuk masalah ini, dari BEM sendiri belum terlalu mendalami hal tersebut karena masih harus menuntaskan perihal dana UKM-U. Sama seperti kasus dana UKM-U, pengurus inti BEM tidak mengetahui tentang dana relawan ini. Baru mengetahuinya setelah tim audit yang menemukan adanya data nominal beserta siapa saja orang yang berhak menerimanya.

Dana relawan daftar ulang sendiri sebesar Rp 5.500.000,00. Untuk sisa dana UKM-U sendiri sudah dibayarkan lunas oleh ketua BEM. Kami tidak tahu dan tidak mau tahu dari mana uang untuk menyelesaikan masalah itu, yang terpenting tuntutan teman-teman UKM-U bisa terpenuhi. Lagipula itu memang tanggung jawab dari ketua BEM sendiri.”

  • Lalu bagimana tanggapannya mengenai sidang istimewa?

Akhmad Jamaludin : “BEM sangat menunggu sidang istimewa tersebut, agar masalah ini cepat selesai. Sehingga teman-teman mahasiswa juga bisa tahu kesimpulan tentang masalah ini. Dengan diadakannya pertemuan hari ini pun, kami berharap bisa memberikan sedikit informasi tentang masalah ini dan bisa diinformasikan baik kepada mahasiswa ULM, civitas akademika maupun eksternal ULM. Kami juga berharap agar BEM tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan program-program kerja yang sudah direncanakan.”

“Selain itu, kami juga berharap kita sebagai KM bisa selayaknya bagaimana KM itu sendiri, kami senang apabila teman-teman ada merasa kurang pas dengan kami lalu mengritik kami, itu artinya kami diperhatikan oleh teman-teman semua. Sebagaimana sebaliknya kami kepada teman-teman semua. Semoga kita semua, bukan hanya dari internal BEM saja, bisa mengambil hikmah atas kejadian ini. Pesan juga untuk kita semua agar tidak cepat termakan oleh isu-isu tidak jelas dan berlebihan yang beredar di luaran sana,” tutupnya.

 

Peliput : Selly A.