Kisah Berakhirnya Perjalanan Perdana Mengelilingi Dunia yang Melibatkan Orang Indonesia

peristiwa.online – Di era globalisasi yang mengandalkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perjalanan antarnegara atau bahkan antarbenua bukanlah suatu masalah. Fasilitas transportasi yang ada seperti pesawat, kereta api, kapal, dan lain sebagainya sudah hadir dan menjadi andalan untuk menemani perjalanan kemanapun kita mau.

Kembali kepada era di mana perjalanan lintas negara bahkan lintas benua terdengar asing di telinga, ekspedisi mengelilingi dunia dilakukan pertama kali pada tahun 1519. Adapun tokoh yang menginisiasinya adalah seorang petualang asal Portugal bernama Ferdinand Magelhaens. Bersama 239 orang lain yang dipercaya menjadi awak kapalnya, Ferdinand benar-benar melakukan perjalanan jalur laut menuju tempat-tempat yang belum diketahui keberadaannya. Uniknya, Magelhaens menyertakan satu orang Melayu Sumatera yang dikenal sebagai Enrique de Malacca. Ia juga dikenal memiliki nama alias Panglima Awang.

Diceritakan oleh Antonio Pifagetta, juru tulis kepercayaan Magelhaens yang ditugaskan membuat laporan perjalanan, mulanya Enrique dijadikan budak oleh Magelhaens saat ia masih berusia 14 tahun sebelum dipercaya untuk mengikuti ekspedisi mengelilingi dunia tersebut. Remaja ini kemudian dipanggil “Enrique si Hitam” oleh Magelhaens dan awak kapal lainnya. Enrique dipercaya Magelhaens sebagai penerjemah dan penunjuk arah dalam perjalanannya menuju Asia Tenggara atau yang mereka sebut sebagai “kepulauan rempah”. Sebagai orang Melayu asli, Enrique berperan besar menerjemahkan bahasa Melayu untuk membantu komunikasi Magelhaens dengan para pedagang rempah di Asia Tenggara. Selain itu, Enrique juga menguasai bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, dan beberapa bahasa asing lainnya.

Namun, Magelhaens tidak sepenuhnya menyelesaikan ekspedisi mengelilingi dunia yang dia inisiasi sendiri. Ia terlibat perang dengan penduduk Filipina sesaat setelah kelompok ekspedisi singgah disana, hingga ia tewas pada 27 Maret 1521. Roda kepemimpinan pun diambil alih oleh Juan Sebastian Elcano dan ekspedisi mengelilingi dunia berlanjut. Kelompok ekspedisi pun sempat tiba di Indonesia, tepatnya di Kepulauan Tidore pada 6 November 1521 untuk melakukan perdagangan rempah-rempah.

Sayangnya, rintangan kembali menghadang disaat kelompok ekspedisi sudah bersiap kembali menuju Eropa. Diantaranya ialah badai di tengah laut dan peperangan yang terjadi dengan kelompok ekspedisi lain. Juan Sebastian Elcano mengambil keputusan bahwa beberapa kapal harus ditinggalkan dan terbengkalai di tengah laut, sementara kapal Victoria menjadi satu-satunya armada yang berhasil kembali ke Spanyol pada tanggal 6 September 1522.

Adapun dua tokoh kepercayaan Magelhaens dalam perjalanan tersebut, Pifagetta beserta Enrique diyakini berhasil menyelesaikan ekspedisi mengelilingi dunia ini hingga kembali menuju Spanyol.

Peliput : Satria P.