Desakan Greenpeace kepada Pemerintah, “Segera Tangani Krisis Iklim yang Menyengsarakan”
peristiwa.info – Menyoroti lambannya penanganan krisis iklim selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi protes dengan membentangkan baliho di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi ini menyoroti rentetan bencana ekologis yang berdampak pada lingkungan dan perekonomian masyarakat. Berdasarkan riset “Besok Harga Naik!”, kelompok pekerja rentan, seperti nelayan dan pekerja lepas, turut terdampak akibat penurunan pendapatan di tengah meningkatnya biaya hidup.
Dalam aksi tersebut, sejumlah baliho dibentangkan dengan pesan yang berbeda, tetapi saling berkaitan. Baliho pertama bertuliskan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”. Baliho kedua memuat seruan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”, sementara baliho lainnya bertuliskan “Orang Baik Memilih Energi Baik”. Selain itu, tiga aktivis terlihat berada di atas Tugu Selamat Datang sambil membawa baliho bertuliskan “Lawan Perusak Hutan” dan “Reformasi Dikorupsi”.
Laporan riset tersebut menemukan bahwa dampak krisis iklim kini telah berkembang menjadi ancaman ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah aglomerasi Jawa. Beban terbesar berasal dari kenaikan biaya pangan sebesar 41%, diikuti penurunan produktivitas dan pendapatan sebesar 39%, serta kendala akses terhadap tempat tinggal dan transportasi sebesar 20%.

Di tengah meningkatnya beban hidup masyarakat, klaim Presiden Prabowo mengenai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45% dinilai belum mencerminkan kesejahteraan yang merata. Greenpeace menyoroti bahwa pertumbuhan tersebut berlangsung di tengah persoalan kerusakan lingkungan, sementara masyarakat berpenghasilan rendah harus menghadapi dampaknya.
Masyarakat pun terpaksa bertahan hidup dengan memangkas pengeluaran esensial, mencari pekerjaan sampingan, hingga mencoba memproduksi pangan secara mandiri. Dalam riset tersebut, Greenpeace juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai berpotensi memperburuk kondisi masyarakat, termasuk pemangkasan anggaran penanggulangan bencana dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang disebut memicu kenaikan harga pangan.
Berdasarkan temuan tersebut, Greenpeace mendesak pemerintah untuk tidak hanya berfokus pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga merumuskan kebijakan iklim yang mampu melindungi kesejahteraan masyarakat. Greenpeace menilai bahwa pemerintah perlu mengambil langkah nyata agar masyarakat tidak terus menanggung sendiri dampak krisis iklim dan kenaikan biaya hidup.
Peliput : Zefanya Maehka Rizky Ananda
Editor : Eldya Rosada
