Erupsi Anak Krakatau Mereda, Aktivitas Penerbangan Berangsur Normal

Peristiwa Info -Sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi pada Selasa, 8 September 2026. Aktivitas erupsi dari Gunung Anak Krakatau mulai terlihat sejak Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 23.07 WIB, dengan sebaran abu vulkanik kemudian berdampak pada ruang udara dan operasional penerbangan.

Kementerian Perhubungan menyatakan Bandara Soekarno Hatta di Banten, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung kembali aktif mulai Selasa, 8 September 2026 pukul 00.01 WIB. Selanjutnya, Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe di Banten kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB. Sementara itu, Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung masih menunggu perkembangan kondisi lebih lanjut.

Sebelumnya, sejumlah bandara ditutup sementara sebagai langkah keselamatan karena sebaran abu vulkanik dapat mengganggu operasional penerbangan. Arah sebaran abu yang dinamis membuat otoritas perlu memastikan kondisi ruang udara aman sebelum penerbangan kembali dilakukan. Abu vulkanik juga dapat membahayakan pesawat apabila masuk ke dalam mesin dan mengganggu kinerjanya.

Dampak penutupan bandara tersebut cukup besar. Hingga Senin, 7 September 2026 sore hari, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mencatat sebanyak 2.961 penerbangan, terdiri atas 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional, mengalami perubahan operasional akibat sebaran abu vulkanik. Jumlah penumpang yang terdampak mencapai sekitar 341.000 orang, dengan dampak berupa pembatalan, penundaan, maupun pengalihan penerbangan.

Pembukaan kembali bandara dilakukan setelah pemantauan dan evaluasi kondisi abu vulkanik. BMKG melakukan pengujian paper test secara berkala serta memantau pergerakan abu secara real time. Pada pemantauan Selasa, 8 September 2026, BMKG menyatakan ruang udara dan area landasan sejumlah bandara telah dinyatakan aman dari sebaran material abu vulkanik. Meski demikian, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dipantau, termasuk adanya erupsi kecil yang kembali teramati pada pagi hari.

Dengan kembali beroperasinya sejumlah bandara, aktivitas penerbangan mulai berangsur berjalan kembali dengan tetap mengutamakan keselamatan. Otoritas bandara dan maskapai juga diwajibkan melakukan pemeriksaan terhadap armada pesawat, sementara pilot dan kru penerbangan harus memperhatikan wilayah udara yang dibatasi akibat sebaran abu vulkanik. Penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui bandara terdampak disarankan memeriksa status penerbangan dan jadwal keberangkatan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Peliput : Geanisya Ayu Rahmanata

Editor : Muhammad Hairana Dhiaulhaq