Taufiq Ismail, Maestro Sastra Indonesia, Diakui Dunia Lewat UWRF Award
peristiwa.info – Sastrawan senior Taufiq Ismail dianugerahi penghargaan seumur hidup (Lifetime Achievement Award) dari Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam perkembangan sastra Indonesia. Penghargaan ini diberikan di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta, pada Rabu, 1 Oktober 2025 dan akan kembali dirayakan saat UWRF berlangsung di Bali pada akhir Oktober 2025.
Menurut Co-Founder sekaligus Direktur UWRF, Janet DeNeefe, Taufiq dipilih karena kiprahnya yang mampu memberi pengaruh lintas generasi. Ia dikenal aktif menginspirasi generasi muda melalui program Siswa Bertanya, Sastrawan Menjawab, serta perannya sebagai pendiri majalah sastra bulanan Horison yang menjadi wadah penting dalam perkembangan kesusastraan Indonesia.
Dalam sambutannya, Taufiq menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan tersebut, terlebih karena bertepatan dengan usianya yang menginjak 90 tahun pada Juni 2025. Ia juga berharap UWRF terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi literasi di Indonesia.
Sebelumnya, Taufiq juga memperoleh penghargaan lain, di antaranya enam jilid buku 90 Tahun Taufiq Ismail yang diluncurkan pada peringatan Hari Sastra Indonesia ke-12 oleh Kemendikbudristek. Tak hanya itu, pada Agustus 2025, ia dianugerahi Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Mahaputra Nararya atas jasa besarnya dalam bidang seni dan budaya, khususnya sastra.

Lahir pada 25 Juni 1935, Taufiq Ismail dikenal sebagai salah satu penyair legendaris sekaligus pelopor Generasi 66. Sepanjang kariernya, ia telah menulis banyak karya penting dan menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Southeast Asian Writers Award tahun 1994. Beberapa karyanya yang populer antara lain Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Tirani dan Benteng, Sajak Ladang Jagung, Kenalkan, Saya Hewan, serta Prahara Budaya: Kilas Balik Ofensif Lekra/PKI dkk.
Peliput : Sheryn Abigail Joanna Demak Siagian
Editor : Nur Maulidah Putri
