Film Pirunduk Angkat Mitos Banjar, Libatkan Talenta Lokal Kalimantan
peristiwa.info- Film horor Pirunduk garapan Bima Sakti Pictures berhasil mencuri perhatian publik. Bukan sekadar menyajikan kisah mistis khas Kalimantan Selatan, film ini juga melibatkan tenaga kerja lokal secara dominan. Sekitar 60 persen kru berasal dari daerah setempat, termasuk aktor-aktor baru yang terpilih dari proses casting terbuka dengan ratusan pendaftar. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk memberdayakan sumber daya manusia lokal sekaligus menumbuhkan potensi industri kreatif daerah.
Menurut sang produser, Budi Ismanto, Pirunduk diangkat dari mitos Banjar tentang ajian bernama sama yang dipercaya memiliki kekuatan gaib dan menjadi bagian dari cerita turun-temurun di tengah masyarakat. Kisah tersebut kemudian dikembangkan menjadi film layar lebar yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian budaya. Dalam penggarapannya, nuansa lokal tetap dijaga kuat, baik dari segi cerita, karakter, hingga bahasa yang digunakan.
Proses produksi dilakukan di berbagai lokasi otentik yang mencerminkan atmosfer khas Kalimantan Selatan, seperti tepian Sungai Barito, permukiman tradisional, dan rumah-rumah adat yang menyimpan nilai historis sekaligus nuansa mistis. Musik tradisional, elemen cerita rakyat, serta gaya bertutur lokal turut dihadirkan untuk memperkuat kesan horor yang membumi. Keputusan untuk menyatukan elemen-elemen budaya ini bukan hanya memperkaya estetika film, tetapi juga mempertegas identitas Banjar di layar lebar.
Menariknya, meski hanya melibatkan empat aktor nasional, mayoritas pemain dalam Pirunduk merupakan penduduk asli Kalimantan Selatan. Hal ini mempertegas bahwa film ini bukan sekadar produk hiburan berorientasi pasar, tetapi juga bagian dari gerakan budaya. Budi berharap Pirunduk dapat menjadi pemantik munculnya karya-karya film panjang dari daerah lain di Kalimantan, serta membuka ruang apresiasi yang lebih luas terhadap budaya Banjar melalui pendekatan horor yang autentik, segar, dan relevan.
Peliput : Nahdya Khilyana
