Industri Televisi Lakukan PHK Massal, Efisiensi Jadi Alasan Utama

peristiwa.info – Menjelang Hari Buruh pada awal Mei 2025, telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap sejumlah karyawan di industri televisi Indonesia. PHK ini dilakukan oleh pihak manajemen sebagai bagian dari upaya efisiensi dan restrukturisasi internal, menyusul tantangan berat yang dihadapi industri media, termasuk pergeseran perilaku penonton dan penurunan pendapatan iklan.

Salah satu momen yang menjadi sorotan publik dari peristiwa ini adalah siaran terakhir program Kompas Sport Pagi yang dibawakan oleh presenter senior Gita Maheswari. Dalam siaran terakhirnya, Gita menyampaikan, “Tak terasa inilah akhir perjalanan panjang Kompas Sport Pagi selama hampir 12 tahun. Kami hadir menemani Anda dengan berbagai macam berita olahraga, baik dari dalam maupun luar negeri, serta kabar inspiratif dari atlet kebanggaan Indonesia dan dunia.” Suara Gita bergetar, dan air matanya jatuh saat mengucapkan terima kasih kepada pemirsa setia. Momen emosional ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, memunculkan simpati dari netizen di berbagai platform.

PHK massal yang terjadi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak media konvensional lainnya yang kini menghadapi pergeseran perilaku penonton dan tekanan finansial. Digitalisasi konten dan meningkatnya konsumsi media melalui platform daring seperti YouTube, TikTok, dan media sosial lainnya menyebabkan penurunan signifikan pada pemirsa televisi tradisional. Akibatnya, pendapatan iklan yang sebelumnya menjadi tulang punggung bisnis televisi juga ikut menurun drastis.

Situasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa industri media tengah berada di persimpangan jalan, di mana adaptasi terhadap perubahan zaman menjadi kunci untuk bertahan. Para pekerja media pun kini menghadapi ketidakpastian yang semakin besar dan ke depannya langkah-langkah strategis dari pelaku industri sangat dibutuhkan agar dampak serupa tidak terus meluas.

Peliput : Eka Afrillia

Editor : Yunita Alifah Haura