Karya Anak Bangsa, Jumbo Tembus 1 Juta Penonton dalam Sepekan
acara.info – Film animasi terbaru asal Indonesia, Jumbo, mencetak prestasi gemilang dengan menembus satu juta penonton hanya dalam waktu kurang dari sepekan sejak penayangannya pada 4 April 2025. Pencapaian ini menjadikan Jumbo sebagai film animasi terlaris di Indonesia, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir dengan 642 ribu penonton delapan tahun lalu.

Di balik kesuksesan ini, terdapat proses kreatif yang panjang dan penuh dedikasi. Jumbo merupakan hasil kolaborasi lebih dari 420 animator dan kreator lokal yang mengerjakan proyek ini selama lima tahun. Film ini tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga menyuguhkan narasi yang kuat. Ceritanya berpusat pada sosok Don, seorang anak berusia 10 tahun yang berjuang membuktikan dirinya melalui panggung seni setelah kehilangan buku dongeng peninggalan orang tuanya.
Keberhasilan Jumbo tidak berhenti pada pencapaian domestik. Film ini dijadwalkan tayang di 17 negara, mulai dari kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Eropa Timur seperti Rusia, Ukraina, serta negara-negara Baltik. Hal ini menunjukkan bahwa animasi lokal semakin mendapat tempat di mata dunia, serta membuka peluang lebih luas bagi film animasi Indonesia untuk bersaing secara global.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut antusias pencapaian ini. Ia menyatakan bahwa Jumbo menjadi simbol kebangkitan industri animasi nasional. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya kreatif yang mampu menghasilkan karya dengan standar internasional, sekaligus memperkuat posisi film nasional di kancah dunia.
Dengan torehan prestasi ini, Jumbo menjadi bukti nyata bahwa animasi Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Film ini tidak hanya menyuguhkan hiburan berkualitas, tetapi juga mengangkat martabat industri lokal di tengah gempuran film-film asing. Ke depannya, diharapkan semakin banyak produk animasi lokal yang mampu menembus batas dan menginspirasi generasi kreatif berikutnya.
Peliput: Syarifah Nawwal Aliya & Valencia Artha Ulina Damanik
Editor: Diah Anggun Maruti
Sumber: https://detikpop.com
