Universitas Lambung Mangkurat Gandeng PT FreePort untuk Restorasi Hutan Mangrove
peristiwa.info – Jumat, (28/02) Hari diresmikannya perjanjian antara Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan PT Freeport Indonesia mengenai program restorasi mangrove di Kalimantan Selatan (Kalsel). Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang bertujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove di Kalimantan Selatan, seperti dijelaskan oleh Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa bentuk dari kerjasama ini akan diberlakukan melalui pengelolaan lahan basah berkelanjutan sampai dengan restorasi mangrove.

PT Freeport yang terpilih sebagai mitra pun memiliki sebuah alasan yang valid. Hal ini karena perusahaan tambang yang berlokasi di Papua tersebut tengah menjalankan program lingkungan yang melibatkan penanaman mangrove seluas 10 ribu hektar hingga tahun 2041, baik di Papua maupun di luar Papua. “ULM mengelola 611 hektare lahan mangrove di Kabupaten Kotabaru yang membutuhkan rehabilitasi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Freeport Indonesia, sangat penting untuk pengembangan dan pelestarian kawasan ini,” ucap Prof. Alim. Hal ini menegaskan bahwa kerjasama tersebut menjadi sebuah langkah yang strategis demi mewujudkan visi ULM sebagai perguruan tinggi unggul di bidang lingkungan lahan basah.
Telah dijelaskan pula, bahwa pengelolaan mangrove di Kotabaru ini diharapkan dapat memperkuat ULM sebagai pusat penelitian mangrove tropis berskala internasional. Dalam prosesnya, program ini juga melibatkan mahasiswa dalam kegiatan akademik maupun praktis. Dimana kegiatan tersebut tidak lain seperti penelitian, budidaya kepiting, serta pengembangan ekowisata berbasis ekosistem yang dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kerjasama ini pun, mendapatkan dukungan dari Erik Teguh Primiantoro, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup di bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan, yang menekankan pentingnya pengelolaan lahan basah yang harus didasarkan pada pendekatan ilmiah dan bukan hanya bersifat filantropis, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang.
Dengan demikian, kerja sama antara ULM dan PT Freeport Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas riset dan pendidikan di ULM, namun juga dapat menjadi kontribusi nyata dalam pemulihan ekosistem mangrove bahkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan lahan basah Kalimantan Selatan.
Peliput : Muhammad Hairana Dhiaulhaq dan Muhammad Nathan Glendova Ardento
Editor : Nabila
