Waspada Human Metapneumovirus! Gejala, Pencegahan, dan Dampaknya

Baru-baru ini dunia digegerkan dengan adanya virus yang merebak di negara China. Virus ini adalah Human metapneumovirus (HMPV) yaitu virus yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan. HMPV dapat menyebabkan infeksi pada orang-orang dari segala usia, terutama selama musim dingin dan awal musim semi. Namun perlu diingat bahwa HMPV bukanlah virus baru seperti COVID-19.

HMPV memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa seperti, batuk, demam, hidung berair atau tersumbat, dan sakit tenggorokan. Orang yang rentan terkena virus ini adalah anak-anak, lansia, orang yang memiliki penyakit kronis, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Virus HMPV menyebar melalui kontak langsung dengan seseorang yang mengidapnya atau dari menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus. Virus ini memiliki bentuk penularan yang sama dengan COVID-19 dan gejala yang ditimbulkan bisa dikatakan serupa. Dikutip dari detikhealth, dr. Fathiyah mengatakan bahwa tetap ada perbedaan diantara kedua virus tersebut yaitu mortalitas atau tingkat kematian yang disebabkan. Dr. Fathiyah mengatakan tingkat kematian yang disebabkan oleh HMPV lebih rendah dibandingkan COVID-19. Meski begitu, Dr. Fathiyah menambahkan bahwa HMPV dan COVID-19 merupakan dua kondisi yang wajib diberikan perhatian khusus oleh masyarakat. Pasalnya, HMPV juga bisa berbahaya bagi kelompok-kelompok dengan kondisi tertentu.

Tidak ada obat antivirus yang dapat mengobati Human Metapneumovirus. Kebanyakan orang dapat mengatasi gejalanya di rumah hingga merasa lebih baik. Jika seseorang yang terinfeksi mengalami sakit parah, maka perlu untuk dirawat di rumah sakit. Penyedia layanan kesehatan dapat memantau kondisi dan membantu mencegah seseorang yang terinfeksi bertambah sakit.

Kemunculan virus HMPV di Indonesia memicu respons dari sejumlah mahasiswa ULM. Dalam menyikapi kemunculan virus HMPV di Indonesia, sejumlah mahasiswa menyampaikan pandangan mereka terkait kesadaran masyarakat, dampaknya pada aktivitas harian, hingga harapan terhadap pemerintah.

“Sebelumnya saya pernah mendengar tentang Human Metapneumovirus (HMPV) lewat media sosial yang mengatakan virus tersebut menyebabkan gangguan pernafasan. Namun, informasi tentang virus ini memang masih kurang banyak diketahui masyarakat umum jadi belum sepenuhnya mengerti,” ucap Nasywa Anindya Fadwa, seorang mahasiswa Fakultas Hukum.

Nasywa melanjutkan, “Jika kasus virusnya terus meningkat bisa dipastikan mengganggu aktivitas kuliah, terutama untuk civitas akademik yang melakukan kegiatan di kampus.

“Namun jangan khawatir, penyebaran virus HMPV dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah berikut ini secara konsisten:

1. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Bisa juga dengan menggunakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol seperti hand sanitizer.

2. Tutup hidung dan mulut dengan siku, bukan tangan kosong saat bersin atau batuk.

3. Hindari berada di sekitar orang lain saat anda atau orang lain sedang sakit pilek atau penyakit menular lainnya.

4. Mengenakan masker jika berada di tempat umum atau sedang disekitar orang lain.

5. Hindari menyentuh wajah, mata, hidung, dan mulut.

6. Jangan berbagi makanan atau peralatan makan (garpu, sendok, cangkir) dengan orang lain.

Peliput: Siti Riesha Humaira & Sri Devi Yunita Handayani

Editor: Desyana Sari R. D