Lolos Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, Jannatul Maiyah Siap Jelajahi Warisan Budaya Nusantara
peristiwa.info – Jannatul Maiyah, Mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan 2021, terpilih dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah Republik Indonesia 2024 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Teknologi. Jalur Rempah atau disebut juga Spice Road adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jalur perdagangan dan budaya bagi nenek moyang bangsa Indonesia untuk menjalin hubungan antar-suku dan bangsa dengan rempah-rempah sebagai komoditas utama. Disebut sebagai Jalur Rempah karena untuk memberi pemahaman atau ideologi bahwa sebenarnya yang lebih dulu membentuk jalur tersebut adalah daya tarik rempah-rempah Nusantara.
Diawali tahap pendaftaran untuk mendapatkan peserta terpilih yang tersebar di seluruh Indonesia dengan rentang umur 18 s.d. 40 tahun. Seleksi terbuka dilakukan secara daring pada 22 Maret – 5 April 2024 dan telah terpilih 75 Laskar Rempah untuk mengikuti MBJR 2024. Selain itu, pelayaran ini juga menjaring 75 peserta undangan yang terdiri dari pewarta, fotografer, pegiat film, penggerak komunitas, dan peneliti yang dipilih oleh tim Kemendikbudristek. Yang dinilai dalam seleksi ini ialah CV, Portofolio, Membuat Esai dan Membuat Video. Diumumkan 29 April 2023 75 orang dari 500++ pendaftar.

Kegiatan ini dimulai pada 5 Juni hingga 17 Juli 2024 dilaksanakan dengan berlayar menggunakan KRI Dewa Ruci ke 7 titik persinggahan di beberapa wilayah Indonesia bagian Barat diantaranya dimulai dari Jakarta, Belitung Timur, Dumai, Sabang, Malaka, Tanjung Uban, dan Lampung sampai kembali ke Jakarta lagi.
Jannatul Maiyah menjelaskan ada beberapa motivasi yang mendorongnya untuk mengikuti Jalur Rempah-rempah salah satunya Alumni Laskar Jalur Rempah 2023.”Motivasi saya untuk mengikuti program ini dipandu oleh beberapa faktor yang mendorong dan menginspirasi saya. Pertama-tama, kesadaran akan pentingnya pelestarian dan promosi kekayaan budaya Indonesia menjadi pendorong utama bagi partisipasi saya dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah ini. Sebagai pewaris nilai-nilai luhur nenek moyang, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada dunia. Kedua, motivasi saya untuk mengikuti Muhibah ini juga dipicu oleh keinginan untuk memahami lebih dalam tentang sejarah dan peran Jalur Rempah dalam membentuk identitas bangsa.”
Menurutnya, Jalur Rempah bukan hanya merupakan Jalur perdagangan historis, tetapi juga merupakan cermin dari keberagaman budaya Indonesia dan kontribusi besar terhadap peradaban dunia. “Saya percaya bahwa melalui interaksi dan kolaborasi lintas budaya, kita dapat saling belajar, bertukar pengalaman, dan memperkuat solidaritas antarbangsa. Muhibah Budaya Jalur Rempah ini juga bukan hanya tentang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga tentang membangun jaringan kerjasama yang kuat untuk mempromosikan perdamaian dan toleransi antarbangsa.” tutupnya.
Peliput: Hamidatul Hasanah
