Fakta-Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Bandung
peristiwa.info – Rabu (7/12/2022), telah terjadi insiden bom bunuh diri di Kepolisian Sektor Astana Anyar,
Kota Bandung, Jawa Barat. Peristiwa yang berlangsung ketika jajaran Polsek Astana Anyar
sedang menggelar apel pagi ini mengakibatkan tewasnya pelaku dan satu anggota polisi,
serta sebelas orang lainnya luka-luka.
“Pukul 08.20 WIB, Polsek Astana Anyar sedang apel, satu orang laki-laki masuk ke polsek
mengacungkan senjata tajam,” ujar Aswin Sipayung selaku Kapolrestabes Bandung.
Pelaku mencoba menerobos ke Polsek Astana Anyar dan memaksa untuk mendekati
anggota yang sedang melaksanakan apel pagi. Aksi itu sempat dicegah oleh petugas dengan
menahan pelaku. Namun, pelaku memaksa untuk mendekati anggota hingga sempat
mengacungkan pisau sebelum akhirnya terjadi ledakan.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, berikut adalah fakta-fakta mengenai pelaku yang telah
dikonfirmasi pihak kepolisian.
Pelaku Seorang Mantan Narapidana Teroris
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pelaku bom bunuh diri di Polsek
Astana Anyar adalah mantan narapidana kasus terorisme yang bernama Agus Sujatno alias
Abu Muslim.
“Hasil sidik jari dan face recognition identik menyebutkan identitas pelaku Agus Sujatno,” kata
Listyo di Polsek Astana Anyar, Rabu (7/12). Agus sempat ditahan di Lapas Kelas II A Pasir Putih Nusakambangan. Dia divonis selama
empat tahun penjara terkait kasus terorisme sebelum akhirnya bebas pada Maret 2021 lalu.
Pelaku Membawa Sejumlah Kertas Penolakan Pengesahan RKUHP
Agus Sujatno membawa sejumlah kertas bertuliskan penolakan RKUHP yang baru saja
disahkan menjadi UU pada Selasa (6/12). Selain itu, pelaku memakai sepeda motor
berwarna biru dengan pelat AD untuk menuju lokasi kejadian.
Terafiliasi AD
Agus Sujatno yang diduga terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD)
disebut masih masuk ke dalam kelompok ‘merah’ lantaran pendekatan deradikalisasi yang
dilakukan belum sepenuhnya rampung.
“Kami belum bisa mastikan, tapi ini karakter-karakter yang selama ini misi-misi umumnya
apakah JAD, JI, dengan cara-cara modus operandi seperti ini. Jadi, tentu perlu data lebih lanjut
untuk kita simpulkan ke arah sana,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
(BNPT) Komjen Boy Rafli Amar.
Pelaku Membawa Dua Bom
Dalam menjalankan aksinya, pelaku membawa dua bom. Kapolda Jabar menyebutkan bahwa
satu bom berhasil diledakkan bersama pelaku. Sementara satu bom lainnya belum sempat
diledakkan dan berhasil dijinakkan.
Polisi memastikan pelayanan masyarakat di wilayah hukum Polsek Astana Anyar akan tetap
berjalan pascaledakan bom bunuh diri yang terjadi pada Rabu (7/12) pagi. Namun,
pelayanan akan dipindahkan ke Polrestabes Kota Bandung. Selain itu, sebanyak enam
tahanan Polsek Astana Anyar turut dipindahkan ke Polrestabes Kota Bandung.
“Tahanan di Polsek pada saat kejadian itu ada enam. Semuanya sekarang sudah dipindah ke
Polrestabes. Kondisi semuanya aman,” kata Ibrahim Tompo.
Sumber : cnnindonesia.com & cnbcindonesia.com
Peliput : Gabriella Christina Tambayong & Gilang Ramadhan
