Emosi Anda Sering Bergejolak? Bisa Jadi Anda Mengidap Bipolar
peristiwa.info – Gangguan bipolar adalah sebuah gangguan kesehatan yang dialami oleh seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara tiba-tiba dan drastis. Naik turunnya emosi seseorang ini ada terdapat dua fase. Yang pertama adalah fase naik atau bipolar mania yakni ketika si pengidap menjadi sangat bersemangat dan berbicara dengan cepat. Sementara fase kedua yakni fase turun atau gangguan bipolar depresi adalah ketika pengidap mengalami kehilangan semangat untuk melakukan sesuatu dan merasa sedih tanpa ada sebab yang jelas.

Walaupun sulit dideteksi, ada beberapa ciri bipolar yang mudah diketahui. Yuk, simak penjelasan berikut ini:
Ciri-ciri Bipolar Episode Mania
Keadaan ini biasanya terjadi selama kurung waktu sejam, sehari, bahkan seminggu. Mereka yang berada pada fase ini akan memperlihatkan perilaku ekstrem dan tidak terkendali. Beberapa cirinya antara lain:
-Menunjukan kegembiraan yang berlebihan
-Berbicara dengan sangat cepat dan sulit untuk dipahami
-Mengalami insomnia bahkan tidak tidur semalaman
-Tidak mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata
-Susah diam, bergerak secara terus menerus atau berjalan mondar mandir
-Berubah menjadi lebih waspada terhadap lingkungan di sekitarnya, seperti memerhatikan barang jatuh, sentuhan dari orang lain, hingga bunyi-bunyian di sekelilingnya
Ciri-ciri Bipolar Episode Depresi
Berbanding terbalik dengan fase mania, pengidap bipolar yang berada di situasi episode depresi cenderung menampakkan kesedihan serta keputusasaan yang tidak wajar. Ada berbagai tanda ciri bipolar episode depresi, yakni:
-Hilangnya ketertarikan terhadap aktivitas yang sedang dilakukan
-Tampak tak bertenaga dan berenergi secara tiba-tiba
-Berubahnya pola makan secara drastis, baik meningkat hingga hilangnya nafsu makan
-Menarik diri dari lingkungan dan orang-orang terdekat
-Mengalami gangguan terhadap daya ingat dan kesulitan focus
-Berbicara dengan sangat lambat sehingga tampak seperti pembicaraan jadi berputar-putar
Sampai sekarang belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan gangguan bipolar. Namun, kondisi ini diduga terkait dengan faktor genetik, zat kimia di otak, dan gangguan fungsi saraf di otak. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan bipolar, yakni:
-Stres berat akibat kehilangan orang yang dicintai
-Pengalaman traumatis, seperti kekerasan fisik atau kekerasan seksual
-Kecanduan minuman beralkohol dan penyalahgunaan NAPZA, seperti kokain
-Penyakit tertentu yang berlangsung lama atau tidak kunjung sembuh
-Gangguan tidur
-Masalah dalam pekerjaan atau keuangan
-Riwayat gangguan bipolar dalam keluarga
Sementara untuk pengobatan bipolar hanya dapat dilakukan dengan tujuan menurunkan frekuensi naik turunnya emosi seseorang agar pengidap bisa hidup dengan normal, serta membaur dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tidak hanya dengan memperbaiki pola hidup, pengobatan bipolar juga dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang dipadukan dengan terapi psikologis.
Peliput : Muhammad Ridho Putra Hidayat
