Mahasiswa Dalam Memaknai Hari Pahlawan
Tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan pertama kali oleh Ir. Soekarno melalui Keputusan Presiden No.316 Tahun 1959, hari pahlawan ini dilatarbelakangi oleh pertempuran setelah kemerdekaan yang lebih dikenal sebagai Pertempuran Surabaya. Peringatan hari pahlawan ini bertujuan untuk kembali mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur membela tanah air.
“Hari pahlawan menurut pandangan saya itu, hari dimana kita mengenang jasa jasa pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan negara. Dari hari pahlawan ini juga kita bisa tahu semangat juang para pejuang kemerdekaan demi satu tujuan untuk negara, dan kita pun harus bisa meniru semangatnya dalam kehidupan kita sehari-hari pada bidang-bidang yang kita bisa dan terus tekuni. ” Ujar A. Rudiyannor, Mahasiswa Fakultas Hukum ULM.

Ia berpendapat bahwa kita sebagai generasi milenial, bukan hanya sekedar merayakan hari pahlawan namun juga harus menerapkan semangat para pejuang dalam kehidupan kita.
Bellany Mahendra Putri, Mahasiswi Fakultas Hukum ULM juga memberikan pendapatnya mengenai makna hari pahlawan juga siapa pahlawan dalam hidupnya. Menurutnya makna hari pahlawan ini adalah kisah perjuangan rakyat Indonesia sebelum dan pasca kemerdekaan memiliki makna yang mendalam bagi Indonesia. Dengan memperingati Hari Pahlawan, kita mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menuturkan siapa pahlawan dalam hidupnya, yang tidak lain adalah sang Ayah, sosok pahlawan dalam keluarga karna ayah adalah pembimbing dan dan pelindung bagi keluarga.
“Hari Pahlawan 10 November ini tentunya mengingatkan saya tentang pengorbanan pahlawan dahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia walaupun ditetapkannya di 10 November setelah hari kemerdekaan yang mana pada saat itu terjadi perang di Surabaya, Inggris ingin Indonesia menyerah terhadap Hindia Belanda. Namun berkat perjuangan pahlawan pada masa itu syukurnya sampai sekarang bendera Indonesia masih berpijar mengingatkan kita akan besarnya perjuangan pahlawan dahulu demi NKRI, dan tentunya dengan ini kita harus bersyukur kepada tuhan atas nama pahlawan terdahulu.
“Selain itu makna tersendiri mengingatkan saya bahwa bukan hanya pahlawan terdahulu yang berperang dan berjuang, tapi juga di masa sekarang kita semua berjuang untuk diri kita sendiri, keluarga dan orang di sekitar kita, juga tentunya para dokter dan tenaga kesehatan terhadapĀ Pandemi Covid-19, bukan hanya itu ada banyak hal yang harus kita perjuangkan seperti lingkungan Bumi yang lama kelamaan semakin rusak, keadilan yang harus ditegakan, hal sperti ini juga harus diperjuangkan, harus dipedulikan, dan untuk semua perubahan itu dapat kita mulai dari diri kita sendiri, berjuang dengan diri kita untuk diri kita dan orang lain, jadi pahlwan dalam hidupku ya diriku sendiri. Karena dia sudah berjuang sejauh ini untuk bertahan di dunia yang tidak mudah ini”. Urai Aulia Tasya, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Politik ULM.
Peliput : Aditya Maulana
