Heran! KPI Izinkan Saipul Jamil Tampil di Televisi Untuk Edukasi (?)

peristiwa.info – Belakangan ini nama penyanyi dangdut Saipul Jamil jadi perbincangan hangat publik. Hal ini berawal dari penyambutan berlebihan Saipul Jamil saat ia bebas dari LP Kelas I Cipinang, Jakarta, Kamis lalu (02/09) usai divonis delapan tahun penjara (menjadi lima tahun setelah dikurangi masa potongan tahanan dan remisi) atas kasus pencabulan anak dan penyuapan terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Februari 2016 lalu.

Sumber Foto : Okezone.com (Melati Septyana Pratiwi)

Tidak hanya itu, usai bebas, Saipul Jamil juga ramai diundang di beberapa acara televisi dan YouTube sehingga menuai banyak kecaman dan kritikan dari masyarakat karena dinilai tak memiliki rasa empati terhadap korban pencabulan.

Ada beberapa orang menilai secara HAM Saipul Jamil tetap boleh tampil karena sudah menjalani masa hukumannya, namun banyak orang yang berpendapat secara etika itu tidak dibenarkan.

Sampai akhirnya muncul petisi untuk memboikot Saipul Jamil dari televisi.  Terkait hal tersebut, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Agung Suprio angkat bicara. Dilansir dari Kompas.com, Agung Suprio mengatakan bahwa Saipul Jamil bisa tampil di televisi, tetapi hanya untuk kepentingan edukasi.

“Dia (Saipul Jamil) bisa tampil untuk kepentingan edukasi,” ucap Agung sebagaimana dikutip Kompas.com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Kamis (9/9/2021).

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Saipul Jamil tidak diperkenankan tampil di televisi untuk menghibur, seperti bernyanyi. Dan ia akan dibatasi gerak-geriknya agar tidak dapat melakukan hal seperti itu lagi.

Sumber Foto : DeskJabar.com (Kodar Solihat)

Beberapa publik figur pun ikut berkomentar atas pernyataan Ketua KPI pusat mengenai kepentingan edukasi. Salah satunya komika Arie Kriting yang buka suara. Ia amat menyayangkan dan menanggapi pernyataan Ketua KPI dengan sinis melalui akun Twitternya.

Menurutnya masyarakat Indonesia masih kurang memahami status dan kehadiran dari pelecehan seksual anak di tengah masyarakat.

Peliput : Devina Maharrani Putrisoen