Rekor Ganda Corona 7 Juli: Kasus Baru 34.479, Kematian Bertambah 1.040

peristiwa.info – Kabar Covid-19 di Indonesia hari ini masih dari lonjakan kasus harian yang begitu cepat dan dalam skala yang sangat besar hingga angka kematian yang kembali memecahkan rekor.

Pada Rabu (7/7/2021), Pemerintah melaporkan total pasien Covid-19 di Tanah Air berjumlah 2.379.397 orang.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penambahan tertinggi ada di DKI Jakarta sebanyak 9.366 kasus, disusul Jawa Barat dengan 8.591 kasus dan Jawa Tengah dengan 3.823 kasus.

Sementara itu, secara kumulatif, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 14.835 orang, sehingga jumlahnya menjadi 1.973.388 orang.

Kemudian, ada penambahan 1.040 kasus kematian akibat Covid-19. Dengan demikian, pasien Covid-19 meninggal dunia jadi 62.908 orang.

Grafik kasus positif harian di Jakarta, yang dapat diakses melalui corona.jakarta.go.id, memperlihatkan peningkatan kasus yang sangat tajam pada Juni 2021.

Foto : Kompas.com (Muhammad Adimaja)

Tidak seperti lonjakan sebelumnya yang terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan, ledakan kasus kali ini terjadi hanya dalam hitungan minggu saja. Penambahan kasusnya pun tidak main-main.

Banyak pihak meyakini bahwa virus Corona varian baru yang muncul di India, yakni varian Delta, berkontribusi pada ledakan Covid-19 tersebut. Varian ini lebih mudah menyebar dan menimbulkan gejala berat pada pasien.

Virus Corona varian Delta sendiri sudah masuk ke Indonesia sejak beberapa minggu lalu. Dimulai dari lima temuan hingga akhirnya menjadi ratusan.

Media massa internasional memberitakan betapa gelombang kedua ini telah membuat rumah sakit (RS) di India lumpuh. Hal yang sama telah kita saksikan di Ibu Kota Jakarta.

Banyak tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit menjerit karena pasien datang tiada henti. Sementara itu, jumlah tenaga kesehatan dan fasilitas tempat tidur yang ada sangatlah terbatas. Akibatnya, pihak rumah sakit pun terpaksa menolak pasien yang datang.

Foto : CNN Indonesia (Hendra Nurdiyansyah)

Akhirnya, mereka harus menjalani isolasi mandiri di rumah. Tak sedikit dari pasien ini mengalami kondisi kritis saat isolasi mandiri dan meninggal di rumah.

Koalisi Lapor Covid-19 melaporkan, sepanjang Juni 2021, setidaknya 265 warga yang terpapar Covid-19 meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri.

“Fenomena ini menjadi potret nyata kolapsnya fasilitas kesehatan yang menyebabkan pasien Covid-19 kesulitan mendapatkan layanan medis yang layak,” tulis Lapor Covid-19 dalam keterangannya.

Antrean Pemakaman

Foto : Kompas.com (Muhammad Adimaja)

Bukan hanya pasien yang telantar, jenazah pasien pun harus menunggu untuk dikebumikan karena fasilitas dan sumber daya manusia yang serba terbatas.

Seperti sebuah video pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan viral di media sosial.

Video itu direkam oleh seorang fotografer Muhammad Ali Vikry yang dibagikan di akun Instagramnya @alivikry dan diunggah ulang oleh berbagai akun sosmed lainnya, salah satunya oleh Instagram @folkative.

“Suasana pilu di pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan. Meningkatnya kasus kematian Covid-19 mengakibatkan kesibukan pemakaman di TPU Rorotan hingga malam hari,” tulis Ali Vikry.

Dalam video unggahannya tersebut memperlihatkan suasana pemakaman TPU Rorotan di waktu malam hari dengan menggunakan kamera drone. Terekam dari atas, rombongan ambulans antre berhenti di tengah-tengah luasnya areal pemakaman.

Lampu dan suara sirene ambulans meraung-raung menunggu antrean jenazah yang dibawanya untuk segera dimakamkan. Terlihat ratusan kuburan tersusun rapi di TPU Rorotan, Jakarta Utara.

Tak jauh dari ambulans terekam petugas Covid-19 sibuk menurunkan peti jenazah ke liang kubur. Mobil ambulans pun satu persatu jalan mendekati lubang kubur untuk bergantian menurunkan jenazahnya.

Sementara itu, di sebelah kanan ambulans terlihat alat berat excavator yang sibuk mengeruk tanah dan tanahnya dipindahkan ke truk yang berada di sampingnya.

Tes Covid-19 Ditingkatkan
Untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan meningkatkan tes Covid-19 di dalam negeri, yang awalnya 100 ribu menjadi 400 ribu per hari.

Peningkatan testing dan tracing juga dilakukan di wilayah Jawa, Bali dan wilayah lainnya.

Angka testing ditentukan berdasarkan rasio kasus positif di setiap daerah. Angka yang telah ditetapkan tersebut akan terus dipantau oleh pemerintah pusat. Pemerintah juga akan menjamin kesediaan alat tes untuk mendorong peningkatan tes tersebut.

“Menkes juga akan membantu terkait ketersediaan swab Antigen dan juga pengetesan-pengetesan lainnya,” terang Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19.

Sumber : Kompas.com