Vaksinisasi Massal, Protokol Kesehatan Jadi Tantangan

peristiwa.info – Menyambut tahun ajaran baru Universitas Lambung Mangkurat menyelengggarakan vaksinisasi massal, dalam rangka mempersiapkan perkuliahan tatap muka dengan sistem hybrid. Pemberian vaksinisasi ini bertujuan agar dapat meminimalisir penyebaran virus covid-19. Vaksinisasi tersebut ditargetkan untuk tenaga pengajar juga mahasiswa.

Vaksinisasi yang telah dilaksanakan pada hari Jumat, 2 Juli 2021 bertempat di Student Activity Center (SAC) ULM dengan kuota 500 orang, kuota tersebut terdiri dari beberapa fakultas di Universitas Lambung Mangkurat. Selama penyelenggaraannya, terkait sistematisnya terdapat banyak kekurangan dalam hal tata laksananya. Mulai dari sistem registrasi yang tidak jelas bagi mahasiwa penerima vaksin hingga terjadinya penumpukan mahasiswa di gedung SAC, hal tersebut mengakibatkan kurangnya penerapan protokol kesehatan secara efektif. Panitia penyelenggara pun tidak memberikan penjelasan yang jelas terkait hal tersebut.

Mahasiswa – mahasiswa dari berbagai fakultas pun akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan gedung SAC. Pasalnya banyak mahasiswa yang sudah menunggu sejak pagi hingga menjelang dzuhur namun masih menunggu untuk registrasi.

Ketua BEM FH ULM, Andikha beranggapan bahwa panitia penyelenggara masih belum profesional dalam pelaksanaan vaksinisasi. Sehingga terjadinya penumpukan mahasasiswa di gedung SAC dengan protokol kesehatan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan adanya paparan virus di antara kerumunan mahasiswa dan berpotensi membahayakan keluarga di rumah serta orang sekitar.

Vaksinisasi sendiri merupakan persyaratan yang wajib dipenuhi agar dapat mengikuti perkuliahan tatap muka. Maka dari itu Kedepannya ia berharap apabila ada progam vaksinisasi lagi, kejadian ini dapat menjadi evaluasi bagi pihak penyelenggara dalam melaksanakan vaksinisasi khususnya melibatkan peserta yang tidak sedikit. Namun terlepas dari kekurangan yang ada, antusias para mahasiswa yang cukup tinggi menunjukkan kepedulian mereka untuk ikut andil dalam program pemerintah sebagai upaya penanggulangan pandemi covid-19.