Fokus Group Discussion (FGD) yang Bertemakan “Amandemen Ke-5 Calon Presiden Perseorangan dan Presidential Threshold”
peristiwa.info.-Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Senin, 24 Mei 2021. Focus Group Discusion (FGD) sendiri diartikan sebagai suatu diskusi yang dilakukan secara sistematis dan tearah mengenai suatu isu atau masalah tertentu. Tema yang diangkat dalam FGD kali ini adalah ‘Amandemen Konstitusi ke-5: Antara Capres Perseorangan dan Presidential Threshold’. Kegiatan ini dihadiri oleh rektor ULM, dosen Fakultas Hukum ULM, serta dosen dari universitas lainnya secara online dan offline.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti juga turut berpartisipasi pada kegiatan ini sebagai keynote speaker.
La Nyalla mengatakan, akibat Presidential Threshold yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, putra-putri terbaik dari partai politik juga kesulitan untuk maju dalam pencapresan. Kecuali partai yang sangat besar.

La Nyalla menilai hal ini terjadi karena adanya persoalan yang fundamental di konstitusi hasil Amandemen pertama hingga keempat. “Oleh karena itu, Amandemen ke-5 seyogyanya mampu melakukan koreksi dan adendum demi kebaikan dan demi mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa dan negara ini,” ujar mantan Ketum PSSI tersebut.
Sejumlah senator juga turut mendampigi La Nyalla, yaitu Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi, Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin, Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, Jialyka Maharani (Sumatera Selatan), Andi Muh Ihsan (Sulawesi Selatan), Habib Ali Alwi (Banten), serta Sekjen DPD RI Rahman Hadi. LaNyalla bersama rombongan DPD disambut langsung Rektor ULM Prof Dr Sutarto Hadi.
Fachrul Razi juga mengemukakan dalam melaksanakan FGD di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Ada beberapa pasal dalam amendemen kelima. “Ya terbuka pintu bagi calon presiden perseorangan,” imbuhnya.
FGD digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat untuk menghindari penyebaran Covid-19.
Peliput : Dewi Rostika
