Kaji Pembangunan Kereta Bandara Syamsudin Noor, Pemprov Kalsel Perlukan Investor
peristiwa.info – (28/04) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berencana membangun rel kereta api menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor Kalimantan Selatan.
Rencana tersebut didukung dengan pengkajian yang akan dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel.
“Rencana rel kereta api akan kami lakukan pengkajian. Ada enam wilayah yang dijadikan prioritas kajian yakni Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut (Tala), Barito Kuala (Batola) dan Tapin,” ucap Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Balitbangda Kalsel, Kemas A Rudi Indrajaya.

Rudi menuturkan, dalam melakukan pengkajian ini pihaknya akan melibatkan akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dinas Perhubungan Kalsel dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira menuturkan dengan mengadakan kajian kereta bandara tersebut diharapkan dapat mengundang investor untuk menyokong pembiayaan dalam pembagunan rel kereta api menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor.
“Untuk membangun kereta bandara kita akan mencari investor swasta. Nanti, mereka yang membangun. Pemerintah hanya menyiapkan lahannya,” ungkapnya.

Besarnya investasi yang diperlukan untuk membangun moda transportasi kereta api, membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memilih untuk menggarapnya secara bertahap. Rute ke arah Bandara Syamsudin Noor lah yang dibangun lebih dahulu.
Di samping itu, dia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi memilih mendahulukan rute ke bandara juga ingin melihat peluang ke depannya. Kawasan bandara diprediksi menjadi pusat perekonomian baru, sehingga lalu lintas di sekitarnya kemungkinan semakin padat.
Tidak hanya itu, kemungkinan juga angkutan barang ke depan meningkat. Maka diperlukan moda transportasi kereta ke depan. “Kalau tidak dari sekarang dirancang, bisa seperti di Jakarta kemacetannya. Kita harus berpikir lebih maju ke depan,” tutup Fajar.
Peliput: Muhammad Devano Danendra
