<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#VarianOmicron &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<atom:link href="https://peristiwa.info/tag/varianomicron/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<description>Berpikir, Bertindak, Berkarya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Dec 2021 11:37:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2024/08/cropped-LOGU-1-32x32.png</url>
	<title>#VarianOmicron &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183534355</site>	<item>
		<title>Terinfeksi Covid-19 Varian Omicron? Ini Cara Pengobatan dan Tips untuk Para Penyintasnya</title>
		<link>https://peristiwa.info/13650/terinfeksi-covid-19-varian-omicron-ini-cara-pengobatan-dan-tips-untuk-para-penyintasnya/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/13650/terinfeksi-covid-19-varian-omicron-ini-cara-pengobatan-dan-tips-untuk-para-penyintasnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lukman Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2021 11:37:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews #peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#sainsdanteknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#VarianOmicron]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=13650</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Penyebab Covid-19 telah merebak pada akhir tahun 2019 lalu. Sejak saat itu, virus penyebab Covid-19 ini terus mengalami mutasi dan membentuk varian virus baru, termasuk varian B.1.1.529 atau&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><div><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Penyebab Covid-19 telah merebak pada akhir tahun 2019 lalu. Sejak saat itu, virus penyebab Covid-19 ini terus mengalami mutasi dan membentuk varian virus baru, termasuk varian B.1.1.529 atau varian Omicron. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 14 Desember 2021, varian Omicron telah terdeteksi di 77 negara. </div>



<div id="section-gd077ef" class="wp-block-gutentor-e6 section-gd077ef gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/12/IMG_20211220_192810_530.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph"><div>Sementara<span style="font-size: inherit;"> itu, Indonesia termasuk salah satu negara yang telah melaporkan kasus terkonfirmasi pertama varian virus baru pada Kamis, (16/12/2021). WHO juga memperingatkan, bahwa varian Omicron sangat cepat menyebar meski tidak menyebabkan keparahan penyakit. Lalu, apa yang harus dilakukan jika dikonfirmasi terpapar Covid-19 akibat varian Omicron?</span></div>



<p class="wp-block-paragraph"><div><span style="font-size: inherit;">1. Isolasi Mandiri</span></div>



<p class="wp-block-paragraph"><div><span style="font-size: inherit;">Melansir dari </span><em style="font-size: inherit;">New York Times</em><span style="font-size: inherit;">, Sabtu (18/12/2021) pakar dan ahli kesehatan menyebutkan, ketika tes PCR menunjukkan hasil positif Covid-19, Anda bisa mengisolasi diri sesegera mungkin, bahkan jika tidak bergejala sekalipun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan isolasi mandiri selama 10 hari setelah positif terpapar virus corona varian apa pun.</span></div>



<p class="wp-block-paragraph">CDC merekomendasikan, isolasi mandiri dapat dimulai sejak hari pertama munculnya gejala. Di samping itu, CDC juga menyebut beberapa orang yang telah divaksinasi lengkap mungkin dapat bergerak lebih bebas di sekitar rumah dan dapat sembuh lebih cepat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah, saat gejala Covid-19 terus berlanjut, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter dan tetap lakukan isolasi mandiri. <span style="font-size: inherit;">Sebab, orang yang sistem kekebalannya rendah atau memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya kemungkinan rentan terhadap infeksi yang lebih lama. Hal tersebut tergantung pada hasil tes, dan masa isolasi mungkin akan diperpanjang hingga 20 hari.</span></p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Beritahu semua orang yang berkontak langsung dalam sepekan terakhir </p>



<p class="wp-block-paragraph"><span style="font-size: inherit;">Secara umum, panduan tentang isolasi, pemantauan, dan pengobatan cenderung sama seperti pada varian sebelumnya. Dr. Sax menegaskan, ketika Anda dikonfirmasi terpapar Covid-19, beritahu orang-orang yang pernah berkontak langsung dalam </span>sepekan terakhir agar mereka dapat menjalani tes Covid<span style="font-size: inherit;">.</span></p>



<p class="wp-block-paragraph"><span style="font-size: inherit;">“Banyak orang berpikir jika terinfeksi varian Omicron adalah sebuah kegagalan. Ini (Omicron) adalah varian yang sangat menular. Banyak orang yang akan ditularkannya,&#8221; ungkap Jha. </span></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupa untuk memberi tahu dokter yang menangani, terutama jika ada memiliki penyakit penyerta, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes yang berisiko lebih tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><span style="font-size: inherit;">3. Pilihan Pengobatan </span></p>



<p class="wp-block-paragraph"><span style="font-size: inherit;">Para ahli mengatakan, sangat penting untuk selalu memantau gejala Covid-19 yang disebabkan varian Omicron. Gunakan alat <em>pulse oximeter</em> untuk mengamati kadar oksigen dalam darah. Untuk diketahui, pembacaan kadar oksigen pada orang sehat biasanya sekitar 95 hingga 99 persen. Artinya, Anda harus mewaspadai jika kadar oksigen turun menjadi 93 persen atau bahkan lebih rendah. </span></p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsultasikan dengan dokter, apakah terapi antibodi monoklonal dapat dilakukan untuk membantu tubuh melawan Covid-19 dan menurunkan risiko penyakit parah, terutama bagi orang-orang dalam kelompok berisiko tinggi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejauh ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengizinkan penggunaan obat oral atau minum produksi Pfizer dan Merck untuk digunakan pasien di rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">4. Lakukan tes PC<span style="font-size: inherit;">R jika berkontak langsung dengan orang yang positif varian Omicron </span></p>



<p class="wp-block-paragraph"><span style="font-size: inherit;">Dalam kasus ini, CDC menyebutkan bahwa orang yang divaksinasi lengkap tidak perlu dikarantina setelah kontak dengan seseorang yang memiliki Covid-19 kecuali mereka memiliki gejala. Akan tetapi, mereka harus dites PCR dalam lima sampai tujuh hari setelah kontak, dan tetap menggunakan masker selama 14 hari meski tidak bergejala. </span></p>



<div id="section-g067596" class="wp-block-gutentor-e6 section-g067596 gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/12/IMG_20211220_192808_565.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Penyintas Covid-19 berisiko terinfeksi ulang akibat varian Omicron </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyintas Covid-19 dinilai berisiko mengalami infeksi ulang akibat varian Omicron.<span style="font-size: inherit;"> Hal ini diakibatkan, tingkat perlindungan yang didapatkan dari infeksi sebelumnya sangat bervariasi. Vaksin yang ada saat ini diduga tidak efektif dalam mencegah paparan varian Omicron. Kendati demikian, vaksin tetap mencegah keparahan penyakit dan kasus rawat inap. </span></p>



<p class="wp-block-paragraph"><span style="font-size: inherit;">“Sayangnya, infeksi ulang setelah orang-orang ternfeksi Covid sebelumnya, dapat terjadi dan perlindungan dari infeksi sebelumnya sangat bervariasi serta tidak dapat diprediksi. Beberapa orang sepertinya terlindungi dan tidak tertular Covid lagi, dan ada juga yang bisa tertular lagi bahkan penyakit yang cukup parah,&#8221; papar Dr. David Rubin, direktur PolicyLab di Rumah Sakit Anak Philadelphia.</span></p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Muhammad Fitriady Rizky</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/13650/terinfeksi-covid-19-varian-omicron-ini-cara-pengobatan-dan-tips-untuk-para-penyintasnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13650</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 38/52 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: peristiwa.info @ 2026-10-08 13:00:15 by W3 Total Cache
-->