<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#vaksin &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<atom:link href="https://peristiwa.info/tag/vaksin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<description>Berpikir, Bertindak, Berkarya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 May 2022 09:18:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2024/08/cropped-LOGU-1-32x32.png</url>
	<title>#vaksin &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183534355</site>	<item>
		<title>Vaksin Vaknus Masuk Jurnal Internasional, Simak Faktanya disini!</title>
		<link>https://peristiwa.info/15325/vaksin-vaknus-masuk-jurnal-internasional-simak-faktanya-disini/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/15325/vaksin-vaknus-masuk-jurnal-internasional-simak-faktanya-disini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Qatrunnada Humairah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 May 2022 09:18:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline #kabarkampus #peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews #peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=15325</guid>

					<description><![CDATA[Mantan Menteri Kesehatan RI Terawan mengungkapkan Vaksin Nusantara yang menggunakan pendekatan sel Dendritic telah dipublikasikan dalam jurnal internasional. &#8220;Saya bersyukur sekali, bahwa jurnal internasional terkait Vaksin Nusantara telah bisa diterbitkan.&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Mantan Menteri Kesehatan RI Terawan mengungkapkan Vaksin Nusantara yang menggunakan pendekatan sel Dendritic telah dipublikasikan dalam jurnal internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya bersyukur sekali, bahwa jurnal internasional terkait Vaksin Nusantara telah bisa diterbitkan. Semua pihak dapat mengakses dan mempelajari demi kemajuan ilmu kesehatan dunia&#8221; ujar Terawan, melalui Tim Komunikasi Terawan, Andi, dalam siaran pers, Minggu (29/5/2022).</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Vaksin Nusantara dibuat menggunakan pendekatan sel dendritic</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Terawan artikel Vaksin Nusantara dalam jurnal internasional merupakan kabar gembira bagi dunia kesehatan. Dia menjelaskan dalam jurnal Vaksin Nusantara dibuat menggunakan pendekatan sel dendritic di mana pada prosesnya sel tersebut dilakukan di luar tubuh manusia.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>Sejumlah tokoh nasional gunakan Vaksin Nusantara</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Terawan menerangkan, sampai saat ini banyak orang yang telah menerima suntikan Vaksin Nusantara, termasuk diantaranya sejumlah tokoh nasional. Selain anggota DPR seperti Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Emanuel Melkiades Laka Lena (Golkar), Saleh Partaonan Daulay (PAN), Adian Napitupulu (PDIP), Nihayatul Wafiroh (PKB), dan Arzetty Bilbina (PKB). Tokoh nasional seperti Moeldoko (KSP), Aburizal Bakrie (mantan Ketum Ketua Golkar), Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan), Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Marves), Dahlan Iskan, dan lainnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="800" height="420" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2022/05/Vaksin-2.jpg" alt="" class="wp-image-15326" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2022/05/Vaksin-2.jpg 800w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2022/05/Vaksin-2-768x403.jpg 768w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2022/05/Vaksin-2-585x307.jpg 585w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>Terawan harap Vaksin Nusantara bisa memajukan dunia kesehatan</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Terawan bersyukur sebagai anak bangsa serta berkat bantuan banyak pihak, termasuk tim peneliti, dapat menunjukkan kemampuan di dunia kesehatan internasional. Ia berharap dengan terbitnya jurnal Q1 internasional Vaksin Nusantara itu dapat memajukan perkembangan ilmu kesehatan dunia, dan menyelesaikan permasalahan COVID-19 di dunia. &#8220;Semoga dengan terbitnya jurnal ini, dapat membantu kemajuan dan perkembangan ilmu kesehatan dunia, serta menuntaskan pertarungan kita melawan COVID-19,&#8221; ujarnya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>Terawan ucapkan terima kasih pada Jokowi</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Terawan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, Rumah Sakit Kariadi Semarang, RSPAD Gatot Subroto yang telah mendukung penelitian Vaksin Nusantara di Indonesia. &#8220;Saya mengucapkan terima kasih, kepada Pemerintah, Bapak Joko Widodo, yang telah mendukung penelitian ini, dan juga RS Kariadi, RSPAD Gatot Subroto,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Muhammad Farsya Anshari</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/15325/vaksin-vaknus-masuk-jurnal-internasional-simak-faktanya-disini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15325</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Vaksin Booster Mulai 12 Januari, Sudah Siap?</title>
		<link>https://peristiwa.info/13846/vaksin-booster-mulai-12-januari-sudah-siap/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/13846/vaksin-booster-mulai-12-januari-sudah-siap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Indriani]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2022 08:43:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#sainsdanteknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=13846</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Kementerian Kesehatan telah memastikan pemberian vaksin booster atau suntik dosis ketiga untuk masyarakat umum akan dimulai pada Rabu, 12 Januari 2022. Hal ini sejalan dengan arahan dari Presiden&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info &#8211;</strong> Kementerian Kesehatan telah memastikan pemberian vaksin booster atau suntik dosis ketiga untuk masyarakat umum akan dimulai pada Rabu, 12 Januari 2022. Hal ini sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.<br>Dikutip dari laman ANTARA, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat mengatakan, sebanyak 21 juta jiwa masuk dalam kelompok sasaran pemberian vaksin booster di bulan Januari yang memenuhi syarat. Syarat yang dimaksud ialah penerima vaksin booster sudah menerima vaksin dosis kedua dengan minimal 6 bulan setelah vaksinasi.<br>Vaksin booster akan diberikan ke golongan dewasa di atas 18 tahun sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, dengan target utama kalangan lansia.</p>



<div id="section-g8d7ce5" class="wp-block-gutentor-e6 section-g8d7ce5 gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2022/01/2022-01-05-03.19.26-1-min.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemberian vaksin booster kepada masyarakat dikeluarkan dua opsi. Pertama opsi gratis melaui subsidi pemerintah, yang akan diberikan kepada penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Kedua, vaksinasi mandiri atau berbayar yang dapat dilakukan disejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dengan kisaran harga Rp300 ribu per orang.<br>Nantinya, jenis booster yang direkomendasikan akan dikeluarkan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 10 Januari mendatang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/13846/vaksin-booster-mulai-12-januari-sudah-siap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13846</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahaya Virus Terbaru! Tim Pakar Covid-19 ULM Ingatkan Tetap Waspada</title>
		<link>https://peristiwa.info/13320/tim-pakar-covid-19-ulm-ingatkan-tetap-waspada-virus-varian-baru/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/13320/tim-pakar-covid-19-ulm-ingatkan-tetap-waspada-virus-varian-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wanda Nurazizah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2021 06:44:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa News]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#fhulm]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=13320</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Ketika Indonesia mulai bisa mengendalikan angka kenaikan Covid-19 baru baru ini, pada 25 November Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian baru Covid-19 yakni varian B.1.1.529 sebagai variant of&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info </strong>&#8211; Ketika Indonesia mulai bisa mengendalikan angka kenaikan Covid-19 baru baru ini, pada 25 November Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian baru Covid-19 yakni varian B.1.1.529 sebagai variant of concern (VOC) bernama Omicron. Diketahui varian tersebut mempengaruhi orang yang berusia 40 tahun atau lebih muda. Hampir setengah dari pasien dengan gejala Omicron yang dirawatnya tidak divaksinasi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="700" height="393" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/11/1638252317720.jpg" alt="" class="wp-image-13324" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/11/1638252317720.jpg 700w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/11/1638252317720-585x328.jpg 585w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">WHO mengungkapkan bahwa varian ini patut diwaspadai karena angka penularan lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya. Munculnya varian Omicron di beberapa negara membuat Indonesia melarang masuknya warga negara asing yang datang dari 11 negara seperti dari Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia dan Hongkong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilansir dari Radar Banjarmasin, Anggota Tim Pakar COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqin mengatakan, terjadi kenaikan kasus infeksi hingga delapan kali lipat di Afrika Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Indonesia perlu merespons cepat. Tak hanya melarang pelaku perjalanan asal Afrika, tapi juga mengetatkan pintu domestik,&#8221; ujarnya saat diwawancara pada Minggu 28 November 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum ada laporan bahwa Omicron telah memasuki Indonesia. Tapi Muttaqin mengingatkan, ada 150 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan kasus positif pada periode 20-26 November. Jumlahnya sudah mencakup 58 persen dari keseluruhan kasus nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada dengan munculnya varian Omicron di sejumlah negara dan potensi kenaikan kasus covid akibat libur natal dan tahun baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tapi kita harus waspada karena dua hal: meningkatnya mobilitas penduduk dan menurunnnya kesadaran prokes,&#8221; tambahnya. Dia berharap, pemko tetap menjaga 3T (testing, tracing dan treatment) serta vaksinasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Athario Nuriadi &amp; Fina Silvia</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/13320/tim-pakar-covid-19-ulm-ingatkan-tetap-waspada-virus-varian-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkes Umumkan Kabar Baik Perihal Vaksin Nusantara</title>
		<link>https://peristiwa.info/11612/kemenkes-umumkan-kabar-baik-perihal-vaksin-nusantara/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/11612/kemenkes-umumkan-kabar-baik-perihal-vaksin-nusantara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wanda Nurazizah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2021 11:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa News]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=11612</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; (30/08) Indonesia diketahui saat ini tengah mengembangkan vaksin yang disebut dengan Vaksin Nusantara atau juga dikenal dengan AV-Covid-19 yang dikembangkan melalui kerja sama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), RSUP&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; (30/08) Indonesia diketahui saat ini tengah mengembangkan vaksin yang disebut dengan Vaksin Nusantara atau juga dikenal dengan AV-Covid-19 yang dikembangkan melalui kerja sama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), RSUP dr. Kariadi Semarang, dan Universitas Diponegoro (Undip).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1260" height="759" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321871051.jpg" alt="" class="wp-image-11623" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321871051.jpg 1260w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321871051-850x512.jpg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321871051-768x463.jpg 768w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321871051-585x352.jpg 585w" sizes="(max-width: 1260px) 100vw, 1260px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dilansir dari Tempo.co, perbedaan Vaksin Nusantara dengan Vaksin lainnya terletak pada motor aktivitasnya seperti yang disampaikan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang menginisiasi pekembangan Vaksin Nusantara pada Senin, 22 Februari 2021.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini karena Vaksin Nusantara berbasis sel dendritik dan tidak memasukkan virus corona nonaktif ke tubuh penerima. Dari proses pembuatannya sendiri melalui sejumlah tahapan, dimulai dari pengambilan darah dari tubuh pasien, lalu sample darah tersebut dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan antara sel darah putih dengan sel dendritik atau sel pertahanan yang dapat mengenali penyebab virus Covid-19. Selanjutnya, setelah sel berhasil mengenali Covid-19, maka sel dendritik akan kembali diambil dan disuntikan ke dalam tubuh pasien dalam bentuk vaksin. Proses ini memakan waktu hingga satu minggu dan harapannya setelah disuntik Vaksin Nusantara maka akan memiliki kekebalan atau antibodi yang baik untuk melawan Covid-19. Pendekatan ini membuat vaksin tidak memiliki kandungan virus corona (yang sudah dilemahkan) yang ikut disuntikkan dalam tubuh pasien seperti vaksin yang lain.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="500" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321881082.jpg" alt="" class="wp-image-11625" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321881082.jpg 750w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321881082-585x390.jpg 585w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah vaksin selesai diproduksi dan diinjeksikan ke dalam tubuh pasien, sel dendritik yang sebelumnya sudah menjalani masa inkubasi dan diperkenalkan dengan rekombinan antigen Sars-CoV-2, akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap virus corona penyebab Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan begitu, diharapkan vaksin ini dapat melindungi penerima dari infeksi Covid-19 di masa yang akan datang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut ini klaim kelebihan lain Vaksin Nusantara, di antaranya:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Vaksin ini dibuat di dalam negeri, dirakit dan didistribusikan oleh perusahaan lokal;</li><li>Lebih dari 90 persen komponen kit dibuat perusahaan lokal;</li><li>Produksinya tidak membutuhkan biaya peningkatan skala, karena bisa dibuat tanpa memerlukan pabrik, cukup di buat di tempat pelayanan, misalnya rumah sakit, klinik, atau lab;</li><li>Harga murah dan bersaing, diperkirakan sekitar 10 dollar AS atau sekitar Rp 140.000;</li><li>Tidak ada vaksin cadangan yang terbuang, karena dibuat dari sel darah seseorang yang akan kembali diterima oleh orang yang sama ketika sudah menjadi vaksin;</li><li>Biaya pengiriman rendah, karena tidak membutuhkan alat penyimpanan dengan suhu -80 C dan sebagainya;</li><li>Cocok untuk kondisi medis yang vaksin lain tidak bisa mencakupnya;</li><li>Mudah diadaptasikan untuk patogen yang baru, misalnya virus mengalami mutasi.</li></ul>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321872815.jpg" alt="" class="wp-image-11624" width="639" height="360" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321872815.jpg 620w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/1630321872815-585x330.jpg 585w" sizes="(max-width: 639px) 100vw, 639px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip dari cnbcindonesia.com, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan Vaksin Nusantara dapat diakses oleh masyarakat dalam bentuk pelayanan berbasis penelitian secara terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Masyarakat yang menginginkan vaksin Nusantara atas keinginan pribadi nantinya akan diberikan penjelasan terkait manfaat hingga efek sampingnya oleh pihak peneliti. Kemudian, jika pasien tersebut setuju, maka vaksin Nusantara baru dapat diberikan atas persetujuan pasien tersebut,” ujar dr. Nadia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dr. Nadia juga menegaskan bahwa vaksin Nusantara tidak dapat dikomersialkan lantaran autologus atau bersifat individual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sel dendritik bersifat autologus artinya dari materi yang digunakan dari diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri, sehingga tidak bisa digunakan untuk orang lain. Jadi, produknya hanya bisa dipergunakan untuk diri pasien sendiri,” tambah dr. Nadia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Adzra Rana Azizah</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/11612/kemenkes-umumkan-kabar-baik-perihal-vaksin-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11612</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Yuk Mengenal Efek Samping Penggunaan Vaksin Moderna</title>
		<link>https://peristiwa.info/11493/yuk-mengenal-efek-samping-penggunaan-vaksin-moderna/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/11493/yuk-mengenal-efek-samping-penggunaan-vaksin-moderna/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lukman Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2021 11:18:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline #kabarkampus #peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=11493</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Moderna, merupakan salah satu dari beberapa jenis Vaksin yang digunakan di Indonesia. Vaksin Moderna yang sebelumnya digunakan untuk booster tenaga kesehatan, kini mulai didistribusikan ke masyarakat umum. Diberitakan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Moderna, merupakan salah satu dari beberapa jenis Vaksin yang digunakan di Indonesia. Vaksin Moderna yang sebelumnya digunakan untuk <em>booster</em> tenaga kesehatan, kini mulai didistribusikan ke masyarakat umum. Diberitakan oleh <a href="https://www.kompas.com/">Kompas.com</a>, Kamis (12/08/2021), Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan 5.102.300 dosis vaksin Moderna untuk vaksinasi Covid-19 di 34 Provinsi.</p>
<p>“Moderna untuk masyarakat umum untuk dosis satu dan dosis dua untuk usia diatas 18 tahun” ujar Nadia saat dihubungi <a href="https://www.kompas.com/">Kompas.com</a>, Kamis (12/08/2021).</p>
<p>Meskipun juga diberikan kepada masyarakat umum, namun suntikan ketiga <em>booster</em> Moderna bagi para tenaga kesehatan juga terus dilanjutkan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11495" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/S__5259295.jpg" alt="" width="750" height="500" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/S__5259295.jpg 750w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/08/S__5259295-585x390.jpg 585w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><br />
Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito juga menjelaskan bahwa vaksin Moderna belum dapat diberikan untuk anak-anak. Dia menjelaskan, penggunaan vaksin Moderna adalah untuk imunisasi pencegahan Covid-19 bagi kelompok usia 18 tahun ke atas.</p>
<p>&#8220;Vaksin Moderna belum bisa untuk anak di bawah 18 tahun. Ini untuk 18 tahun ke atas,&#8221; ujarnya sebagaimana diberitakan <a href="https://www.kompas.com/">Kompas.com</a>, Jumat (2/7/2021). Adapun vaksin Moderna penggunaannya diberikan secara injeksi (suntikan) sebanyak dua kali dalam rentang waktu satu bulan.</p>
<p>Tak jauh berbeda dengan vaksin Covid-19 lainnya, vaksin Moderna juga memiliki efek samping untuk penerimanya. Munculnya efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) cenderung dapat ditoleransi dengan status tingkat keparahan satu dan dua. Kejadian efek samping yang paling sering dirasakan, antara lain:<br />
• Nyeri Kelelahan<br />
• Nyeri di tempat suntikan<br />
• Nyeri otot<br />
• Nyeri sendi<br />
• Pusing</p>
<p>Menurut Penny, berdasarkan data hasil uji klinis fase ketiga menunjukkan, efikasi vaksin Covid-19 Moderna mencapai 94,1 persen pada kelompok usia 18-65 tahun. Sementara, untuk kelompok usia di atas 65 tahun, efikasinya menurun mencapai 86,4 persen.</p>
<p>Selain itu, hasil uji klinis fase ketiga juga menunjukkan vaksin Moderna aman untuk kelompok populasi masyarakat dengan komorbid atau penyakit penyerta. Adapun komorbid yang dimaksud yakni penyakit paru kronis, jantung, obesitas berat, diabetes, penyakit lever hati, dan HIV.</p>
<p>Peliput: Rizal Nur Setiawan</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/11493/yuk-mengenal-efek-samping-penggunaan-vaksin-moderna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11493</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Warga Meninggal Usai Divaksin, Ini Penjelasan Komnas KIPI</title>
		<link>https://peristiwa.info/10398/puluhan-warga-meninggal-usai-divaksin-ini-penjelasan-komnas-kipi/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/10398/puluhan-warga-meninggal-usai-divaksin-ini-penjelasan-komnas-kipi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jubaidah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 11:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa News]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=10398</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Dilansir dari Kompas.com, Kamis, (20/05/2021). Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Safari mengungkapkan dari ratusan laporan KIPI, ada 30 kasus meninggal dunia usia&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Dilansir dari Kompas.com, Kamis, (20/05/2021). Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Safari mengungkapkan dari ratusan laporan KIPI, ada 30 kasus meninggal dunia usia vaksinasi Covid-19. Ketua Komnas KIPI mengatakan, tercatat ada 27 kasus meninggal dunia setelah divaksinasi menggunakan Sinovac. &#8220;Yang meninggal dari Sinovac ada 27,&#8221; kata Hindra dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX yang disiarkan kanal YouTube DPR RI, Kamis (20/5/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan pernyataan Ketua Komnas KIPI bahwa dari 27 orang yang meninggal, 10 orang meninggal karena terinfeksi virus corona, 14 orang karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Kemudian 1 orang karena gangguan fungsi ginjal secara mendadak dan 2 orang karena diabetes mellitus serta hipertensi tidak terkontrol. &#8220;Kenapa kami bisa membuat diagnosis itu? Karena datanya lengkap. Diperiksa, dirawat di-rontgen, diperiksa lab, di CT-scan, dapat diagnosisnya,&#8221; ujarnya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-21-at-15.13.26-1.jpeg" alt="" class="wp-image-10399" width="525" height="350"/></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian untuk vaksin AstraZeneca terdapat 3 kasus meninggal dunia usai vaksinasi. Pertama, pemuda asal Jakarta usia 22 Tahun yang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Gelora Bung Karno (GBK). Usai divaksin, dia merasakan efek samping vaksinasi berupa pusing hingga demam. Pemuda tersebut menolak dibawa ke rumah sakit saat suhu tubuhnya 39 Celcius. Lalu, esok harinya kondisi semakin lemah dan meninggal dunia di klinik. Ketua Komnas KIPI mengatakan, pihaknya kekurangan data untuk menyatakan bahwa pemuda tersebut meninggal terkait vaksinasi. Kasus kedua juga terjadi di Jakarta oleh lansia berusia 60 tahun. Lansia tersebut bekerja sebagai tukang ojek dan diyakini meninggal dunia karena radang paru-paru. Terakhir, Ketua Komnas KIPI mengatakan, satu kasus meninggal dunia setelah divaksinasi AstraZeneca dialami oleh salah seorang warga Ambon berusia 45 tahun. Mulanya, ia mengeluhkan demam, batuk dan pilek. Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa positif Covid-19.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-21-at-15.13.27-2.jpeg" alt="" class="wp-image-10400" width="594" height="395" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-21-at-15.13.27-2.jpeg 1280w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-21-at-15.13.27-2-850x566.jpeg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-21-at-15.13.27-2-768x512.jpeg 768w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-21-at-15.13.27-2-585x390.jpeg 585w" sizes="(max-width: 594px) 100vw, 594px" /></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Mahasiswa ULM, Yunida Nisa Sholeha, menyampaikan pendapatnya tentang meninggalnya puluhan warga usai vaksinasi “Menurut saya orang-orang yang di beritakan meninggal disana tidak dapat di ambil kesimpulan bahwa vaksin yang di gunakan berbahaya karena masih sangat banyak orang-orang yang tidak bergejala setelah menerima vaksin tersebut. Masyarakat sangat banyak yang menolak di vaksin karena sejak awal sudah ada berita simpang siur mengenai vaksin yang masuk di indonesia, jadi dengan ada nya berita seperti itu bisa saja semakin memperkuat argumen mereka tentang vaksin bahwa sebenarnya baik untuk pencegahan penularan virus covid-19.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Ahmad Ilham Anwar</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/10398/puluhan-warga-meninggal-usai-divaksin-ini-penjelasan-komnas-kipi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">10398</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ULM Minta Segera Dilaksanakan</title>
		<link>https://peristiwa.info/9505/ulm-minta-segera-dilaksanakan/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/9505/ulm-minta-segera-dilaksanakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Maulida]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2021 08:22:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#ULM]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=9505</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Jumat (12/03), Dilansir dari Banjarmasin.post, Pemerintah telah mewacanakan vaksinasi Covid-19 untuk mahasiswa. Pemerintah berencana akan memberikan vaksin Covid-19 kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya pencegahan dan memutus mata&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Jumat (12/03), Dilansir dari Banjarmasin.post, Pemerintah telah mewacanakan vaksinasi Covid-19 untuk mahasiswa. Pemerintah berencana akan memberikan vaksin Covid-19 kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk tahap pertama vaksinasi akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang bertugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19. Pemerintah berencana untuk memberikan vaksinasi covid-19 untuk mahasiswa sebagai upaya pencegahan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="700" height="393" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/03/1615877395195-1.jpg" alt="" class="wp-image-9506" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/03/1615877395195-1.jpg 700w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/03/1615877395195-1-585x328.jpg 585w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun tanggapan mahasiswa Fakultas Hukum terkait rencana tersebut mengungkapkan, “Jujur aku kurang setuju terhadap wacana tersebut, karena yang masih ku pertanyakan, seberapa aman vaksin tersebut bagi tubuh manusia? Tetapi manusia bebas memilih apakah ia ingin di vaksin atau tidak karena setiap individu memiliki HAM yang didalamnya tercantum kebebasan memilih,&#8221; ungkap Samudera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Ni&#8217;matul Aula</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/9505/ulm-minta-segera-dilaksanakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9505</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pandemi: Serangan Telak bagi NKRI</title>
		<link>https://peristiwa.info/9335/pandemi-serangan-telak-bagi-nkri/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/9335/pandemi-serangan-telak-bagi-nkri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aulia Rahma Putri]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2021 16:39:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#resesiekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=9335</guid>

					<description><![CDATA[perintiwa.info&#8211; Pandemi COVID-19 belum saja mereda hingga awal tahun 2021. Indonesia termasuk salah satu negara yang tingkat kenaikannya masih tinggi. Sejak ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>perintiwa.info</strong>&#8211; Pandemi COVID-19 belum saja mereda hingga awal tahun 2021. Indonesia termasuk salah satu negara yang tingkat kenaikannya masih tinggi. Sejak ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) karena tingkat penyebarannya yang begitu cepat antar manusia. Maka, Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkannya sebagai bencana nasional. Penetapan itu dinyatakan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Sebagai Bencana Nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data perkembangan COVID-19 yang kian naik tersebut, pemerintah sudah melakukan berbagai langkah dalam menangani masalah pandemi. Seperti pembentukan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di bawah naungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kemudian, pemerintah juga melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB merupakan salah satu intervensi yang dilakukan pemerintah setelah sebelumnya mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak (<em>physical distancing</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2020 memang menjadi masa paling sulit bagi perekonomian global termasuk Indonesia. Hampir semua sektor ekonomi di Indonesia terganggu akibat pandemi. Dampaknya adalah pertumbuhan ekonomi terperosok minus dua kuartal berutut-turut. Pelemahan ekonomi terjadi karena daya beli atau tingkat konsumsi rumah tangga yang anjlok pada Maret 2020 lalu. Padahal, tingkat konsumsi rumah tangga punya kontribusi besar terhadap pembentukan ekonomi tanah air, bahkan kontribusinya mencapai 56 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika diajak <em>flashback</em> saat keadaan pandemi baru saja terjadi, banyak sekali permasalahan mengenai penanganan ekonomi yang dinilai lamban. Pertumbuhan ekonomi di tanah air yang saat itu mengalami minus dan defisit akibat pandemi. Bahkan hampir semua aktivitas ekonomi saat itu menurun seperti penutupan banyak pabrik, PHK masal, sampai pedagang kaki lima yang mengalami turunnya omzet penjualan. Sepanjang tahun 2020 pun ekonomi Indonesia berada di zona negatif. Dalam konferensi pers APBN KiTA, Sri Mulyani memproyeksikan ekonomi di tanah air kisaran minus 1,7% sampai minus 0,6% di sepanjang tahun 2020 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir seluruh negara saat itu masuk kedalam jurang resesi ekonomi, tidak terkecuali Indonesia. Sebenarnya resesi ekonomi itu apasih? Lalu, apa dampak dari terjadinya resesi? Resesi ekonomi adalah suatu kondisi perekonomian suatu negara yang mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut. Resesi yang terjadi saat itu sebenarnya hanya mengafirmasi kembali ekonomi yang sedang berada dalam tekanan yang cukup berat. Resesi tidak hanya berdampak pada perekonomian negara, tetapi juga langsung menyerang kehidupan masyarakat. Beberapa dampak dari resesi adalah daya beli masyarakat yang melemah, pengahasilan merosot, rendahnya tingkat konsumsi serta investasi yang sudah tak ada gairahnya lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari beragam upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani masalah COVID-19, vaksin menjadi salah satu isu hangat yang ramai diberitakan karena digadang-gadang sebagai solusi paling efektif yang akan membawa perubahan besar untuk mengakhiri pandemi. Vaksin disebut-sebut sebagai <em>game changer</em> atau titik balik perekonomian Indonesia. Mengapa? Karena semua hal yang terkait dengan vaksin harus dimatangkan mulai dari pengadaan, distribusi, hingga proses vaksinasi ke masyarakat &nbsp;harus berjalan dengan lancar. Alasannya, kesuksesan vaksin ini akan sangat mempengaruhi kepercayaan dan menumbuhkan rasa aman di masyarakat. Efek berkelanjutannya pun mampu meningkatkan kegiatan ekonomi yang sebelumnya merosot.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada sesuatu yang menggelitik mengenai anggaran dana vaksin yang dikeluarkan pemerintah karena nilainya yang tidaklah sedikit. Pasalnya, tahun 2020 yang lalu penanganan ekonomi di tanah air sangat lemah. Sedangkan, di tahun 2021 ini pemerintah ingin menjadikan vaksin sebagai motor pemulihan ekonomi. Namun, yang ditakutkan saat ini adalah harapan yang tidak realistis terhadap serapan anggaran yang dikeluarkan. Vaksin memang harapan dalam pengendalian ekonomi disamping obat dan tindakan medis. Tapi yang perlu diingat adalah pemulihan ekonomi itu tergantung dengan bagaimana cara mengatasi pandemi itu sendiri. Maka dari itu, saat pandemi kedisiplinan harus tetap ditekankan. Jangan karena takut ekonomi merosot lagi, tindak kedisiplinan dikurangi dan diacuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Indonesia tidak disiplin saat pandemi karena terlalu fokus mencari cara bagaimana membangkitkan perekonomian yang terpuruk. Di sisi lain, negara tetangga yaitu Vietnam dan Taiwan sangat disiplin dalam menaati protokol kesehatan. Hasilnya? Dikutip dari Kompas.com, pada Desember 2020 lalu jika kita ambil hitungan per 100.000 penduduk, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia saat itu adalah 72-149 kali lipat dari Vietnam dan Taiwan. Jumlah meninggalnya bahkan hingga 161-214 kali lipat dari dua negara tersebut. Lalu, bagaimana dengan pertumbuhan ekonominya? Fakta mengejutkannya adalah Vietnam tetap tumbuh positif di triwulan 1 hingga triwulan 3 pada 2020. Taiwan hanya terkontraksi -0,56 persen pada triwulan 2 pada 2020, tapi sudah positif di triwulan 3 pada 2020. Sedangkan saat itu Indonesia justru terkena resesi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedatangan vaksin di Indonesia pada Desember 2020 lalu mendapatkan sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat. Pemerintah Indonesia telah mendatangkan 3 juta vaksin yang diproduksi oleh produsen&nbsp;Sinovac&nbsp;dari China dalam dua tahap. Sebanyak 1,2 juta dosis telah tiba pada 6 Desember 2020, kemudian dilanjutkan 1,8 juta dosis tiba di Indonesia pada 31 Desember 2020 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dibalik kedatangan vaksin banyak sekali pro dan kontra dari masyarakat. Berbagai cuitan di media sosial pun bermunculan mengenai simpang siurnya pemberitaan mengenai vaksin tersebut. Beberapa isu yang sempat menjadi puncak pembicaraan warganet terkait vaksin adalah isu vaksin palsu dan tidak halal, isu keamanan dan efek samping vaksin, isu korupsi dana vaksin dan isu vaksin gratis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Warganet juga menyoroti rendahnya tingkat kemanjuran vaksin Sinovac yang kabarnya hanya mencapai 65,3 persen. Akibatnya, masih banyak pro dan kontra yang mewarnai jagat media sosial. Banyak pula warganet yang bertanya-tanya bagaimana hukum mengonsumsi vaksin dalam agama. Maka dari itu, komisi fatwa MUI pusat pada tanggal 8, Januari 2021 yang lalu menyatakan bahwa vaksin Sinovac halal dikonsumsi. Tak lama kemudian tagar #vaksinhalal pun mulai naik duduki trending Twitter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa pekan yang lalu sempat heboh mengenai tagar #TolakDivaksinSinovac dengan berbagai macam cuitan. Tetapi yang cenderung menggunakan tagar tersebut adalah mereka yang tidak percaya bahwa vaksin Sinovac aman untuk digunakan. Tagar itupun sempat menjadi <em>trending topic</em> karena banyak yang membandingkan tingkat efektivitas penggunaan vaksin Sinovac tidak sebanding dengan vaksin Pfizer BioNTech dan Moderna yang efektivitasnya mencapai 90 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dibalik itu semua muncul satu pertanyaan. Apakah vaksin akan membawa perubahan yang signifikan jika dibandingkan dengan perilaku masyarakat yang akhir-akhir ini mulai ‘bandel’ dalam menghadapi pandemi? Semenjak munculnya pemberitaan jika vaksin COVID-19 mulai diedarkan, masyarakat kembali lalai dan acuh tak acuh. Kendati vaksin sudah tersedia dan diedarkan, bukan berarti protokol kesehatan bisa dilonggarkan. Yang akan membawa perubahan besar sejatinya adalah masyarakat itu sendiri, terlebih jika mereka tetap sabar dan disiplin dalam menaati protokol kesehatan. Vaksin tidak hanya membawa manfaat bagi mereka yang menerimanya, tetapi juga bagi orang yang berada disekitarnya.</p>



<div id="section-g820950" class="wp-block-gutentor-e6 section-g820950 gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210222-WA0010.jpg"/></div></div></div>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">Sumber foto: Google</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi tak bisa dipungkiri jika kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan mulai menurun. Terlebih saat masyarakat terlihat sudah berdamai akan pandemi yang tak kunjung selesai. Pada akhirnya, banyak masyarakat yang menjadi lelah menghadapi pandemi dan berujung pada pelanggaran protokol kesehatan. Kondisi seperti ini sangat nampak perbedaannya dengan kondisi saat awal pandemi datang. Apalagi maraknya pemberitaan mengenai pandemi yang setiap hari kian menyebarluas dengan ketidakjelasan kapan akan berakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyaknya kabar burung yang mengatakan jika sudah di vaksinasi maka tubuh akan kebal dari virus COVID-19 juga menyebarluas begitu saja tanpa tahu fakta sebenarnya. Dikutip dari klikdokter.com, menurut&nbsp;dr. Sepriani Timurtini Limbong, menjalankan protokol kesehatan setelah di vaksinasi adalah suatu keharusan. Pasalnya, vaksin bukanlah satu-satunya cara untuk mencegah penyakit termasuk COVID-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Vaksin COVID-19 tidak bisa menjamin seseorang tidak akan terkena penyakit tersebut. Vaksin hanya bisa menurunkan risiko kita terkena penyakit. Dalam konteks COVID-19, risiko terkena COVID-19 yang bergejala bisa lebih rendah,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah alasannya jangan sesekali meremehkan dan menganggap kebal akan virus COVID-19 sekalipun sudah di vaksinasi. Kemungkinan vaksin baru akan efektif mencegah risiko terkena&nbsp;COVID-19&nbsp;hingga parah adalah dalam waktu sekitar satu bulan. Mengapa? Karena tubuh membutuhkan waktu untuk membangun respons kekebalan yang membuat kita tetap aman dan terlindungi dari penyakit. Jadi, ketika kita tidak mematuhi protokol kesehatan setelah di vaksinasi, risiko untuk tertular virus COVID-19 masih tetap ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa vaksin merupakan salah satu harapan bagi Indonesia terutama bagi perekonomiannya. Karena vaksin merupakan jalan terbaik untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Saat kepercayaan masyarakat mulai naik maka otomatis perkembangan ekonomi bahkan investasi akan pulih kembali. Namun, di samping itu perilaku masyarakat untuk tetap selalu menerapkan protokol kesehatan harus selalu dipatuhi agar bisa memutus rantai penyebaran COVID-19. Pada akhirnya, bukan hanya pemerintah saja yang harus berperan dalam menekan pandemi ini. Namun, masyarakat pun juga memiliki peran yang besar dalam menentukan potensi keberhasilannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Aulia Rahma Putri&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/9335/pandemi-serangan-telak-bagi-nkri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9335</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Jokowi Resmi Menjadi Orang Pertama di RI Divaksin COVID-19</title>
		<link>https://peristiwa.info/9039/presiden-jokowi-resmi-menjadi-orang-pertama-di-ri-divaksin-covid-19/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/9039/presiden-jokowi-resmi-menjadi-orang-pertama-di-ri-divaksin-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Catherine Eglacia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2021 08:47:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa News]]></category>
		<category><![CDATA[Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=9039</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Vaksinasi Covid-19 tahap I di Indonesia dimulai hari ini Rabu (13/1/2021) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, yang diawali oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pasca dilakukan penyuntikan, Presiden&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info &#8211; </strong>Vaksinasi Covid-19 tahap I di Indonesia dimulai hari ini Rabu (13/1/2021) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, yang diawali oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pasca dilakukan penyuntikan, Presiden Jokowi masih harus menunggu 30 menit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini merupakan bagian dari tahapan usai seorang pasien menjalankan vaksinasi yaitu memantau reaksi tubuh dari seseorang usai dilakukan suntik vaksin Covid-19.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="678" height="452" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/5185F111-21C2-4A72-BF79-211531166985.jpeg" alt="" class="wp-image-9040" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/5185F111-21C2-4A72-BF79-211531166985.jpeg 678w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/5185F111-21C2-4A72-BF79-211531166985-585x390.jpeg 585w" sizes="(max-width: 678px) 100vw, 678px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pada pukul 9.42 WIB pagi ini, saya memulai ikhtiar besar sebagai warga negara Indonesia untuk terbebas dari pandemi ini dengan menerima vaksin Covid-19,&#8221; tulis Jokowi melalui akun Instagram miliknya, @jokowi, Rabu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jokowi mengatakan, vaksin Covid-19 sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vaksin yang digunakan dipastikan aman karena telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menyatakan bahwa vaksin suci dan halal untuk digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya berharap vaksinasi Covid-19 yang tahapannya sudah dimulai hari ini berjalan dengan lancar,&#8221; tulis Jokowi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="650" height="365" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/6770D552-8B2C-48E6-9F86-6B90FB4A7D73.jpeg" alt="" class="wp-image-9041" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/6770D552-8B2C-48E6-9F86-6B90FB4A7D73.jpeg 650w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/6770D552-8B2C-48E6-9F86-6B90FB4A7D73-585x329.jpeg 585w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jokowi mengatakan, Ada empat tahapan yang dilakukan untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Mulanya, dokter mengukur tekanan darah. Didapati bahwa tekanan darah Jokowi normal, yakni 130/67 mmHg.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokter juga bertanya apakah Jokowi mengalami batuk atau pilek dalam beberapa hari terakhir, kemudian mengidap penyakit jantung atau penyakit lain seperti ginjal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua pertanyaan itu dijawab &#8220;tidak&#8221; oleh Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Lalu, lengan baju kiri saya disingkapkan. Dan vaksin pun disuntikkan,&#8221; tulis Presiden. Untuk diketahui, penyuntikan vaksin Covid-19 terhadap Presiden Jokowi dilakukan oleh tim dokter kepresidenan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="720" height="405" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/F992EB30-B80D-4861-BFF7-F04A5AF34237.jpeg" alt="" class="wp-image-9042" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/F992EB30-B80D-4861-BFF7-F04A5AF34237.jpeg 720w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/F992EB30-B80D-4861-BFF7-F04A5AF34237-585x329.jpeg 585w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah Jokowi, sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat juga ikut menjalani vaksinasi perdana. Mereka di antaranya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Hanaan</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/9039/presiden-jokowi-resmi-menjadi-orang-pertama-di-ri-divaksin-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9039</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alat Pendeteksi COVID-19 Terbaru Buatan UGM?</title>
		<link>https://peristiwa.info/8985/alat-pendeteksi-covid-19-terbaru-buatan-ugm/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/8985/alat-pendeteksi-covid-19-terbaru-buatan-ugm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Indriani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2021 10:15:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#Covid19]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#swab]]></category>
		<category><![CDATA[#vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=8985</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Indonesia termasuk diantara beberapa negara yang mengembangkan alat tes pendeteksi COVID-19, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil menciptakan alat tersebut yang mendeteksi lewat pernapasan dengan hasil tes&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info &#8211;</strong> Indonesia termasuk diantara beberapa negara yang mengembangkan alat tes pendeteksi COVID-19, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil menciptakan alat tersebut yang mendeteksi lewat pernapasan dengan hasil tes yang bisa diketahui dalam waktu dua menit.<br><br>Alat tersebut dinamakan GeNose dengan prediksi dapat mengetahui hasil dalam kurun waktu 80 detik, tingkat keakuratannya pun menyentuh nilai 90 persen. Diharapkan kedepannya dapat meningkatkan jumlah pengetesan di Indonesia.<br><br>Selain di Indonesia, beberapa negara lainnya juga ikut mengembangkan alat pendeteksi COVID-19 lewat pernapasan dengan teknologi yang sama atau mirip.</p>



<div id="section-g337150" class="wp-block-gutentor-e6 section-g337150 gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/1609840673354.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip dari jpnn.com alat yang menggunakan kecerdasan buatan, atau artificial intelligence (AI), dalam bentuk &#8220;hidung elektronik&#8221; akan bisa menganalisa sampel pernapasan dan mencari tahu apakah terdapat unsur yang hanya ada dalam virus COVID-19.<br><br>Di Indonesia sendiri, GeNose C-19 sekarang telah diproduksi dan disetujui akan digunakan oleh Pemerintah Indonesia. Alat ini diperkirakan akan dapat digunakan mulai Februari 2021.</p>



<div id="section-ge581ed" class="wp-block-gutentor-e6 section-ge581ed gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/1609840674277.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, biaya tes COVID-19 dengan alat tersebut diperkirakan jauh lebih murah dibandingkan rapid test dan swab test karena hanya Rp15 ribu per tes. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan dengan proyeksi biaya tersebut, GeNose menjadi alat tes covid-19 termurah sekaligus memberi hasil akurat.<br><br>&#8220;Perkiraan biaya per pemeriksaan dengan menghitung, tentunya harus ada operator dan plastiknya sendiri, yang mereka perhitungkan sekitar Rp7.000-Rp8.000 per plastik sekali pakai, itu maka perkiraannya per tes Rp15 ribu,&#8221; ujarnya dalam diskusi Kebangkitan Ekonomi Nasional Melalui Inovasi, Pangan, dan Reforma Agraria, Jumat (11/12).<br></p>



<div id="section-g9c68c6" class="wp-block-gutentor-e6 section-g9c68c6 gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2021/01/1609840671288.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, untuk satu unit alat GeNose dibanderol harga Rp60 juta. Namun, alat tersebut bisa digunakan untuk 100 ribu pemeriksaan serta masih bisa diperbaiki untuk dipakai ulang. Selain itu, Bambang menegaskan jika akurasi hasil tes GeNose sebesar 90 persen terhadap hasil swab test.<br><br>&#8220;Waktu pemeriksaan juga relatif cepat saya coba sendiri di bawah 3 menit dan kemudian tingkat akurasinya sejauh ini dalam validasi mereka di beberapa RS mencapai di atas 90 persen. Jadi, 90 persen yang mencoba GeNose itu hasilnya konsisten dengan hasil yang dilakukan dengan swab PCR,&#8221; terangnya.<br><br>Peliput: Adzra Rana Azizah &amp; Ristiana Fitria Azizah<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berita terkait COVID-19<br><a href="https://peristiwa.info/8367/vaksin-covid-19-moderna-dan-pfizer-biontech-mana-yang-lebih-unggul/" data-type="URL" data-id="https://peristiwa.info/8367/vaksin-covid-19-moderna-dan-pfizer-biontech-mana-yang-lebih-unggul/">https://peristiwa.info/8367/vaksin-covid-19-moderna-dan-pfizer-biontech-mana-yang-lebih-unggul/</a><br><a href="https://peristiwa.info/8487/positif-covid-19-semakin-bertambah-masihkah-masyarakat-peduli/">https://peristiwa.info/8487/positif-covid-19-semakin-bertambah-masihkah-masyarakat-peduli/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/8985/alat-pendeteksi-covid-19-terbaru-buatan-ugm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8985</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 40/138 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: peristiwa.info @ 2026-10-08 12:00:59 by W3 Total Cache
-->