<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#bencanaalam &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<atom:link href="https://peristiwa.info/tag/bencanaalam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<description>Berpikir, Bertindak, Berkarya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Sep 2026 10:08:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2024/08/cropped-LOGU-1-32x32.png</url>
	<title>#bencanaalam &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183534355</site>	<item>
		<title>Hilang Kontak Saat Meliput Anak Krakatau, Pencarian Lima Jurnalis Dihentikan</title>
		<link>https://peristiwa.info/22754/hilang-kontak-saat-meliput-anak-krakatau-pencarian-lima-jurnalis-dihentikan/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22754/hilang-kontak-saat-meliput-anak-krakatau-pencarian-lima-jurnalis-dihentikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eldya Rosada]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 09:46:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[#anakkrakatau]]></category>
		<category><![CDATA[#bencanaalam]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#jurnalishilang]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22754</guid>

					<description><![CDATA[Lima jurnalis dan tiga kru KM Arupadhatu I hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau, pencarian dihentikan setelah 10 hari.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadhatu I hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Operasi pencarian kemudian dilakukan selama 10 hari sebelum akhirnya resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026). Keputusan penghentian disampaikan Gubernur Banten Andra Soni di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, setelah tim tidak menemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa ini bermula pada Senin (7/9/2026), ketika rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan <em>speedboat</em> untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut ialah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka bersama tiga kru kapal, yaitu nakhoda, anak buah kapal, dan pemandu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Komunikasi dengan rombongan masih berlangsung pada awal perjalanan. Berdasarkan laporan SAR, sekitar pukul 14.42 WIB salah seorang jurnalis di Lampung menerima <em>share location</em> dari rombongan. Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi tersebut terputus. Kapal yang membawa rombongan juga belum kembali ke Dermaga Pagedongan hingga laporan kehilangan diterima. Setelah itu, tim SAR melakukan penelusuran dan pencarian terhadap kapal beserta seluruh penumpangnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6154200270292849670_y.jpg" alt="" class="wp-image-22755" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6154200270292849670_y.jpg 1200w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6154200270292849670_y-850x478.jpg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6154200270292849670_y-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pencarian kemudian dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur SAR, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan wilayah pencarian yang terus disesuaikan berdasarkan kemungkinan pergerakan objek akibat kondisi arus laut. Pada hari kesepuluh, pencarian mencakup wilayah dari perairan Bengkulu hingga Banten. Sebanyak 24 unit kapal dikerahkan dengan cakupan area gabungan mencapai 8.509 mil laut persegi, termasuk wilayah Teluk Semangka hingga kawasan Gunung Anak Krakatau. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama operasi berlangsung, tim SAR menemukan 13 objek terapung di laut, di antaranya <em>life jacket</em>, terpal, helm, dan galon. Temuan tersebut kemudian diperiksa dan diverifikasi oleh Ditpolairud Polda Banten. Hasil pemeriksaan menunjukkan benda-benda tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan KM Arupadhatu I maupun perlengkapan rombongan. Setelah pencarian memasuki hari ketujuh tanpa hasil, operasi sempat diperpanjang selama tiga hari untuk memberikan waktu tambahan bagi tim SAR melakukan penyisiran. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki hari kesepuluh, tim SAR kembali tidak menemukan tanda keberadaan kapal maupun lima jurnalis dan tiga kru yang dicari. Operasi akhirnya dihentikan karena dinilai sudah tidak efektif setelah seluruh upaya pencarian belum memberikan hasil. Meski demikian, penghentian operasi tidak berarti pemantauan berakhir. Basarnas tetap melakukan pemantauan melalui unsur yang beroperasi di perairan Selat Sunda dan membuka kemungkinan pencarian kembali apabila muncul informasi atau petunjuk baru mengenai keberadaan KM Arupadhatu I dan rombongan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Eldya Rosada &amp; Rismaniswati</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22754/hilang-kontak-saat-meliput-anak-krakatau-pencarian-lima-jurnalis-dihentikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22754</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Tidak Melakukan Aktivitas</title>
		<link>https://peristiwa.info/17230/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-tidak-melakukan-aktivitas/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/17230/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-tidak-melakukan-aktivitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dodi Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2022 02:09:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa News]]></category>
		<category><![CDATA[#bencanaalam]]></category>
		<category><![CDATA[#gunungsemeru]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=17230</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Selasa (6/12) sekitar pukul 05.02 WIB. Gunung Semeru kembali erupsi pada pagi hari. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan erupsi terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info &#8211;</strong> Selasa (6/12) sekitar pukul 05.02 WIB. Gunung Semeru kembali erupsi pada pagi hari. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan erupsi terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 73 detik.</p>



<div id="section-gd4857f" class="wp-block-gutentor-e6 section-gd4857f gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2022/12/504C1F13-1DC2-43F9-A67A-58ABD3CEEBC0.jpeg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Selasa, 06 Desember 2022, pukul 05:02 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 4076 m di atas permukaan laut),&#8221; kata PVMBG pada situs resmi, Selasa (6/12).</p>



<p class="wp-block-paragraph">PVMBG mengatakan ada potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan berbagai aktivitas dalam radius 17 kilometer dari puncak Semeru. PVMBG menyebutkan ada potensi lontaran batu pada jarak 8 kilometer dari puncak Gunung Api Semeru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” tulis PVMBG.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, Gunung Semeru mengalami erupsi pada Minggu (4/12). PVMBG pun telah menetapkan Semeru naik ke level empat atau status awas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekitar 1.979 warga mengungsi akibat erupsi Semeru. Bupati Lumajang Thoriqul Haq menetapkan tanggap darurat selama 14 hari mulai Minggu (4/12).</p>



<p class="wp-block-paragraph">sumber: CNNIndonesia.com</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Muhammad Nabil Bambang Putra</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/17230/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-tidak-melakukan-aktivitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17230</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 40/74 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: peristiwa.info @ 2026-10-08 12:48:33 by W3 Total Cache
-->