<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sastra dan Budaya &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<atom:link href="https://peristiwa.info/category/sastra-dan-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<description>Berpikir, Bertindak, Berkarya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 May 2024 22:07:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2024/08/cropped-LOGU-1-32x32.png</url>
	<title>Sastra dan Budaya &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183534355</site>	<item>
		<title>Di Balik Keunikan Tradisi, Ada Ritual Nan Mistis: Pawai Tatung, Pesona Ekstrem Cap Go Meh!</title>
		<link>https://peristiwa.info/19578/di-balik-keunikan-tradisi-ada-ritual-nan-mistis-pawai-tatung-pesona-ekstrem-cap-go-meh/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/19578/di-balik-keunikan-tradisi-ada-ritual-nan-mistis-pawai-tatung-pesona-ekstrem-cap-go-meh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dodi Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2024 10:40:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline #kabarkampus #peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=19578</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Kota Singkawang, Kalimantan Barat atau dijuluki Kota Seribu Kelenteng ini menyimpan sebuah tradisi ekstrem bernama Pawai Tatung. Tradisi ini dilakukan dengan menusuk badan maupun wajah untuk perayaan Cap&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info &#8211;</strong> Kota Singkawang, Kalimantan Barat atau dijuluki Kota Seribu Kelenteng ini menyimpan sebuah tradisi ekstrem bernama Pawai Tatung. Tradisi ini dilakukan dengan menusuk badan maupun wajah untuk perayaan Cap Go Meh di Indonesia. Tradisi ini dikatakan ekstrem lantaran menyajikan atraksi menusuk-nusuk badan dan wajah dengan benda tajam. Tatung sendiri merupakan sebutan bagi orang-orang yang melakukan atraksi tersebut. Dalam bahasa Hakka, “Tatung” adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Dengan menggunakan mantra tertentu, roh dewa dipanggil kemudian merasuki raga orang tersebut. Sebelum Cap Go Meh warga biasanya bergantian sembahyang di vihara. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tradisi ini dilakukan selama 13-15 hari. Masyarakat setempat menyebut hari tersebut sebagai harimau putih dengan harapan tidak terjadi hal-hal buruk. Menjelang sore hari, suhu atau pendeta akan keluar dan sembahyang di vihara untuk berdoa agar ritual Tatung berjalan lancar. Para Tatung diwajibkan berpuasa selama tiga hari sebelum perayaan dan dilarang memakan daging, serta berhubungan badan bagi para pasangan. Hal tersebut dimaksud agar Tatung berada dalam keadaan suci. Tatung diyakini memiliki kekuatan supranatural yang mampu melakukan pengobatan dan tolak bala. </p>



<div id="section-gd14c98" class="wp-block-gutentor-e6 section-gd14c98 gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2024/02/63b9879e002f8.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya Tatung adalah orang yang memiliki garis keturunan baik, dan ayah atau kakeknya pernah menjadi Tatung. Pawai dimulai dari altar vihara. Setelah pendeta memberikan persembahan kepada Dea To Pe Kong dan memanggil roh. Tubuh para Tatung akan dirasuki roh agar menjadi kebal, kemudian diarak keliling kota dengan dandanan pakaian Tionghoa atau Dayak. Diiringi genderang, para tatung memulai atraksinya dengan berdiri tegak di atas mata pisau atau pecahan beling. Ada juga yang menancapkan baja runcing ke pipi hingga menembus kedua sisi pipinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah pawai selesai, mereka akan berkumpul untuk melakukan sembahyang bersama di altar pusat perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Keberadaan Tatung dalam jumlah besar merupakan budaya khas Kota Singkawang saat perayaan Cap Go Meh. Sebagai pesta kebudayaan, pawai Tatung memiliki sisi ritual religius yang cukup kental dan mencerminkan pembauran kepercayaan Taoisme kuno dengan animisme lokal yang hanya terdapat di Kota Singkawang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Diva Maharani</p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor: Muhammad Syihab Ghani &amp; Kenneth</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/19578/di-balik-keunikan-tradisi-ada-ritual-nan-mistis-pawai-tatung-pesona-ekstrem-cap-go-meh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19578</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Natal Hampir Tiba, Ini 5 Tradisi Natal Unik di Indonesia yang Wajib Kamu Tahu!</title>
		<link>https://peristiwa.info/19347/natal-hampir-tiba-ini-5-tradisi-natal-unik-di-indonesia-yang-wajib-kamu-tahu/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/19347/natal-hampir-tiba-ini-5-tradisi-natal-unik-di-indonesia-yang-wajib-kamu-tahu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dodi Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Dec 2023 04:13:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews #peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=19347</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Menjelang hari raya Natal pada tanggal 25 Desember 2023, seluruh umat Kristen di dunia beramai-ramai menghidupkan tradisi khas Natal mereka. Salah satunya adalah Indonesia. Meskipun umat Kristen di&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info &#8211; </strong>Menjelang hari raya Natal pada tanggal 25 Desember 2023, seluruh umat Kristen di dunia beramai-ramai menghidupkan tradisi khas Natal mereka. Salah satunya adalah Indonesia. Meskipun umat Kristen di Indonesia tergolong minoritas, tradisi perayaan Natal di negeri ini tak kalah meriah dibanding negara-negara lain yang mayoritas umat Kristen. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilansir dari kemenparekraf.go.id, ini dia 5 tradisi Natal khas yang telah beredar di beberapa bagian Nusantara:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Rabo-Rabo (Jakarta)</p>



<div id="section-gb07db3" class="wp-block-gutentor-e6 section-gb07db3 gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2023/12/EpGcYyUJ_1641390351-1.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik kehidupan Ibukota Indonesia yang melambangkan gaya hidup modern, Jakarta masih memiliki tradisi Natal yang terkenal unik dan telah dilestarikan sampai sekarang, tradisi ini dinamakan dengan Rabo-Rabo. Tradisi Rabo-Rabo bisa ditemukan di Kampung Tugu, Kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Kawasan ini awalnya disinggahi sekelompok pemeluk agama Kristen keturunan Portugis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilakukan setiap menjelang Hari Natal, Rabo-Rabo diartikan sebagai “Ekor-Mengekor,” atau dalam bahasa Kreol Portugis adalah dilakukan dengan berkeliling area kampung dan mengunjungi rumah-rumah kerabat, sambil menyanyikan lagu keroncong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di puncak perayaan Rabo-Rabo akan dilakukan tradisi&nbsp;mandi-mandi, yaitu menggambar wajah satu sama lain dengan bedak putih. Menurut kepercayaan, kegiatan tersebut memiliki makna penebusan dosa dan pengampunan, serta untuk memulai dan menyambut Tahun Baru dalam keadaan bersih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Wayang Wahyu (Yogyakarta)</p>



<div id="section-g08f019" class="wp-block-gutentor-e6 section-g08f019 gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2023/12/wayang-wahyu.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Yogyakarta atau yang lebih dikenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga masih melestarikan tradisi Natal yang tidak kalah unik dan menarik diikuti. Berbeda dengan sebelumnya, tradisi Natal di&nbsp;Yogyakarta&nbsp;dimeriahkan dengan pentas kesenian Wayang Wahyu, secara khusus merupakan pertunjukan wayang kulit yang diangkat dari cerita-cerita di Alkitab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wayang Wahyu bukan hanya pentas kesenian wayang “biasa,” tapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan wahyu atau firman Tuhan. Menariknya lagi, tradisi Wayang Wahyu pun menjadi sarana untuk menunjukkan akulturasi budaya dan simbol toleransi keberagaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3. Ngejot dan Penjor (Bali)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bali, secara luas bahkan ke tingkat mancanegara terkenal sebagai daerah dengan toleransi agama yang sangat tinggi, jadi jangan heran pengunjung akan menemukan tradisi keagamaan setiap agama di&nbsp;Bali. Termasuk salah satunya adalah tradisi Natal yang dikenal dengan tradisi Ngejot dan Penjor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkatnya, Ngejot adalah tradisi Natal yang dilakukan dengan saling berbagi makanan. Uniknya, makanan yang disajikan disesuaikan dengan agama masing-masing setiap orang. Sementara itu, Penjor adalah tradisi memasang bambu-bambu tinggi melengkung yang merupakan bentuk syukur terhadap anugerah Tuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">4. Marbinda dan Marhobas (Sumatra Utara)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat Batak Toba,&nbsp;Sumatra Utara&nbsp;juga punya tradisi perayaan Natal yang tidak akan kalah uniknya, yakni Marbinda dan Marhobas. Marbinda ialah tradisi menyembelih hewan menjelang Hari Raya Natal. Sedangkan, Marhobas ialah tradisi memasak hasil sembelih yang dilakukan oleh para pria. Makna dari tradisi Natal Marhobas dan Marbinda tidak sekadar lambang kebersamaan dan pengingat persaudaraan antara masyarakat saja. Tapi, sebagai wujud dari rasa syukur kepada Tuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">5. Kunci Taon (Sulawesi Utara)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu lagi tradisi Natal di Indonesia yang tidak kalah menarik dengan tradisi sebelumnya adalah Kunci Taon. Tradisi Natal yang banyak dijumpai di Kota Manado,&nbsp;Sulawesi Utara&nbsp;ini secara harfiah diartikan dengan “mengunci tahun.&#8221; Tradisi Natal di Manado ini resmi dimulai sejak memasuki bulan Desember.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tradisi Natal Kunci Taon dimulai dengan serangkaian ibadah di gereja dan dilanjutkan dengan kegiatan ziarah ke makam kerabat. Uniknya, kebanyakan masyarakat Manado akan meletakkan lampu hias di atas makam saat berziarah. Namun, puncak perayaan Natal baru akan berlangsung pada Minggu pertama di bulan Januari. Tradisi Kunci Taon ditutup dengan pawai keliling menggunakan kostum-kostum unik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Gabriella Christina Tambayong</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/19347/natal-hampir-tiba-ini-5-tradisi-natal-unik-di-indonesia-yang-wajib-kamu-tahu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>4 Fakta Unik dan Menarik Kota Banjarmasin, Kota Seribu Sungai</title>
		<link>https://peristiwa.info/19273/4-fakta-unik-dan-menarik-kota-banjarmasin-kota-seribu-sungai/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/19273/4-fakta-unik-dan-menarik-kota-banjarmasin-kota-seribu-sungai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Desyana Dharta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2023 17:29:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=19273</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info – Banjarmasin, sebuah kota yang sering dijuluki Kota Seribu Sungai karena banyaknya sungai besar maupun kecil yang membelah wilayahnya. Banjarmasin terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Barito&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info </strong>– Banjarmasin, sebuah kota yang sering dijuluki Kota Seribu Sungai karena banyaknya sungai besar maupun kecil yang membelah wilayahnya. Banjarmasin terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala di barat dan utara, Kabupaten Banjar di timur dan selatan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2023/12/IMG-20231209-WA0002.jpg" alt="" class="wp-image-19274"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Banjarmasin memiliki beberapa fakta unik dan menarik yang sayang untuk dilewatkan. Yuk, simak ulasannya berikut ini!</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Pasar Terapung Alami di Dunia</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasar Terapung di Banjarmasin merupakan pasar tradisional yang telah ada sejak tahun 1500 an. Pasar Terapung ini diantaranya berada di Kuin dan juga Lok Baintan. Pedagang dan pembeli di pasar terapung melakukan aktivitas perdagangan dengan menggunakan jukung sebagai alat transportasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Akad Jual-Beli di Masyarakat</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika akad jual beli berlangsung, penjual mengucapkan kata &#8220;Jual&#8221; dan kemudian pembeli akan mengucapkan kata &#8220;Tukar&#8221;. Hal ini dilakukan masyarakat Banjar apabila telah selesai bertransaksi dengan sikap saling kerelaan antara pihak penjual dan pembeli. Akad jual beli ini masih bertahan hingga sekarang, seperti di pasar tradisional, kios, dan juga transaksi secara COD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3. Soto Banjar sebagai Kuliner Legendaris</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soto Banjar menjadi referensi kuliner bagi wisatawan yang mengunjungi Kota Seribu Sungai ini. Disajikan dengan isian ketupat, daging ayam, irisan telur, wortel serta kuah dengan rempah yang gurih. Berwisata ke Banjarmasin, tentunya tidak lengkap tanpa mencicipi kuliner Soto Banjar yang legendaris ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">4. Kain Sasirangan Khas Banjar</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kain sasirangan adalah kain yang diberi gambar dengan motif dan warna tertentu secara tradisional menurut citarasa budaya khas etnis Banjar di Kalimantan Selatan.Kain sasirangan identik dengan kain yang diberi gambar dengan corak beragam berbentuk garis jelujur yang memanjang dari bawah ke atas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Muhammad Azmi Agus Luthfi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor : Andini Saudin Nabilla</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/19273/4-fakta-unik-dan-menarik-kota-banjarmasin-kota-seribu-sungai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19273</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Pamali, Budaya Pantangan Dan Larangan Masyarakat Indonesia</title>
		<link>https://peristiwa.info/19256/mengenal-pamali-budaya-pantangan-dan-larangan-masyarakat-indonesia/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/19256/mengenal-pamali-budaya-pantangan-dan-larangan-masyarakat-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Firdaus Akmal]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2023 21:55:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews #peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=19256</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Masyarakat Indonesia pasti mengetahui tentang Pamali. Pamali adalah Larangan atau Pantangan yang apabila itu dilanggar, biasanya akan ada hal buruk yang terjadi menimpa orang yang melanggar. Kebanyakan ajaran&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Masyarakat Indonesia pasti mengetahui tentang Pamali. Pamali adalah Larangan atau Pantangan yang apabila itu dilanggar, biasanya akan ada hal buruk yang terjadi menimpa orang yang melanggar. Kebanyakan ajaran pamali dikaitkan dengan hal-hal yang supranatural dan mistis dengan tujuan untuk menakut-nakuti seseorang agar menjadi patuh dan taat. </p>



<div id="section-g3db7a9" class="wp-block-gutentor-e6 section-g3db7a9 gutentor-element gutentor-element-image"><div class="gutentor-element-image-box"><div class="gutentor-image-thumb"><img decoding="async" class="normal-image" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2023/12/IMG-20231205-WA0012.jpg"/></div></div></div>



<p class="wp-block-paragraph">Pamali sendiri telah menjadi kajian di dalam ilmu budaya dan dianggap sebagai salah satu sumber norma dan nilai kebaikan. Pamali sudah ada sejak zaman dahulu dan banyak diterapkan oleh masyarakat. Contoh sederhana dari Pamali itu sendiri adalah larangan untuk duduk diatas bantal, sebab jika itu dilanggar maka akan muncul bisul di pantat. Secara logika, tentu saja tidak mungkin seseorang muncul bisul dipantat dikarenakan duduk di atas bantal. Lagipula tidak ada hubungannya hal tersebut terjadi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Pamali berbicara kasar di gunung, hutan dan sebagainya, ini ada kaitannya dengan ajaran mengenai sopan santun. Leuweung kramat dipercaya sebagai tempat suci, sehingga saat memasukinya seseorang dilarang untuk berbicara yang tidak pantas dan tidak baik, apalagi sampai menentang penjaga disana. Ini tentu hanya sebagian kecil dari contoh tradisi Pamali yang ada di Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih ada banyak lagi tradisi Pamali ditempat lain yang masih di percaya hingga saat ini. Beberapa diantaranya sudah dipelajari dan diketahui mengapa sesuatu menjadi pantangan atau larangan. Namun, penting diketahui bahwa tradisi pamali ini tidak dianggap mitos yang tak masuk akal belaka, melainkan dicari nilai-nilai di balik pantangan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Muhammad Syauqi Rafiq</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/19256/mengenal-pamali-budaya-pantangan-dan-larangan-masyarakat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19256</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hati-Hati &#8216;Kapuhunan&#8217;, Inilah Kalimantan!</title>
		<link>https://peristiwa.info/19244/hati-hati-kapuhunan-inilah-kalimantan/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/19244/hati-hati-kapuhunan-inilah-kalimantan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Desyana Dharta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 10:48:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=19244</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info – Istilah &#8216;Kapuhunan&#8217; tentunya sudah tidak asing lagi bagi Masyarakat Banjar. Kapuhunan berarti kesialan atau musibah karena tidak memakan makanan yang ditawarkan, atau apabila tidak sempat makan sesuatu yang&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info </strong>– Istilah &#8216;Kapuhunan&#8217; tentunya sudah tidak asing lagi bagi Masyarakat Banjar. Kapuhunan berarti kesialan atau musibah karena tidak memakan makanan yang ditawarkan, atau apabila tidak sempat makan sesuatu yang sudah diinginkan dan dihidangkan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2023/12/IMG-20231204-WA0018.jpg" alt="" class="wp-image-19245"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, mengapa &#8216;kapuhunan&#8217; ini masih melekat erat dengan Masyarakat Banjar hingga saat ini?Dalam penelitian yang dilakukan oleh Faisal dan Ariani (Persepsi Masyarakat Banjar Terhadap Kapuhunan, 2018) menjelaskan bahwa Masyarakat Banjar sangat meyakini, ketika seseorang tidak makan atau menyantap makanan yang telah disediakan, maka orang itu akan mendapatkan musibah atau kecelakaan. Beragam bentuk kapuhunan yang akan diterima misalnya seperti tersandung, jatuh hingga kecelakaan fatal lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meutya Az Zahra, salah seorang mahasiswa ULM berbagi pengalamannya tentang kapuhunan, &#8220;Dulu waktu sekolah pernah kapuhunan. Jadi pagi itu buru-buru ke sekolah karena udah mepet jam masuk, sempet ditawari orang tua buat makan terlebih dahulu tapi ditolak gitu aja dan langsung pamitan. Pas di jalan lumayan was was karena menolak makanan tadi yang membuat tidak fokus di jalan dan oleng sendiri. Jadilah kecelakaan tunggal. Nah, sejak saat itu mulai percaya kalo ada yang namanya kepuhunan,&#8221; paparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akibat keyakinan akan mitos tentang kapuhunan ini dapat membuat seseorang bersikap mudah merasa cemas, was-was, dan takut ketika menyadari telah terlupa makan atau minum yang telah ditawarkan, sehingga orang tersebut tidak fokus yang menyebabkan terjadinya musibah. Hal ini diperkuat dengan kepercayaan turun-temurun sejak dahulu dan pengalaman yang kemudian menjadi budaya oleh Masyarakat Banjar. Oleh sebab itu berdasarkan pendapat masyarakat setempat, ada baiknya untuk mencicipi makanan yang telah dihidangkan walau hanya sedikit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Heka Milyanti</p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor: Andini Saudin Nabilla</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/19244/hati-hati-kapuhunan-inilah-kalimantan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19244</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banjarmasin akan menggelar acara Aruh Sastra XX</title>
		<link>https://peristiwa.info/19118/banjarmasin-akan-menggelar-acara-aruh-sastra-xx/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/19118/banjarmasin-akan-menggelar-acara-aruh-sastra-xx/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Firdaus Akmal]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2023 01:43:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline #kabarkampus #peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews #peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=19118</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) dan Dewan Kesenian Banjarmasin akan menggelar acara Aruh Sastra Kalsel yang Ke-XX dari tanggal 27-29 Oktober 2023. Tema yang diusung dalam&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) dan Dewan Kesenian Banjarmasin akan menggelar acara Aruh Sastra Kalsel yang Ke-XX dari tanggal 27-29 Oktober 2023. Tema yang diusung dalam Acara Aruh Sastra Kalsel yang Ke-XX 2023 ini mengambil tema sungai, Karena sesuai dengan julukan kota Banjarmasin itu sendiri yakni kota Seribu Sungai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Biasanya memang kebanyakan tema-tema itu diambil dari kekuatan daerah yang melaksanakan,&#8221; ucap Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin, Hajriansyah dalam konferensi pers di Kampung Buku, Selasa (10/10/2023) sore.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan tema acara ini, sastra yang diangkat berkaitan dengan isu-isu lingkungan terutama tentang sungai baik secara harfiah maupun simbolik.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2023/10/Isi-Berita-Diva-Lazuardi.jpeg" alt="" class="wp-image-19119"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tentunya dalam pergelaran Aruh Sastra kali ini akan terasa berbeda dari biasanya. Pasalnya, jangkauannya lebih luas lagi tidak hanya di Kalsel saja, tetapi di luar daerah lainnya. &#8220;Sudah saatnya sastra Kalsel go nasional,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka dari itu, narasumber yang dihadirkan berasal dari luar daerah yang merupakan sastrawan dimana secara nasional memang dikenal publik sastra. Termasuk dewan juri dalam berbagai lomba sastra yang akan dilaksanakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pergelaran Aruh Sastra kali ini akan lebih semarak karena akan diikuti dari peserta luar daerah seperti Kaltim, Kalbar, Kalteng, Kalimantan Utara dan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Masing-masing daerah diperkenankan mengirim 15 peserta,&#8221; tuturnya. Selain itu, dalam pergelaran tersebut juga akan menghadirkan bintang tamu dari kalangan sastrawan yang masih dirahasiakan namanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Zulfaisal Putera menuturkan pergelaran aruh sastra di Kota Seribu Sungai tentu sangat didukung dan diapresiasi Pemerintah Kota Banjarmasin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat setelah sekian lama, akhirnya Kota Banjarmasin terpilih kembali menjadi tuan rumah dari agenda yang bergulir setiap tahunnya secara provinsi di kabupaten/kota Kalsel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pelaksanaannya didanai dan dianggarkan Pemko Banjarmasin sekitar Rp 1 miliar dan sudah disiapkan sejak tahun lalu,&#8221; beber Zul.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zul berharap pergelaran Aruh sastra di Kota Banjarmasin tidak hanya dinikmati pecinta sastra saja tapi juga orang awam. Untuk menarik minat orang awam, pemilihan tempat untuk pergelaran aruh sastra akan dilaksanakan di ruang terbuka yang rencananya di Siring Menara Pandang atau Siring Balai Kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita ingin mengenalkan kepada orang awam bahwa sastra itu nikmat,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: beritabanjarmasin.com</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Diva Lazuardi Imani</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/19118/banjarmasin-akan-menggelar-acara-aruh-sastra-xx/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19118</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 40/75 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: peristiwa.info @ 2026-06-24 18:43:05 by W3 Total Cache
-->