<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eldya Rosada &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<atom:link href="https://peristiwa.info/author/xyrarxu08/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<description>Berpikir, Bertindak, Berkarya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Sep 2026 17:49:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2024/08/cropped-LOGU-1-32x32.png</url>
	<title>Eldya Rosada &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183534355</site>	<item>
		<title>RUU Perampasan Aset Disorot, Pengawasan Jadi Perhatian</title>
		<link>https://peristiwa.info/22859/ruu-perampasan-aset-disorot-pengawasan-jadi-perhatian/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22859/ruu-perampasan-aset-disorot-pengawasan-jadi-perhatian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eldya Rosada]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 07:02:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#dprri]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#ruuperampasanaset]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22859</guid>

					<description><![CDATA[Pembahasan RUU Perampasan Aset menyoroti pentingnya pengawasan, praduga tak bersalah, dan perlindungan pihak yang tidak terlibat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali menjadi perhatian setelah Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama sejumlah akademisi pada Senin (28/9/2026). Dalam agenda tersebut, para ahli memberikan sejumlah masukan terkait batas kewenangan aparat dan mekanisme perampasan aset agar tetap berjalan sesuai prinsip hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu akademisi hukum, M. Said Bakhri, menekankan pentingnya pengawasan yang kuat dalam penerapan aturan tersebut. Menurutnya, kewenangan perampasan aset harus memiliki batas yang jelas agar tidak disalahgunakan untuk membungkam kritik, menyerang pihak yang berbeda pandangan politik, maupun merugikan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Said juga mengingatkan agar penerapan RUU tersebut tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah. Ia menilai penetapan seseorang sebagai tersangka atau terdakwa harus melalui mekanisme peradilan, sementara kekayaan yang dianggap tidak wajar tidak seharusnya secara otomatis menjadi dasar untuk merampas aset.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="800" height="535" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6185829577691697760_x.jpg" alt="" class="wp-image-22860" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6185829577691697760_x.jpg 800w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6185829577691697760_x-768x514.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, perlindungan terhadap keluarga, ahli waris, dan pihak ketiga yang tidak terlibat dalam tindak pidana turut menjadi perhatian. Hubungan keluarga dengan seseorang yang diduga melakukan tindak pidana, menurut Said, tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk melakukan perampasan aset.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembahasan juga menyoroti pengelolaan aset yang nantinya berhasil dirampas negara. Said mendorong agar aset tersebut dicatat, diaudit, dan dikelola secara transparan sehingga hasilnya benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Mekanisme keberatan dan perlindungan bagi pihak yang dirugikan juga dinilai perlu diatur secara jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembahasan RUU Perampasan Aset selanjutnya masih akan berlanjut di DPR. Sebelumnya, Komisi III menargetkan RUU tersebut dapat disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Masukan dari akademisi dalam pembahasan terbaru menjadi bagian dari proses penyusunan aturan yang diharapkan mampu memperkuat pemulihan aset hasil tindak pidana sekaligus memberikan kepastian dan perlindungan hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Ahmad Ridhani</p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor : Eldya Rosada</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22859/ruu-perampasan-aset-disorot-pengawasan-jadi-perhatian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22859</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lima Jenazah Ditemukan, 64 Korban KM Virgo Masih Dicari</title>
		<link>https://peristiwa.info/22855/lima-jenazah-ditemukan-64-korban-km-virgo-masih-dicari/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22855/lima-jenazah-ditemukan-64-korban-km-virgo-masih-dicari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eldya Rosada]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 06:53:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#kecelakaankapal]]></category>
		<category><![CDATA[#kmvirgotransport8]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22855</guid>

					<description><![CDATA[Memasuki hari ke-16 pencarian, lima jenazah kembali ditemukan dari KM Virgo Transport 8, sementara 64 korban masih dalam pencarian.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Memasuki hari ke-16 operasi pencarian KM Virgo Transport 8, tim SAR gabungan kembali menemukan lima jenazah dari dalam badan kapal. Perkembangan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Operasi DVI Polri Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang digelar Polda Kalimantan Selatan pada Senin (28/9/2026). Hingga pembaruan hari ini, sebanyak 71 korban dinyatakan meninggal dunia, sementara 64 korban lainnya masih dalam proses pencarian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konferensi pers tersebut, Tim DVI turut menyampaikan perkembangan proses identifikasi jenazah korban. Sebanyak 42 jenazah telah berhasil teridentifikasi, sedangkan 29 jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi. Proses identifikasi dilakukan terhadap jenazah yang telah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin. Data tersebut menjadi bagian dari pembaruan penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses evakuasi masih menghadapi sejumlah kendala selama penyelaman di lokasi kapal. Basarnas menyebut kondisi kapal yang terus berubah kemiringan membuat penyelam harus menyesuaikan posisi dan metode penyelaman. Kondisi di dalam kapal juga dipenuhi sedimen dan lumpur sehingga jarak pandang penyelam terbatas. Situasi tersebut membuat proses pencarian korban membutuhkan waktu dan kehati-hatian.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" width="620" height="349" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6185829577691697735_x.jpg" alt="" class="wp-image-22856" style="aspect-ratio:1.776530039303762;width:840px;height:auto"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kendala lainnya berkaitan dengan kondisi <em>gas density</em> pada kedalaman laut tempat kapal berada. Kondisi tersebut membuat penyelam tidak dapat berada terlalu lama di kedalaman sehingga waktu pencarian harus dibatasi. Basarnas perlu mempertimbangkan kondisi tersebut untuk menjaga keselamatan para penyelam selama proses evakuasi. Keterbatasan waktu penyelaman turut menjadi salah satu faktor yang membuat proses evakuasi berlangsung lebih lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konferensi pers dihadiri Kabid Humas, Kabiddokes, Kabid DVI, Kapolsek Banjarmasin Timur, Basarnas, Jasa Raharja, pihak KM Virgo Transport 8, awak media, serta keluarga korban. Kehadiran sejumlah unsur tersebut menjadi bagian dari penyampaian perkembangan operasi pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban. Informasi mengenai kondisi korban dan proses penanganannya disampaikan pada saat konferensi pers berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan tersebut, Basarnas dan Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan mengimbau seluruh media agar tidak menyebarluaskan video yang memperlihatkan tubuh korban secara jelas. Imbauan tersebut disampaikan untuk menghormati korban serta menjaga perasaan keluarga yang masih menunggu kepastian mengenai anggota keluarganya. Sementara itu, proses pencarian terhadap 64 korban yang masih belum ditemukan terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Eldya Rosada &amp; Rismaniswati</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22855/lima-jenazah-ditemukan-64-korban-km-virgo-masih-dicari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22855</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemarau Berlanjut, Air Sungai Makin Asin dan Karhutla Meluas</title>
		<link>https://peristiwa.info/22823/kemarau-berlanjut-air-sungai-makin-asin-dan-karhutla-meluas/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22823/kemarau-berlanjut-air-sungai-makin-asin-dan-karhutla-meluas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eldya Rosada]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 14:46:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#kabutasap]]></category>
		<category><![CDATA[#kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[#kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22823</guid>

					<description><![CDATA[Kemarau berlanjut, kadar garam Sungai Martapura meningkat dan kabut asap karhutla mengganggu aktivitas hingga mengancam keselamatan warga.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Kemarau belum usai, masyarakat kembali dihadapkan pada persoalan lingkungan yang belum juga mereda. Air Sungai Martapura semakin asin, sementara kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Kalimantan.</p>



<p class="has-medium-font-size wp-block-paragraph"><strong>Air Sungai Asin, Penggunaan Air Warga Dibatasi</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1000" height="750" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6172321707977283161_y.jpg" alt="" class="wp-image-22824" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6172321707977283161_y.jpg 1000w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6172321707977283161_y-850x638.jpg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6172321707977283161_y-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan kadar garam di Sungai Martapura mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Banjarmasin. Kondisi ini terjadi akibat masuknya air laut ke aliran sungai. Dampaknya, sejumlah ikan laut seperti sembilang, pari muara, ikan kiper, dan kakap putih mulai ditemukan hingga kawasan Banua Anyar, Banjarmasin Utara. Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Banjarmasin, Sulaiman Thalib, menjelaskan bahwa ikan-ikan tersebut berpindah mengikuti kondisi kadar garam di perairan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><br>Meningkatnya kadar garam di Sungai Martapura juga berdampak pada ketersediaan air bersih masyarakat. Sungai Martapura merupakan salah satu sumber air baku yang digunakan Perusahaan Perseroan Daerah Air Minum (PTAM) Bandarmasih untuk menyediakan air bersih. Sejak 22 September 2026, air yang disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), sehingga masyarakat tidak dianjurkan menggunakannya untuk minum dan memasak.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Pembatasan penggunaan air dilakukan karena kadar garam yang meningkat dapat memengaruhi kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat. Kondisi Sungai Martapura pun menjadi perhatian karena perubahan kualitas air tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga kebutuhan dasar warga.</p>



<p class="has-medium-font-size wp-block-paragraph"><strong>Asap Karhutla Menebal, Ancam Keselamatan Warga</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1159" height="652" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6172321707977283160_y-edited.jpg" alt="" class="wp-image-22826" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6172321707977283160_y-edited.jpg 1159w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6172321707977283160_y-edited-850x478.jpg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6172321707977283160_y-edited-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1159px) 100vw, 1159px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin, kabut asap terpantau pekat pada Rabu (23/9/2026). Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Kayu Tangi, konsentrasi PM10 mencapai 1.556 pada pukul 07.00 Wita dan masuk kategori berbahaya. Kondisi tersebut turut mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Karhutla juga terjadi di sekitar Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar. Api yang mendekati kawasan rumah sakit membuat 167 pasien dievakuasi ke ruangan yang lebih aman. Berdasarkan pemantauan udara, lahan yang terbakar di sekitar lokasi mencapai sekitar sembilan hektare. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan melokalisasi titik api agar kebakaran tidak semakin mendekati kawasan rumah sakit.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabut asap juga berdampak pada aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah. Seorang siswi SMKN 1 Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju sekolah pada Jumat (18/9/2026). Kecelakaan terjadi di kawasan Pelantaran yang saat itu diselimuti kabut asap, sehingga membuat jarak pandang terbatas. Hingga kini, kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Eldya Rosada &amp; Rismaniswati</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22823/kemarau-berlanjut-air-sungai-makin-asin-dan-karhutla-meluas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22823</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hilang Kontak Saat Meliput Anak Krakatau, Pencarian Lima Jurnalis Dihentikan</title>
		<link>https://peristiwa.info/22754/hilang-kontak-saat-meliput-anak-krakatau-pencarian-lima-jurnalis-dihentikan/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22754/hilang-kontak-saat-meliput-anak-krakatau-pencarian-lima-jurnalis-dihentikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eldya Rosada]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 09:46:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[#anakkrakatau]]></category>
		<category><![CDATA[#bencanaalam]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#jurnalishilang]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22754</guid>

					<description><![CDATA[Lima jurnalis dan tiga kru KM Arupadhatu I hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau, pencarian dihentikan setelah 10 hari.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadhatu I hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Operasi pencarian kemudian dilakukan selama 10 hari sebelum akhirnya resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026). Keputusan penghentian disampaikan Gubernur Banten Andra Soni di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, setelah tim tidak menemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa ini bermula pada Senin (7/9/2026), ketika rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan <em>speedboat</em> untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut ialah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka bersama tiga kru kapal, yaitu nakhoda, anak buah kapal, dan pemandu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Komunikasi dengan rombongan masih berlangsung pada awal perjalanan. Berdasarkan laporan SAR, sekitar pukul 14.42 WIB salah seorang jurnalis di Lampung menerima <em>share location</em> dari rombongan. Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi tersebut terputus. Kapal yang membawa rombongan juga belum kembali ke Dermaga Pagedongan hingga laporan kehilangan diterima. Setelah itu, tim SAR melakukan penelusuran dan pencarian terhadap kapal beserta seluruh penumpangnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6154200270292849670_y.jpg" alt="" class="wp-image-22755" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6154200270292849670_y.jpg 1200w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6154200270292849670_y-850x478.jpg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6154200270292849670_y-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pencarian kemudian dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur SAR, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan wilayah pencarian yang terus disesuaikan berdasarkan kemungkinan pergerakan objek akibat kondisi arus laut. Pada hari kesepuluh, pencarian mencakup wilayah dari perairan Bengkulu hingga Banten. Sebanyak 24 unit kapal dikerahkan dengan cakupan area gabungan mencapai 8.509 mil laut persegi, termasuk wilayah Teluk Semangka hingga kawasan Gunung Anak Krakatau. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama operasi berlangsung, tim SAR menemukan 13 objek terapung di laut, di antaranya <em>life jacket</em>, terpal, helm, dan galon. Temuan tersebut kemudian diperiksa dan diverifikasi oleh Ditpolairud Polda Banten. Hasil pemeriksaan menunjukkan benda-benda tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan KM Arupadhatu I maupun perlengkapan rombongan. Setelah pencarian memasuki hari ketujuh tanpa hasil, operasi sempat diperpanjang selama tiga hari untuk memberikan waktu tambahan bagi tim SAR melakukan penyisiran. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki hari kesepuluh, tim SAR kembali tidak menemukan tanda keberadaan kapal maupun lima jurnalis dan tiga kru yang dicari. Operasi akhirnya dihentikan karena dinilai sudah tidak efektif setelah seluruh upaya pencarian belum memberikan hasil. Meski demikian, penghentian operasi tidak berarti pemantauan berakhir. Basarnas tetap melakukan pemantauan melalui unsur yang beroperasi di perairan Selat Sunda dan membuka kemungkinan pencarian kembali apabila muncul informasi atau petunjuk baru mengenai keberadaan KM Arupadhatu I dan rombongan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Eldya Rosada &amp; Rismaniswati</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22754/hilang-kontak-saat-meliput-anak-krakatau-pencarian-lima-jurnalis-dihentikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22754</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi Yudisial Adakan Seminar Edukasi Publik untuk Mahasiswa dan Masyarakat</title>
		<link>https://peristiwa.info/22680/komisi-yudisial-adakan-seminar-edukasi-publik-untuk-mahasiswa-dan-masyarakat/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22680/komisi-yudisial-adakan-seminar-edukasi-publik-untuk-mahasiswa-dan-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eldya Rosada]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 14:51:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#hukum&politik]]></category>
		<category><![CDATA[#komisiyudisial]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#seminaredukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22680</guid>

					<description><![CDATA[Komisi Yudisial edukasi mahasiswa dan masyarakat Banjarmasin mengenai tugas, wewenang, kode etik hakim serta pentingnya partisipasi publik dalam mengawasi peradilan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Penghubung Komisi Yudisial (KY) Kalimantan Selatan telah melaksanakan Seminar Edukasi Publik di kantor Penghubung Komisi Yudisial Wilayah Kalimantan Selatan, pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk memberi edukasi khususnya kepada masyarakat dan mahasiswa terkait dengan kedudukan, wewenang, dan tugas KY sebagai lembaga negara yang berperan dalam mewujudkan peradilan bersih serta menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penegakan hukum di wilayah Banjarmasin. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Berlangsung mulai pukul 10.00 WITA, kegiatan dibuka dengan perkenalan dari masing-masing Asisten Penghubung KY Kalsel. Dilanjutkan dengan penyampaian tugas pokok dan fungsi dari Komisi Yudisial, masing-masing Asisten Penghubung menjelaskan tugas mereka serta memperkenalkan lebih dalam kepada masyarakat dan mahasiswa tentang peran Komisi Yudisial sebagai lembaga pengawasan kode etik hakim.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="960" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6134202193893069625_y.jpg" alt="" class="wp-image-22681" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6134202193893069625_y.jpg 1280w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6134202193893069625_y-850x638.jpg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6134202193893069625_y-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selesai sesi pembukaan, acara langsung masuk ke pembahasan utama mengenai kode etik dan aturan perilaku hakim. Disini, masyarakat dan mahasiswa yang hadir diberi gambaran jelas tentang apa saja batasan yang harus dipatuhi seorang hakim, baik saat memimpin sidang maupun dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi berjalan lebih hidup karena para peserta sudah dibekali buku panduan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim yang dibagikan sejak awal acara untuk dipelajari lebih lanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesi diskusi berlangsung interaktif bersama tiga pemateri dari KY. Peserta terutama mahasiswa hukum dari ULM dan UIN serta masyarakat yang hadir, bergantian mengajukan pertanyaan. Tak sedikit juga dari mereka mengangkat studi kasus nyata yang sering terjadi di lapangan terkait integritas peradilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat seminar ini, KY berharap masyarakat Banjarmasin bersama civitas akademika ULM dan UIN ikut aktif memantau jalannya setiap persidangan. Partisipasi itu diharapkan dapat mendorong terwujudnya peradilan yang bersih dan tepercaya di Kalimantan Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Muhammad Raditya Maulani &amp; Hairana Dhiaulhaq</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22680/komisi-yudisial-adakan-seminar-edukasi-publik-untuk-mahasiswa-dan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22680</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Dinas Berujung Maut, Tiga Pegawai Jayawijaya Tewas</title>
		<link>https://peristiwa.info/22676/perjalanan-dinas-berujung-maut-tiga-pegawai-jayawijaya-tewas/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22676/perjalanan-dinas-berujung-maut-tiga-pegawai-jayawijaya-tewas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eldya Rosada]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 11:27:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#hukum&politik]]></category>
		<category><![CDATA[#kkb]]></category>
		<category><![CDATA[#papua]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22676</guid>

					<description><![CDATA[Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak saat perjalanan dinas di Distrik Muliama. TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak saat melakukan perjalanan dinas di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.53 WIT saat rombongan menuju lokasi kegiatan cetak sawah. Rombongan yang berjumlah 11 pegawai itu berangkat dari Wamena menuju Distrik Muliama. Di tengah perjalanan, mereka diadang sekitar delapan orang bersenjata. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok tersebut kemudian memisahkan tiga pegawai dari rombongan dan melakukan penembakan. Ketiga korban masing-masing berinisial AR (49), AAM (35), dan WB (24). AR diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, sedangkan AAM merupakan dokter hewan. Ketiganya meninggal dunia setelah mengalami luka tembak. Salah satu korban sempat mendapat perawatan di RSUD Wamena sebelum dinyatakan meninggal.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="960" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6134202193893069556_y.jpg" alt="" class="wp-image-22677" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6134202193893069556_y.jpg 1280w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6134202193893069556_y-850x638.jpg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6134202193893069556_y-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah kejadian, aparat mengevakuasi para korban dan melakukan penyelidikan. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani menyebut kelompok yang diduga melakukan penembakan berasal dari KKB Kodap III Ndugama. Polisi juga telah mengantongi ciri-ciri pelaku dan melakukan pengejaran. Di sisi lain, TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Dalam keterangannya, TPNPB-OPM menyebut ketiga korban sebagai agen intelijen militer Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka mengklaim rombongan dihentikan dan diperiksa sebelum tiga korban ditembak karena diduga dapat membocorkan pergerakan kelompok tersebut kepada aparat. Klaim TPNPB-OPM mengenai korban sebagai agen intelijen belum menjadi kesimpulan resmi aparat. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Eldya Rosada &amp; Rismaniswati</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22676/perjalanan-dinas-berujung-maut-tiga-pegawai-jayawijaya-tewas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22676</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Agnez Mo Tampil Sebagai Antagonis Berbahaya di Reacher Season 4</title>
		<link>https://peristiwa.info/22622/agnez-mo-tampil-sebagai-antagonis-berbahaya-di-reacher-season-4/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22622/agnez-mo-tampil-sebagai-antagonis-berbahaya-di-reacher-season-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eldya Rosada]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 10:18:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22622</guid>

					<description><![CDATA[Agnez Mo mencuri perhatian lewat perannya sebagai antagonis berbahaya dalam Reacher Season 4, sekaligus membawa unsur budaya Indonesia ke panggung Hollywood.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info –</strong> Penyanyi sekaligus aktris ternama Indonesia, Agnez Mo, mendadak menjadi perbincangan panas di berbagai platform media sosial tanah air sepanjang awal September 2026. Ruang komentar sang diva sempat dipenuhi candaan netizen yang menyebutnya sebagai &#8220;penipu ulung&#8221; hingga &#8220;buron&#8221;. Namun, tuduhan menggelitik tersebut bukan merupakan kasus hukum nyata, melainkan bentuk reaksi sekaligus pujian penonton terhadap totalitas kemampuan seni peran sang aktris dalam serial Hollywood populer, <em>Reacher Season</em> 4.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembalinya Agnez Mo ke dunia akting setelah absen selama hampir 15 tahun ini langsung mencuri perhatian sinema global. Berperan sebagai tokoh sentral bernama Lila Hoth, ia beradu akting dengan Alan Ritchson yang memerankan sosok Jack Reacher. Alur cerita yang diadaptasi dari novel <em>Gone Tomorrow</em> karya Lee Child ini awalnya memperkenalkan Lila sebagai perempuan muda keturunan Indonesia yang mencari ayah kandungnya di Amerika Serikat demi donor sumsum tulang belakang. Memasuki pertengahan musim tayang di platform Prime Video, karakter Lila secara mengejutkan menunjukkan <em>plot twist</em> yang tidak terduga. Karakter tersebut rupanya memiliki kepribadian berlapis dan terlibat dalam konspirasi kekerasan yang berbahaya. Dinamika cerita kian memuncak saat ia berkolaborasi dengan diva legendaris Indonesia lainnya, Anggun C. Sasmi, yang berperan sebagai sang ibu, Amisha Hoth, di mana keduanya bertransformasi menjadi duet maut sosiopat.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="736" height="414" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/photo_6109426163944984962_x.jpg" alt="" class="wp-image-22623"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya menyuguhkan ketegangan psikologis melalui <em>microexpression</em> yang kuat, Agnez Mo juga membawa unsur budaya Nusantara ke kancah internasional. Pada episode keempat yang bertajuk &#8220;<em>Karambits and Pieces</em>&#8220;, duo karakter asal Indonesia ini memamerkan aksi koreografi bela diri jarak dekat menggunakan senjata tradisional Minangkabau, yaitu kerambit. Kehadiran senjata melengkung khas Indonesia dipadukan gerakan Pencak Silat tersebut sukses menciptakan atmosfer pertarungan fisik yang intens dan estetik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Totalitas performa ini diakui Agnez dicapai lewat persiapan yang sangat matang, termasuk mendatangkan <em>acting coach</em> pribadi dari New York demi berlatih intensif 5 hingga 6 jam setiap hari. Komitmen kuat tersebut membuahkan hasil manis dengan melesatnya popularitas sang aktris hingga menembus daftar papan atas IMDb <em>STARmeter</em>, sekaligus membuka peluang tawaran proyek layar lebar Hollywood baru. Keberhasilan kolaborasi lintas generasi ini pun menorehkan sejarah baru bagi representasi talenta dan kekayaan budaya Indonesia di industri hiburan global, dan publik berharap momentum ini membuka jalan lebih lebar bagi sineas serta aktor tanah air lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Valencia Artha Ulina Damanik</p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor : Eldya Rosada</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22622/agnez-mo-tampil-sebagai-antagonis-berbahaya-di-reacher-season-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22622</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aksi Merebut Kemerdekaan, BEM UI Gelar Demonstrasi di Bundaran HI</title>
		<link>https://peristiwa.info/22427/aksi-merebut-kemerdekaan-bem-ui-gelar-demonstrasi-di-bundaran-hi/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22427/aksi-merebut-kemerdekaan-bem-ui-gelar-demonstrasi-di-bundaran-hi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eldya Rosada]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 06:57:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#beritaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#fhulm]]></category>
		<category><![CDATA[#hukumdanpolitik]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<category><![CDATA[#ULM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22427</guid>

					<description><![CDATA[BEM UI menggelar aksi “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran HI, Jakarta, dengan membawa delapan tuntutan terkait persoalan hukum, politik, ekonomi, sosial, hingga kesejahteraan masyarakat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info &#8211;</strong> Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerukan aksi bertajuk “Merebut Kemerdekaan” yang dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik terhadap kondisi sosial, ekonomi, hukum, dan politik yang dinilai masih belum mencerminkan kemerdekaan bagi masyarakat. </p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Dalam seruannya, BEM UI mempertanyakan kembali makna kemerdekaan setelah 81 tahun Indonesia merdeka. BEM UI menilai masih terdapat sejumlah persoalan, mulai dari matinya supremasi hukum, pembatasan kebebasan sipil, kerusakan lingkungan, ketimpangan ekonomi, hingga persoalan pendidikan dan kesehatan.</p>



<p class="has-text-align-left wp-block-paragraph">Aksi tersebut membawa delapan tuntutan. Pertama, menghentikan penjajahan negara terhadap rakyat sendiri. Kedua, menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Ketiga, mewujudkan reforma agraria sejati. Keempat, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/08/photo_6062000400623145428_y.jpg" alt="" class="wp-image-22429" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/08/photo_6062000400623145428_y.jpg 1200w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/08/photo_6062000400623145428_y-850x478.jpg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/08/photo_6062000400623145428_y-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, BEM UI menuntut evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta penghentian MBG dan KDMP. Mereka juga menyerukan penghentian pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), sekaligus mengembalikan otonomi daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tuntutan lainnya ialah penetapan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. BEM UI juga menyerukan penghentian represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta pembubaran YON-TP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui aksi tersebut, BEM UI mengajak masyarakat untuk kembali mempertanyakan kondisi kemerdekaan yang dirasakan saat ini. Seruan tersebut menekankan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan asing, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan hak dan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput : Ghina Mahpudhah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor : Eldya Rosada</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22427/aksi-merebut-kemerdekaan-bem-ui-gelar-demonstrasi-di-bundaran-hi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22427</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 40/105 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: peristiwa.info @ 2026-10-08 12:55:30 by W3 Total Cache
-->