<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diandra Swadesi Rahim &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<atom:link href="https://peristiwa.info/author/swadesiii/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<description>Berpikir, Bertindak, Berkarya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 05:50:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2024/08/cropped-LOGU-1-32x32.png</url>
	<title>Diandra Swadesi Rahim &#8211; PERISTIWA ONLINE</title>
	<link>https://peristiwa.info</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183534355</site>	<item>
		<title>Tuntaskan Dahaga 35 Tahun Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026</title>
		<link>https://peristiwa.info/22957/tuntaskan-dahaga-35-tahun-indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22957/tuntaskan-dahaga-35-tahun-indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Diandra Swadesi Rahim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22957</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, mendadak bergemuruh menjadi lautan merah dan emosi haru pada Senin, 5 Oktober 2026 malam. Tim Nasional Indonesia sukses menorehkan sejarah baru dengan menyabet&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, mendadak bergemuruh menjadi lautan merah dan emosi haru pada Senin, 5 Oktober 2026 malam. Tim Nasional Indonesia sukses menorehkan sejarah baru dengan menyabet gelar juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menumbangkan rival abadi, Thailand. Lewat duel dramatis selama 120 menit yang berakhir imbang 2-2, puncaknya terjadi saat skuad Garuda mengunci kemenangan manis 4-2 pada babak adu penalti.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="800" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/10/image.png" alt="" class="wp-image-22958" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/10/image.png 1200w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/10/image-850x567.png 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/10/image-768x512.png 768w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenangan ini tak sekadar menambah koleksi trofi, melainkan menjadi penuntas dahaga gelar di tingkat senior yang telah dinanti publik sepak bola Tanah Air selama 35 tahun, sejak raihan emas SEA Games 1991. Sorak-sorai puluhan ribu suporter di tribun serasa pecah meluapkan kebanggaan. Atmosfer kemegahan malam itu kian terasa istimewa saat trofi bergengsi diserahkan secara langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino kepada para penggawa Garuda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momen perayaan panggung juara pun diwarnai beragam aksi emosional dan gaya ikonik dari para pemain. Bintang timnas Kevin Diks mencuri perhatian kamera lewat selebrasi gayanya yang energik saat sesi pengangkatan piala, sementara pemain seperti Justin Hubner dan Ole Romeny tak mampu menyembunyikan rasa haru dan gembira. Pelatih John Herdman juga mengungkapkan rasa bangga yang mendalam, menyebut pencapaian bersejarah ini sebagai salah satu momen terbaik sepanjang karier kepelatihannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ungkapan rasa bangga juga disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Melalui unggahan di media sosialnya, Erick menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari persatuan dan dukungan yang tak pernah padam dari seluruh rakyat Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemain, jajaran ofisial, hingga suporter di seluruh penjuru negeri yang terus percaya pada perjuangan skuad Merah Putih hingga mengibarkan bendera di puncak tertinggi Asia Tenggara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesta kemenangan di GBK malam itu diakhiri dengan riuk selebrasi mengelilingi lapangan serta sesi foto bersama Presiden Prabowo dan seluruh skuad timnas. Bagi skuad Garuda dan jutaan pasang mata yang menyaksikan, mahkota juara ini bukan sekadar raihan trofi, melainkan modal berharga dan simbol kebangkitan sepak bola Indonesia untuk menyongsong kompetisi tingkat Asia mendatang.<br><br>Peliput: Diandra Swadesi Rahim &amp; Prita Ayunisya</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22957/tuntaskan-dahaga-35-tahun-indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22957</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Kalimantan Barat Gugat Pemerintah terkait Karhutla dan Kabut Asap</title>
		<link>https://peristiwa.info/22764/warga-kalimantan-barat-gugat-pemerintah-terkait-karhutla-dan-kabut-asap/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22764/warga-kalimantan-barat-gugat-pemerintah-terkait-karhutla-dan-kabut-asap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Diandra Swadesi Rahim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 07:45:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22764</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada 2026 tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan, tetapi juga berujung pada langkah hukum dari masyarakat. Sejumlah&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada 2026 tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan, tetapi juga berujung pada langkah hukum dari masyarakat. Sejumlah warga dan kelompok masyarakat sipil membawa persoalan tersebut ke jalur pengadilan dengan menggugat pemerintah terkait buruknya penanganan karhutla dan dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1200" height="676" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/107195.jpg" alt="" class="wp-image-22765" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/107195.jpg 1200w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/107195-850x479.jpg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/107195-768x433.jpg 768w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu langkah hukum ditempuh oleh warga bernama Eka Nurhayati Ishak melalui <em>Citizen Lawsuit</em>. Gugatan tersebut ditujukan kepada sejumlah pejabat negara, antara lain Presiden Republik Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, Gubernur Kalimantan Barat, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat. Gugatan ini berkaitan dengan persoalan karhutla yang dinilai telah berulang dan memberikan dampak terhadap pemenuhan hak dasar masyarakat, termasuk hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Tim Hukum Nafas Kalbar mendaftarkan gugatan perwakilan kelompok<em> (Class Action) </em>perkara No. 292/Pdt.G/2026/PN Pontianak. Dalam perkara ini, pihak yang digugat tidak hanya Presiden, tetapi juga Wakil Presiden, sejumlah kementerian, Kepolisian RI, BNPB, Gubernur Kalimantan Barat, dan Kapolda Kalimantan Barat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam gugatan <em>class action</em> tersebut, masyarakat meminta pemerintah mengambil langkah yang lebih luas dalam menghadapi karhutla. Salah satu tuntutan yang diajukan adalah agar kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di Kalimantan Barat ditetapkan sebagai bencana nasional. Penggugat juga meminta adanya penanganan terhadap masyarakat yang terdampak, termasuk dalam bidang kesehatan, serta penguatan upaya pemadaman dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan karhutla di Kalimantan Barat pada tahun ini juga tercatat menimbulkan dampak yang cukup luas. Data BPBD Kalimantan Barat per 9 September 2026 yang dikutip BBC mencatat luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 38.310,88 hektare, dengan lebih dari separuhnya berada di kawasan lahan gambut. Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah termasuk wilayah dengan luas area terbakar yang cukup besar. Kabut asap yang ditimbulkan juga mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan di sejumlah wilayah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah hukum masyarakat tersebut pada akhirnya menempatkan penanganan karhutla tidak hanya sebagai persoalan pemadaman kebakaran, tetapi juga sebagai isu mengenai tanggung jawab pemerintah, perlindungan masyarakat, penegakan hukum, dan pemulihan lingkungan. Sementara proses hukum berjalan, pemerintah juga telah melakukan sejumlah tindakan penanganan, termasuk penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran serta operasi pemadaman dan modifikasi cuaca. Perkara yang diajukan masyarakat selanjutnya akan menjadi bagian dari proses hukum yang harus dinilai berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Siti Aisyah </p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor: Diandra Swadesi Rahim </p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22764/warga-kalimantan-barat-gugat-pemerintah-terkait-karhutla-dan-kabut-asap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BGN Tutup 1.999 Dapur SPPG, Belum Punya Sertifikat Higiene Sanitasi</title>
		<link>https://peristiwa.info/22660/bgn-tutup-1-999-dapur-sppg-belum-punya-sertifikat-higiene-sanitasi/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22660/bgn-tutup-1-999-dapur-sppg-belum-punya-sertifikat-higiene-sanitasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Diandra Swadesi Rahim]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 05:31:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum dan politik]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22660</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, secara resmi memutuskan untuk menutup sementara 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada Senin, 7&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info</strong> – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, secara resmi memutuskan untuk menutup sementara 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada Senin, 7 September 2026. Langkah tersebut diambil terhadap dapur-dapur yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang merupakan salah satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="700" height="394" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260910-WA0006.jpg" alt="" class="wp-image-22661"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">BGN diketahui terus melakukan penyisiran dan verifikasi ketat terhadap puluhan ribu dapur SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Dari total awal 27.485 dapur, jumlah dapur yang tercatat aktif setelah proses penyisiran menjadi 27.022 dapur. Proses verifikasi ini dilakukan bertahap sebagai bagian dari upaya BGN memastikan seluruh dapur mitra memenuhi standar keamanan pangan sebelum beroperasi menyalurkan makanan bergizi kepada masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan pembaruan data hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September pukul 17.00 WIB, ditemukan 1.999 dapur SPPG yang sama sekali belum melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan setempat. Sudaryono menegaskan bahwa persoalan yang ditemukan bukan sekadar dapur yang mendaftar namun belum memenuhi syarat, melainkan dapur-dapur tersebut memang tidak pernah mengajukan pendaftaran sama sekali kepada instansi kesehatan terkait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah melalui proses konfirmasi dan evaluasi bertahap, BGN akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara 1.999 dapur SPPG tersebut untuk selanjutnya dilakukan investigasi lebih lanjut, terhitung efektif sejak hari pengumuman disampaikan. Adapun rincian dapur yang ditutup meliputi Wilayah 1 sebanyak 351 dapur, Wilayah 2 sebanyak 1.417 dapur, dan Wilayah 3 sebanyak 231 dapur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah penutupan dan investigasi ini menjadi bagian dari komitmen BGN untuk menjaga kualitas, keamanan gizi, serta keselamatan seluruh penerima manfaat program MBG di Indonesia, sekaligus memastikan setiap dapur mitra mematuhi standar higiene dan sanitasi yang telah ditetapkan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Lucky Efendy </p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor: Diandra Swadesi Rahim </p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22660/bgn-tutup-1-999-dapur-sppg-belum-punya-sertifikat-higiene-sanitasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tren Adopsi Orangutan Virtual, Warganet Antusias Jadi &#8220;Orang Tua Asuh&#8221;</title>
		<link>https://peristiwa.info/22508/tren-adopsi-orangutan-virtual-warganet-antusias-jadi-orang-tua-asuh/</link>
					<comments>https://peristiwa.info/22508/tren-adopsi-orangutan-virtual-warganet-antusias-jadi-orang-tua-asuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Diandra Swadesi Rahim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 12:46:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwainfo]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwanews]]></category>
		<category><![CDATA[#peristiwaonline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://peristiwa.info/?p=22508</guid>

					<description><![CDATA[peristiwa.info &#8211; Tren adopsi orangutan secara virtual tengah ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform media sosial. Inisiatif kreatif ini memungkinkan masyarakat luas berperan sebagai &#8220;orang tua asuh&#8221; dan berkontribusi langsung&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>peristiwa.info &#8211; </strong>Tren adopsi orangutan secara virtual tengah ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform media sosial. Inisiatif kreatif ini memungkinkan masyarakat luas berperan sebagai &#8220;orang tua asuh&#8221; dan berkontribusi langsung dalam mendukung penyelamatan satwa langka tanpa harus membawa satwa dilindungi tersebut pulang ke rumah.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1206" height="1191" src="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/08/isi-.jpg.jpeg" alt="" class="wp-image-22509" srcset="https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/08/isi-.jpg.jpeg 1206w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/08/isi-.jpg-850x839.jpeg 850w, https://peristiwa.info/wp-content/uploads/2026/08/isi-.jpg-768x758.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1206px) 100vw, 1206px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah satu inisiator yang memfasilitasi gerakan ini adalah Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation. Melalui program adopsi simbolis tersebut, masyarakat diajak untuk berdonasi secara legal dan terstruktur guna mendukung operasional pusat rehabilitasi satwa liar.<br><br>Konsep adopsi virtual ini menawarkan pengalaman interaktif yang memikat bagi para donatur. Setelah resmi berpartisipasi, setiap &#8220;orang tua asuh&#8221; akan memperoleh sertifikat adopsi digital serta menerima laporan berkala mengenai foto, video, dan cerita perkembangan individu orangutan yang mereka dukung.<br><br>Untuk menjangkau audiens muda yang lebih luas, yayasan juga memanfaatkan platform digital dan situs resmi mereka agar proses pendaftaran menjadi lebih praktis. Warganet dapat memilih paket adopsi bulanan maupun tahunan, sekaligus memilih sendiri profil orangutan yang ingin mereka dampingi masa rehabilitasinya.<br><br>Seluruh dana donasi yang terhimpun dialokasikan langsung untuk menunjang kebutuhan harian di pusat rehabilitasi. Pembiayaan tersebut mencakup penyediaan pakan bernutrisi, penanganan medis rutin, hingga proses pelatihan keterampilan bertahan hidup di sekolah hutan sebelum satwa dinyatakan siap untuk dilepasliarkan.<br><br>Meningkatnya antusiasme publik di jagat maya dinilai membawa dampak positif yang signifikan bagi dunia konservasi di Indonesia. Kampanye digital yang dikemas secara menarik ini terbukti efektif menjangkau generasi muda untuk lebih memahami pentingnya pelestarian satwa liar endemik.<br><br>Fenomena ini diharapkan tidak sekadar berhenti sebagai tren sesaat di media sosial, melainkan mampu memicu kesadaran jangka panjang masyarakat. Dengan partisipasi yang berkelanjutan, keberlangsungan hidup orangutan Kalimantan beserta ekosistem hutan tropisnya diharapkan dapat terus terjaga.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Peliput: Anjela Aizahwa Azizah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Editor: Diandra Swadesi Rahim</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://peristiwa.info/22508/tren-adopsi-orangutan-virtual-warganet-antusias-jadi-orang-tua-asuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22508</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 40/83 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: peristiwa.info @ 2026-10-08 13:17:53 by W3 Total Cache
-->