Home Mitos Mitos Foto Bertiga Menurut Pandangan Islam

Mitos Foto Bertiga Menurut Pandangan Islam

Mitos Foto Bertiga Menurut Pandangan Islam – Assalamualaikum sahabat hijab, hampir semua orang pernah berfoto. Baik laki-laki ataupun perempuan, baik tua ataupun muda, dan bahkan ada beberapa orang yang sangat menyukai dunia photography. Masyarakat Indonesia termasuk masyarakat yang masih mempercayai mitos yang berkembang. Salah satu mitos terkait photography adalah mitos tentang foto bertiga akan mendatangkan Musibah. Percaya atau tidak, sampai saat ini mitos tersebut masih berkembang di masyarakat bahkan di Ibu kota seperti Jakarta. Nah bagaimana menurut pandangan Islam tentang mitos tersebut ?

Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi adalah atas kehendak Allah SWT dan bukan yang lain karena Allah SWT berkuasa atas segala sesuatu. seperti yang tertera dalam firman Allah SWT yang artinya:
“Tidak ada suatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Thagabun : 11).

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi ini dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sessungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid : 22).

Dari kedua ayat ini dijelaskan bahawa musibah yang datang kepada seseorang itu karena sudah merupakan ketetapan Allah SWT. Semua kejadian di muka bumi, baik itu musibah ataupun hal lainnya merupakan takdir yang memang telah tertulis sebelum manusia diciptakan. Perihal foto bertiga itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan musibah yang akan terjadi.

Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda,

“Allah mengutus malaikat pada setiap Rahim, kemudian malaikat tersebut mengatakan, “Ya Rabbi, ataukah sebatas segumpal mani?, Ya Rabbi, ataukah sebatas segumpal darah?, Ya Rabbi, ataukah sebatas segumpal daging?,” dan jika Allah berkehendak memutuskan penciptaannya, malaikat mengatakan, “Ya Rabbi, ataukah laki-laki ataukah perempuan?, sengsarakah atau bahagiakah?, seberapa rezekinya, kapan ajalnya?,” lantas ditulis, demikian pula dalam perut ibunya.” (HR. Bukhari).

Leave a Reply