Home Mitos Mitos atau Fakta, Benarkah Kangkung Bisa Bikin Ngantuk?

Mitos atau Fakta, Benarkah Kangkung Bisa Bikin Ngantuk?

Murah dan lezat, mungkin itulah yang membuat kangkung begitu populer di Indonesia. Teksturnya yang renyah memang sangat cocok diolah dengan bumbu-bumbu khas Tanah Air, mulai dari ditumis, direbus dan disajikan bersama sambal pedas, hingga diolah menjadi campuran urap atau pecel.

Namun di balik kelezatannya, ternyata banyak juga orang yang khawatir untuk menyantap kangkung karena bisa menyebabkan kantuk tak tertahankan. Bahkan, kepercayaan ini telah lama diyakini oleh banyak orang. Tapi, apa benar menyantap kangkung dapat membuat badan lemas dan mengantuk?

Menurut dokter spesialis konsultasi gizi klinik, dr. Jovita Amelia, Sp.GK, di dalam kangkung terdapat sebuah senyawa yang membuat badan lebih rileks. Dikombinasikan dengan antioksidan, vitamin, dan mineral yang ada di dalamnya, inilah yang meningkatkan rasa tenang dan rileks sehingga rasa kantuk pun datang.

“Kalau dari penelitian, kangkung memang ada zat yang membuat tenang, membuat ngantuk. Jadi kangkung mengandung antioksidan yang mengandung fenolik. Nah itu yang memiliki efek tenang,” ujar dr. Jovita Amelia saat dihubungi kumparanFOOD melalui sambungan telepon (25/10).

“Kangkung kan juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang membantu metabolisme tubuh, sehingga kerja badan kita jadi lebih enak,” tambahnya.

Namun, bukan berarti menyantap kangkung akan langsung membuat badan terasa lemas dan mudah mengantuk. Menurut dr. Jovita, meski terdapat komponen yang membuat badan rileks, namun bila tidak dikonsumsi secara berlebihan, badan akan tetap segar dan bisa melakukan aktivitas secara produktif meski menyantap kangkung.
Selain dapat membuat badan rileks, kandungan yang ada di dalam sayuran bertekstur renyah ini juga bisa membantu menurunkan serta menjaga berat badan agar tetap stabil. Serat yang cukup tinggi akan membantu melancarkan proses pencernaan serta mencegah konstipasi atau sembelit.

“Kangkung itu kan kalorinya kecil sekitar 20 kkal per 100 gram, terus seratnya lumayan tinggi sekitar 2 gram, lemaknya rendah, dan protein juga rendah. Jadi bagus untuk orang yang mau turun berat badan karena seratnya tinggi, bisa untuk membantu melancarkan buang air besar. Kangkung juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Ada vitamin A lebih dari kebutuhan RDA (Recommended Dietary Allowances) kita, vitamin C hampir mencapai kebutuhan RDA, B kompleks, asam folat, kalsium, zat besi, magnesium, zink dan masih banyak lagi,” ujar dr. Jovita menjelaskan kandungan di dalam kangkung.

Meski begitu, lokasi tumbuhnya kangkung yang kurang higienis, seperti di rawa atau pinggir sungai, sering membuat orang khawatir untuk menyantapnya. Bahkan, di Amerika Serikat, kangkung merupakan salah satu sayuran yang dilarang peredarannya, lho. Selain menyumbat saluran air karena pertumbuhannya yang sangat cepat, lingkungan yang kurang higienis juga membuat kangkung mudah tertempel bakteri, cacing, atau parasit lainnya.
Namun tak perlu khawatir, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kangkung lebih aman dikonsumsi. Salah satunya dengan cara mencuci kangkung hingga bersih kemudian merendamnya dengan air garam sehingga bakteri atau parasit mati.

“Kangkung itu tumbuhnya di rawa-rawa, jadi rentan mengandung bakteri. Kita harus tangkal dengan cara dicuci bersih dan dipastikan tidak ada bakterinya. Lalu direndam dengan air garam setelah itu dimasak dan jangan dimakan mentah,” tutup dr. Jovita.

Leave a Reply