Home Mitos Rumah-Rumah Peri di Pulau Man

Rumah-Rumah Peri di Pulau Man

Legenda tentang peri telah mengakar kuat pada kehidupan penduduk lokal selama beberapa generasi.

Pulau Man, di antara Inggris dan Irlandia, memiliki kaitan sejarah yang panjang terhadap dongeng mahluk-mahluk mungil. Orang-orang di sana mengaguminya, lebih dari sekadar cerita untuk anak kecil, juga menghormatinya. Meski tidak diketahui secara pasti bagaimana legenda tentang mereka dapat bertahan begitu kuat, kemungkinan rujukannya dimulai dari catatan George Waldron.

Dalam buku yang diterbitkan pada tahun 1731 itu Waldron bertutur soal Manx, penduduk asli Pulau Man yang kerdil, serta hubungan mereka dengan peri. Beberapa ‘bukti’ eksistensi mahluk-mahluk mitologis tersebut masih terjaga hingga kini, seperti sebuah jembatan kecil di atas Sungai Santon Burn yang dipercaya penduduk lokal sebagai penyebrangan para peri.

Demi menjaga legenda rakyat itu tetap hidup –dan bertahan kuat hingga beberapa generasi mendatang, kelompok seni dari Swedia Anonymouse MMX pun turun tangan dengan menciptakan rumah-rumah mungil di berbagai penjuru Pulau Man. Untuk rumah yang terbuat dari kayu, rata-rata tingginya sekitar 30 sentimeter. Sedangkan beberapa kastil yang terbuat dari batu, beton, kayu, kaca antik, tembaga, dan klip kertas, memiliki tinggi sekitar 40 sentimeter.

“Ketika kami pertama kali mengunjungi (Pulau Man) kami sangat terkejut mengetahui (legenda) peri masih hidup dalam pikiran warga di sini,” tutur Yasha Mousekewitz dari Anonymouse MMX, dilansir BBC International.

Cerita rakyat tentang Manx telah menjadi bagian karakter unik pulau itu yang juga didukung oleh dinas pariwisata. Upaya kreatif dari Mousekewitz dan rekan-rekannya tentu mendapatkan sambutan hangat dari penduduk lokal.

Sumber: bbc.com | cnn.com

Leave a Reply