peristiwa.info – Rabu, 8 Oktober 2025, Istana Negara menjadi saksi pelantikan khidmat 10 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) serta satu wakil duta besar Republik Indonesia. Pelantikan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat peran diplomasi Indonesia di kancah internasional. Melalui Keputusan Presiden Nomor 112/P dan 113/P Tahun 2025, para dubes secara resmi mengemban tugas untuk mewakili Indonesia di berbagai negara sahabat. Mereka akan bertugas untuk memperkuat posisi diplomasi Indonesia dalam kerja sama ekonomi, politik, dan budaya.
Selain itu, hari yang sama juga menjadi sorotan dengan dibentuknya Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, atau dikenal sebagai Komite Papua. Komite ini dibentuk melalui Keppres Nomor 110/P Tahun 2025 dan dipimpin oleh Velix Vernando Wanggai. Pembentukan komite ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat tata kelola otonomi khusus di Tanah Papua.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintahan Prabowo untuk menyeimbangkan kekuatan diplomasi luar negeri dengan perhatian pada pembangunan daerah, terutama Papua yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi banyak tantangan sosial dan ekonomi. “Diplomasi yang kuat di luar negeri harus berjalan beriringan dengan pembangunan yang merata di dalam negeri,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Dengan pelantikan ini dan pembentukan Komite Papua, pemerintah berharap hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara sahabat semakin erat, sementara pelaksanaan otonomi khusus di Papua dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Peliput: Eka Aprilia
Editor: Diandra Swadesi Rahim
