peristiwa.info – Kartu Rencana Studi atau yang biasa disingkat dengan KRS merupakan kartu yang berisi daftar rencana mata kuliah yang akan diambil oleh mahasiswa untuk pembelajaran semester selanjutnya. Pengisian KRS biasanya dilakukan di awal semester, tepat sebelum perkuliahan semester baru dimulai. Di Universitas Lambung Mangkurat sendiri, pengisian KRS dijadwalkan pada periode 5 hingga 14 Februari 2024.
Pengisian KRS bagi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat dilakukan secara online melalui laman simari.ulm.ac.id. Berikut tata caranya:
Mahasiswa yang tidak mengajukan KRS maka dianggap tidak aktif dalam mengikuti perkuliahan dan harus mengajukan cuti. Dengan begitu, penting bagi mahasiswa untuk mengisi KRS dengan baik dan benar. Namun, adanya kesalahan pada sistem dan sinyal yang tidak stabil juga menjadi salah satu alasan terhambatnya pengisian KRS bagi mahasiswa. Perihal kendala yang juga sering menjadi salah satu perhatian adalah mahasiswa yang memilih mata kuliah dengan asal-asalan tanpa berkonsultasi dosen pembimbing terlebih dahulu, sehingga tidak dapat menentukan mata kuliah yang harus diprioritaskan. Hal ini tentu saja dapat berimbas pada kegiatan perkuliahan mahasiswa sepanjang semester.
Bapak M. Ananta Firdaus, S.H., M.H., selaku Ketua Prodi FH ULM juga mengutarakan pendapatnya terhadap permasalahan tersebut. “Salah satu hal yang seringkali menjadi kendala bagi mahasiswa dalam tahap pengisian KRS adalah kesulitan memilih mata kuliah,” ucap Bapak Ananta.
Maka dari itu peran berkonsultasi dengan dosen pembimbing akademik di sini sangat krusial agar mahasiswa yang kekurangan Satuan Kredit Semester atau SKS pada semester sebelumnya untuk dapat dibantu dalam memilih mata kuliah mana yang wajib diprioritaskan. Hal ini juga dianggap sebagai langkah preventif adanya kelas yang jadwalnya bentrok.
Bapak Ananta juga menghimbau kepada mahasiswa agar memilih kelas yang konsisten untuk setiap mata kuliah yang diambil. “IP atau Indeks Prestasi juga sangat berpengaruh untuk menentukan berapa banyak SKS yang bisa diambil, semakin tinggi nilai IP semakin banyak pula jumlah SKS yang bisa diambil.” tutupnya.
Dengan demikian, untuk informasi lebih lengkap juga dapat disimak melalui akun resmi instagram Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat @fh.ulm.
Peliput: Alya Rubiati dan Angeline Elysia Santosa

