Kendala Persiapan UAS di Era Pembelajaran Mahasiswa Lebih Banyak Presentasi

peristiwa.info – Metode pembelajaran yang lebih banyak melibatkan mahasiswa dalam presentasi dibandingkan penjelasan langsung oleh dosen menjadi tren di perguruan tinggi saat ini. Metode ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa lebih aktif dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Namun, metode ini juga menimbulkan sejumlah kendala, terutama dalam persiapan menghadapi ujian akhir semester. Hal ini diungkapkan oleh dua mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Siti Raudah dan Nur Mayna.

“Metode pembelajaran ini sudah cukup bagus karena dapat membuat kami menjadi lebih aktif dalam segi komunikasi sesama teman kelompok ataupun dengan teman-teman antar kelompok lainnya. Selain itu dapat melatih berpikir kritis dalam menguasai materi,” kata Siti Raudah.

Namun, ia juga mengakui bahwa metode ini memiliki sejumlah kekurangan. “Pastinya ada rasa gugup, takut dan kurangnya percaya diri karena presentasi di hadapan banyak teman dan juga terkadang adanya keterbatasan materi yang diberikan oleh dosen pengajar,” tambah Raudah.

Namun, Nur Mayna juga merasakan kendala yang sama dalam persiapan UAS. “Untuk saya pribadi mungkin yang dirasakan dari segi materi yang di berikan dosen terkadang masih sedikit dan juga diskusi dengan dosen juga terbatas sehingga pada saat UAS ada kebingungan yang saya rasakan,” ujarnya.

Dosen Fakultas Hukum ULM, Bapak M. Ananta Firdaus, S.H., M.H. juga membenarkan adanya kendala tersebut. “Memang ini adalah peralihan jadi ada pola-pola UAS. Kalau saya pribadi lebih suka sebenarnya bentuknya analisis kasus daripada soal A,B,C (choice) kalau saya seperti itu. Mau open book juga silahkan karena gabakal ada jawabannya karna ini adalah analasis kasus secara lisan,” kata beliau.

Metode pembelajaran yang lebih melibatkan mahasiswa dalam presentasi memang sudah menjadi standar akreditasi Internasional. Namun, beliau berharap agar dosen dan mahasiswa dapat beradaptasi dengan metode ini sehingga dapat memberikan hasil yang optimal.”Dikira dosennya santai-santai, enggak. Jadi kan kalau di luar negeri itu malah dosen sama mahasiswa itu dia partner.Nah, jadi sama-sama meneliti. Sama-sama ini. Jadi terjadi istilahnya Diskusi. Kayak gini kan diskusi. kita jelaskan. Nah, selama ini kan mahasiswa malu-malu bertanya karna takut,” tutupnya.

peliput : Nazwa Amalia & Randy Khairuddin Putra 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version