peristiwa.info – Rabu, 20 April 2022 Dilansir dari Kompas.com, seperti yang telah diinformasikan melalui kampanye, bahwa penderita kanker serviks di Indonesia makin bertambah tiap tahun. Per 2020 ada 36.633 kasus dengan kematian 57,1 persen. Sungguh sebuah angka yang fantastis dan memprihatinkan. Selain itu juga, ditemukan fakta bahwa kanker payudara ternyata banyak ditemukan di masyarakat Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan program vaksin kanker serviks atau Human Papilloma Virus (HPV) akan diberikan gratis kepada masyarakat mulai 2022.
“Gratis, dibiayai oleh negara, (mulai) tahun ini,” ujar Menkes Budi pada Selasa (19/4/2022).
Hal ini pun melandasi Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa vaksin kanker serviks dan payudara bakal jadi program vaksin wajib pemerintah. Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi pun memberikan penjelasan. Intinya, vaksin untuk mencegah kanker serviks dan kanker payudara akan menjadi program pemerintah secara bertahap.
Adapun konsekuensi dari vaksinasi yang menjadi program pemerintah yaitu biayanya akan ditanggung negara. Sehingga, masyarakat dapat menerima vaksin secara gratis.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menambah bahwa vaksin Human Papilloma Virus (HPV) untuk pencegahan kanker serviks masuk ke dalam program imunisasi rutin. Adanya penambahan vaksin HPV tersebut dikarenakan tingginya angka kematian wanita akibat kanker serviks dan payudara. Tak hanya vaksin HPV untuk kanker serviks, vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dan Rotavirus. Vaksin PCV untuk mencegah pneumonia dan Rotavirus untuk mencegah infeksi radang lambung dan usus pada bayi.
Program ini dilakukan sebagai tindakan preventif dan promotif pemerintah dalam penerapan kebutuhan kesehatan dasar daripada operasi di rumah sakit atau melakukan kemoterapi di rumah sakit.
Peliput : Novia Nurrahmah
