Pro Kontra Mahasiswa FH ULM Terhadap Kembalinya Pembelajaran Daring

peristiwa.info – Seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 setiap harinya, Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat telah melaksanakan kembali pembelajaran secara daring. Dimana sebelumnya sebagian mahasiswa sempat melakukan pembelajaran secara luring. Kebijakan tersebut sesuai dengan surat edaran yang disampaikan oleh pihak kampus pada 12 Februari 2022 yang lalu. Hal ini tentunya menimbulkan tanggapan yang beragam dari mahasiswa, entah itu pro maupun kontra.


“Menurut saya keputusan kampus ini sudah tepat, karena jika melihat dari keadaan di waktu pembelajaran luring kemarin, banyak mahasiswa yang terpapar virus COVID-19,” ujar Jeance Tamimah mahasiswa FH ULM angkatan 2020. Senada dengan Jeance Tamimah, menurut Indra Azhari mahasiswa FH ULM angkatan 2021, ia juga setuju dengan kembalinya pembelajaran secara daring. “Saya rasa dengan kuliah secara daring akan mempersempit penyebaran virus COVID-19,” kata Indra.


Di sisi lain, ada pula mahasiswa yang merasa tidak setuju akan hal ini, diantaranya ialah Muhammad Aryanta Putra mahasiswa FH ULM angkatan 2020. “Saya kurang setuju dengan keputusan kampus ingin mengadakan kuliah daring lagi. Meskipun kuliah daring ini memiliki keunggulan pada fleksibilitas waktu belajar, akan tetapi persoalan seperti dari sisi keterbatasan akses internet dan kualitas jaringan internet selalu saja terjadi pada saat perkuliahan daring. Kemudian juga dari pemahaman terhadap materi, mahasiswa sendiri rata-rata kurang atau bahkan sulit menangkap materi pembelajaran yang disampaikan oleh dosen dan menurut saya model pembelajaran seperti itu tidak semua mahasiswa bisa beradaptasi ataupun mampu menjalaninya,” ungkapnya.


Selain itu, Emelia mahasiswa angkatan 2019 berpendapat bahwa pembelajaran secara daring membuat kerugian material terlebih untuk anak rantau. “Karena kemarin belajar secara luring jadi anak rantau pasti mengeluarkan biaya untuk kost sama kebutuhan sehari-hari, terus sekarang mendadak daring lagi jadi berasa sia-sia, belum lagi biaya kuota buat kuliah daring. Jadi lumayan banyak kerugian materialnya,” kata Emelia.


“Ditambah kepastian tanggal pembelajaran daring yang takutnya nanti akan diperpanjang. Ingin pulang kampung khawatir akan luring lagi, tapi kalau menetap di kost perlu mengeluarkan biaya lebih,” tutupnya.


Di atas tadi merupakan beberapa tanggapan kawan-kawan mahasiswa akan perkuliahan yang kembali daring ini. Memang ada plus minusnya dari kedua cara pembelajaran tersebut. Tapi, keadaan tidak bisa disalahkan, kembali ke diri kita masing-masing untuk menanggapi dan menjalaninya.

Peliput: Muhammad Ridho Putra Hidayat & Hasada Salsabella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version