Home Mitos 3 Angka Ini Jarang Ditemukan Di Sebuah Bangunan, Penasaran Kenapa?

3 Angka Ini Jarang Ditemukan Di Sebuah Bangunan, Penasaran Kenapa?

3 Angka Ini Jarang Ditemukan Di Sebuah Bangunan, Penasaran Kenapa? – Sobat pasti pernah berkunjung ke gedung-gedung yang urutan lantainya tidak sesuai dengan urutan angka seperti biasanya. Untuk mengganti angka yang sengaja dihilangkan ini, beberapa bangunan biasanya akan meloncati ke angka selanjutnya atau ada juga yang membuat variasi dari angka sebelumnya, seperti contohnya lantai 3A.

Ternyata memang ada beberapa angka yang penggunaannya cenderung dihindari dalam sebuah hubungan. Sobat penasaran angka apa saja dan alasannya? Cek ulasan dibawah ini.

1 . ANGKA 4

Angka yang satu ini bisa jadi adalah angka yang paling jarang ditemui di bangunan-bangunan yang ada di Indonesia. Memangnya apa ya salah angka 4 ini? Peniadaan angka 4 ini berasal dari kepercayaan masyarakat yang memegang teguh budaya Tionghoa nih Sobat. Ada tiga pendapat yang mengatakan kalau angka 4 ini harus dihindari. Yang pertama karena angka 4 itu kakinya satu, sehingga melambangkan ketidakseimbangan. Dengan bentuknya yang seperti itu, angka ini bisa memicu “kejatuhan”.

Pendapat lain juga bilang kalau angka ini bentuknya seperti kursi terbalik. Bentuk kursi terbalik ini katanya juga nggak bagus untuk kedudukan dan jabatan. Masih sama makna dari pendapat sebelumnya, bentuk kursi terbalik ini juga bisa memicu “kejatuhan”.

Pendapat selanjutnya tentang misteri angka 4 berhubungan dengan pelafalan angka ini dalam bahasa Tionghoa dan bahasa Jepang. Dalam bahasa Tionghoa, angka 4 dibaca shi yang bisa diartikan mati. Sedangkan di bahasa Jepang, pelafalan angka 4 mempunyai kesamaan makna dengan kesedihan.

Nggak cuma dihilangkan pada bangunan, ada juga lho perusahaan teknologi yang menghindari pemakaian angka 4. Tengok perusahaan raksasa handphone Nokia! Nokia pernah mengeluarkan seri handphone dari 1 hingga 9, tanpa ada seri bernomor 4. Ketakutan terhadap angka 4 ini dikenal dengan sebutan tetraphobia.

2 . ANGKA 13

Selain angka 4, angka yang satu ini juga jarang ditemui di sebuah bangunan. Jika misteri tentang angka 4 banyak dikaitkan dengan kebudayaan Timur, misteri angka 13 ini juga terkenal di kebudayaan Barat. Angka ini pasti sudah tidak asing lagi dikaitkan dengan hal-hal yang berbau horror. Ketakutan terhadap angka 13 ini dikenal dengan sebutan triskaidekaphobia. Ternyata dihindarinya angka 13 juga masih berhubungan dengan angka 4, lho, Sobat. Jika angka 1 dan 3 ditambah, maka akan menghasilkan angka 4. Ada juga beberapa pendapat yang lain yang mengacu mitos dan sejarah.

Pendapat pertama tentang angka 13 mengacu pada mitos Dewa-dewa Norse. Pada suatu jamuan makan Dewa Norse di Valhalla, sebanyak 13 dewa melakukan “pertempuran” dengan saling memukulkan palu. Hal ini membuat Bumi jatuh dalam kegelapan dan mengalami musim dingin pertamanya.

Pendapat lain didasarkan pada Perjamuan Terakhir Yesus dimana Yudas Iskariot yang merupakan orang ke-13 yang duduk di meja mengkhianati Yesus.

Selain itu, tanggal 13 menurut sejarah adalah hari diburu dan dibantainya Ksatria Templar, yakni ordo militer Kristen terkuat dan terbesar.

3 . ANGKA 420

Dihindarinya pemakaian angka 4 dan 13 dalam bangunan mungkin sudah lebih populr dibandingkan dihindarinya penggunaan angka ini. Apa Sobat pernah sadar kalau beberapa hotel tidak menggunakan angka ini sebagai salah satu nomor kamarnya? Berbeda dengan misteri angka 4 dan 13 yang banyak didasarkan pada kepercayaan dan mitos, tidak digunakannya angka 420 berhubungan dengan tindak penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika.
Pada penanggalan barat 20 April ditulis 4/20, dimana pada tanggal ini para penggemar ganja kerap melakukan “perayaan” narkotika dengan suka cita. Bahkan perayaan itu kerap dilakukan pada pukul 4.20 sore.

Digunakannya angka ini pada tindak penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika juga berhubungan dengan kejadian mahasiswa California pada tahun 1970-an yang diam-diam mengonsumsi narkotika pada 4.20 sore. Walau berkembang sebagai istilah gaul, angka ini dihindari oleh pebisnis hotel karena khawatir akan citra negatifnya.

Leave a Reply