Peristiwa.info – Senin, 20 September 2021 telah terjadi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kalsel. Unjuk rasa ini diikuti oleh kurang lebih 100 orang peserta dengan koordinator lapangan yaitu Ali Abu Hasan dan Nurdin Ardalepa dari ketua HMI cabang Banjarmasin sebagai penanggung jawab.
Dalam unjuk rasa tersebut, mereka melayangkan beberapa tuntutan yakni :
1. Menuntut pemerintah beserta pemangku kebijakan untuk memperjelas perihal informasi program vaksinasi serta mempercepat penyebarannya.
2. Menuntut transparansi anggaran Covid-19 di Provinsi Kalsel agar diketahui oleh seluruh masyarakat Kalsel.
3. Memperjelas pengaturan PPKM yang jelas berupa posko penyekatan, jam malam, pemadaman lampu jalan.
4. Melibatkan elemen mahasiswa dalam program vaksinasi secara massif dalam hal ini Himpunan Mahasiswa Islam.
5. Memberikan bantuan sosial secara konsisten dan dengan nilai yang sesuai bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dan kebijakan PPKM di Kalsel.
6. Membuka dan mengawasi secara serius perihal Isolasi Terpusat Covid-19 di Kab/Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kotabaru
7. Kejelasan kapan berakhirnya pelaksanaan PPKM di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kotabaru
Mahasiswa mendesak bertemu langsung dengan ketua DPRD Kalsel untuk meminta penjelasan sampai kapan pelaksanaan PPKM di Banjarmasin. Aksi tersebut sempat mengalami ricuh karena mahasiswa belum mendapatkan kepastian untuk bertemu Ketua DPRD Kalsel. Unjuk rasa ini berlangsung damai setelah perwakilan mahasiswa diterima masuk kedalam kantor DPRD Kalsel untuk menyampaikan aspirasi.
Rombongan mahasiswa tersebut akhirnya bertemu dengan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, M. Luthfi Saifuddin serta Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad. Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kepala BPBD Kalsel, Kepala Dinkes Kalsel, Kepala Dinsos Kalsel dan Satuan Tugas COVID-19 Provinsi Kalsel beserta jajarannya. Mereka hadir untuk menjelaskan tuntutan yang dilayangkan oleh HMI cabang Banjarmasin.
Peliput : Nina Hafidzah
